
“Ayo terus masuk!“ mereka terus saja masuk ke pintu ruang yang berhasil di jangkau tersebut. Masuk dan merasa sedikit bebas. Sebab mereka ada di sebalik nya. Dimana pintu itu akan bisa menahan untuk beberapa saat. Hingga mereka akan menjangkau tempat lain yang sekiranya mampu membuat jarak semakin jauh. Dan jangkauan mahluk tersebut akan bertambah panjang pula. Dengan demikian akan aman di rasakan kalau sudah lepas bebas.
Tapi betapa kecewanya mereka. Saat mendapati kenyataan kalau ruangan yang baru dilewati itu kurang baik keadaannya. “Waduh Qi, mereka sudah mencegat kita dari dalam.“ Begitulah. Ada mahluk lain lagi di dalam ruangan tersebut. Sehingga kini ada mahluk mengerikan yang dihadapi.
“Kalau gitu ayo lari!“ ujar Aqi. Dia juga bingung, mau kemana lagi. Sudah taka da jalan keluar. Bukan hanya jalan nyata saja pikiran mereka juga seakan buntu. Sehingga keputusan sesaat yang keluar serasa semakin kacau. Yang kali ini terpikirkan kembali, adalah bagaimana menghindari tangkapan si mahluk.
“Kemana Qi?“ tanya Lalan.
__ADS_1
“Membalik!“
“Wah mereka ada disana juga!“
Semakin bingung keduanya. Di depan mereka ada mahluk serigala, di belakang mereka juga ada. Kesemuanya itu semakin membuat getar di rasa, dengan tatapan yang semakin mengerikan. Sorot tajam itu seakan memancarkan rasa terdalamnya. Dimana matanya seakan menyala-nyala mengikuti arah gerak keduanya dengan nada amarah yang meluap dan seakan mengancam keberadaan mereka. Semakin mengerikan lagi ketika tangan-tangan kuat itu mulai terulur dan berusaha mendekati keberadaan keduanya. Itu membuat sebuah pertanda tak baik seakan menyelimutinya. Dan itu juga menambah aroma seram semakin terasa dalam sanubari mereka. Bagaimana lagi. Saat jauh saja sudah sulit lepas. Apalagi kali ini yang jelas-jelas berada di dekat mereka, dalam satu ruangan yang suram dan seakan tembok-tembok kokoh tersebut menjadi penghalang besar yang sudah pasti merintangi mereka.
“Bagaimana ini? Semakin gawat saja yah hidup kita?“
__ADS_1
Belum juga usai rasa bingung itu, mahluk tersebut sudah menyerang lebih dulu, “Aqi… Aqi… mereka menangkap ku!“ Lalan bingung. Satu mahluk berhasil menggapainya.
Si Lalan langsung meronta-ronta.
Dia berusaha memegang apa saja yang bisa dijangkau.
Sayang pegangan mahluk tersebut sangat kuat.
__ADS_1
Sehingga Lalan hanya mengikuti arah yang dikehendaki manusia serigala itu.
Sementara para mahluk itu terus menyeret si Lalan hingga ke pintu ruangan yang sebelumnya mereka lewati.