Hutan Angker

Hutan Angker
Episode 31


__ADS_3

Setelah mereka masuk ke ruangan tersebut, “tutup pintunya. Terus kunci.”


“Wah mana yah?“ si Lalan bingung mencari gerendel pintu. Sementara kalau memakai kunci biasa, jelas tak punya. Mana pada lubang itu sedikit aneh. Seperti buatan lama, yang kuncinya entah dimana dan bagaimana.


Disaat tengah kebingungan mencari itu, tiba-tiba pintu tersebut bergerak. Sedikit demi sedikit. Nampaknya ada yang mulai menerobos masuk. Tapi karena di tahan oleh Lalan, membuat pintu tersebut tak serta merta berhasil terkuak.

__ADS_1


“Aqi mereka mendorong Aqi!“ ujar Lalan panik. Rupanya mereka telah sampai di pintu tersebut dan berusaha untuk mendorong agar bisa segera menangkap buronan mereka tadi. Memang tak butuh waktu lama. Sebab langkah mereka juga panjang. Selain itu sebelumnya mereka hamper bisa menangkapnya. Hanya kebetulan mereka bisa menguak pintu tersebut lebih dulu, hingga tak bisa membawa si mahluk dalam tangkapan mereka. Dan itu yang berikut nya seperti yang terjadi kali ini. Dimana si mahluk sudah langsung bisa membuka pintu, andai tak di tahan dari balik nya.


“Tahan, jangan sampai mereka masuk!“ ujar Aqi yang berusaha membantu dengan menahan pakai badannya supaya sebisa mungkin pintu tak terbuka. Dengan kekuatan dua orang, maka langkah musuh sedikit tertahan. Dan kekuatannya demikian lumayan untuk membuat pintu tetap pada posisinya.


“Wah kuat sekali tenaga mereka,“ ujar Lalan yang kerepotan sembari ngos-ngosan, dalam menahan pintu tersebut agar tak terbuka. Padahal tenaga supernya sudah dia pakai. Dan dikerahkan sekuat daya, demi menahan laju musuh agar tetap pada kondisinya terus berada di ruang lain yang tak bisa menangkap keberadaan mereka disini.

__ADS_1


“Kita ganjal pakai batu atau perabot lain,“ujar Aqi punya ide. Dengan demikian ada bantuan yang lumayan bisa memperkecil pengeluaran tenaga mereka. Juga bisa membuat mereka tak bisa mengejar lagi.


“Cepat Aqi! Mereka mulai masuk. Tak kuat aku menahannya,“ ujar Lalan. Pintu terus saja mulai terkuak. Dimana Lalan badannya mulai tergeser seirama dorongan pintu kuat tersebut. Ini lebih mendingan dengan adanya beban yang lumayan berat. Membuat pintu tak langsung bisa di buka.


“Wah mana? Nggak ada ganjal lagi,“ ujar Aqi berusaha mencari, namun tak mendapatkannya. Dipakainya batu lumayan berat yang ada di situ. Lalu dipakai buat mengganjal pintu. Itu tak cukup kuat untuk menahan tenaga dasyat si mahluk. Dimana Aqi berusaha mencari pengganjal lainnya. Tak ada. Diseputaran itu hanya ada kursi rusak, meja patah, perabot rumah lain yang aneh bentuknya. Dan kesemuanya itu tak cukup kuat buat menahan terjangan kedua mahluk tadi. Kalaupun semua benda itu ditumpuk disitu, mungkin kuat, tapi waktu yang sempit tak bisa membawa mereka untuk menata segala benda tadi pada balik pintu agar mampu mengunci secara alami. Atau kalau banyak waktu, bisa saja sebentuk kayu itu mereka buat sebagai palangnya. Dan kesemuanya itu jelas tak mungkin.

__ADS_1


“Ayo kita lari ke pintu seberang itu!“ ujar Aqi yang sudah pasrah untuk menahan gempuran si mahluk. Bagaimanapun kuat tenaga keduanya, tetap tak bisa menahan laju para musuh. Jadi yang kini terlintas hanyalah meninggalkannya untuk kemudian memikirkan apa yang berikutnya mesti dilakukan demi terhindar dari bencana yang lebih parah lagi dari pada hanya kehilangan tenaga.


Mereka lari meninggalkan pintu tersebut dimana para mahluk mulai masuk dan bersiap mengejar mereka lagi.


__ADS_2