Hutan Angker

Hutan Angker
Episode 29


__ADS_3

“Gimana ini?“


“Nah terus masuk saja, mungkin mereka masih di ruangan sana tadi jadi seterusnya tak akan jumpa lagi,“ ujar mereka yang mengira mahluk tersebut masih jauh tertinggal di ruangan yang sebelumnya mereka lalui. jadi kalau mereka terus meninggalkan daerah itu, maka tak aka nada perjumpaan diantara perpisahan yang sebelumnya dialami itu.


“Eh itu…“


Dilihatnya satu sosok mengerikan tadi. Ternyata yang ditakutkan kembali datang dan langsung membuat mereka merinding.

__ADS_1


“Wah ada dia gawat!“ Mereka menatap sosok itu seakan tengah menghadang mereka. Secara perlahan mereka beringsut untuk mencari tempat yang dianggap paling aman. Bagaimana dia sampai di tempat tersebut? Mungkin karena mereka telah paham daerah tersebut jadi bisa dengan cepat berpindah tempat mendahului mereka. Atau mereka memang terlampau sakti sehingga bisa berpindah tempat dalam sekedipan mata saja. Yang terang, kali ini mereka ada di tempat tersebut. Sehingga yang wajib diwaspadai adalah gerak cepat si mahluk supaya dalam jarak yang sedemikian saja bagaimana bsa menghidarinya.


“Dia mengejar.“ Semakin panik saja mereka. Manusia srigala tersebut dengan cepat merangsek maju mendapati mereka. Itu yang teah dipikirkan. Langkahnya tentu saja lebih panjang. Lebih terampil. Bahkan boleh dikata lebih kuat. Karena sekian lama mereka tinggal dalam hutan dan mampu bertahan hidup, tentu membuat mereka secara alami bisa mengatasi segala kesulitan yang menghadang. “Bagaimana ini?“


“Ayo membalik!“


Bergegas mereka masuk ke pintu yang sebelumnya mereka lewati tadi.

__ADS_1


“Gawat!“ Semakin bertambah panik saja mereka. Waktu yang terus mengikuti tak jua meredakan rasa tersebut. Yang semestinya sudah agak mereda karena pada ruangan sebelumnya sudah merasa aman dan nyama, kini kembali dihadapkan pada satu petualangan baru demi menghadapi keganasan mahluk yang ganasnya luar biasa tersebut. Tentu akan merasa tenang jika tak sampai tertangkap. Tapi sebaliknya yang pasti akan membuat bertambah merasa seram andai keberadaan mereka semakin menambah ngeri dan bisa membuat mereka tertangkap untuk kemudian menjadi tawanan sebagaimana yang ditakutkan orang-orang selama ini.


“Celaka, mereka ternyata sangat banyak,“ ujar Aqi. Yang sebelumnya sudah membikin ngeri, ini lebih-lebih. Pada tempat menuju aka nada dia, dan ruangan yang telah dilewati juga muncul yang begituan. Ini tentu saja tidak baik untuk dirasakan. Akan semakin ngeri jika dipikirkan. Dan semakin parah kalau mesti dihadapi. Bagaimana tidak. Satu saja sudah sulit dikalahkan atau tergolong tidak berani, ini jumlahnya semakin banyak, maka tentu akan semakin sulit mengatasinya. Dan tentu saja semakin membingungkan. Kalau tinggal di situ terus akan jadi santapan mengerikan, kalau ingin pergi, tak tahu mesti kemana. Mencari bantuan juga sama siapa.


“Waduh…. terus?“


“Lari saja kalau begitu!“ Dengan terpontang-panting mereka berusaha meninggalkan tempat tersebut. Sepertinya memang hanya itu yang bisa dilakukan dan terpikirkan dalam kondisi terdesak diantara rasa takut yang terus mendera.

__ADS_1


“Situ?“ ujar Lalan pada tempat yang sekiranya tanpa mahluk tersebut.


“Ya masuk situ.“


__ADS_2