Hutan Angker

Hutan Angker
Episode 33


__ADS_3

“Aqi.... tolong Aqi“ Si Lalan berpegangan pada bibir pintu. Kali ini benar-benar sangat takut dia. Bahkan ada pemikiran kalau akhir dari semuanya. Ya kali ini. Bagaimana tidak. Cengkeraman mahluk itu sangat kuat. Melihat gigi-giginya juga demikian, tak ayal lagi, kalau sudah mulai main gigit, maka akan berakibat fatal. Kalau tidak sampai mati, mungkin akan cedera, bahkan bisa cacat seumur hidup. Itu yang dikhawatirkan. Lebih ngeri lagi kalau sampai ikut mereka menjadi mahluk demikian. Hal ini tak menutup kemungkinan, dimana jumlah yang demikian banyak, bisa jadi mereka-mereka ini terkena virus mengerikan dan tak terkendali yang telah berhasil menelusup masuk ke tubuh mereka. Jadi, mereka-mereka ini sebelumnya juga sama saja seperti si Lalan, yang hanya manusia biasa, lalu tertangkap oleh mereka untuk menjalani hukuman mengerikan dengan digigitnya leher sampai luka dan lewat luka itu menjadi jalan masuk dari zat tak nampak yang kemudian membuatnya jadi mahluk yang mengerikan.


Aqi mengejar dan berusaha membebaskannya. Tak ada waktu lagi untuk tetap berdiam diri. Kalau tak ingin kehilangan adik dari istrinya itu. Sebab bisa saja kalau sampai terbawa, hingga di masukkan ke alam lain, maka akan kesulitan untuk mencarinya. Kalau sekarang berhasil, maka akan dapat bersama kembali untuk saling merasakan kengerian sembari lari-lari kecil sembari menyibak kabut misteri yang terkadang tebal, atau hanya tipis-tipis cantik.


Tapi si mahluk terus menyeretnya. Mereka berusaha membawa tawanan itu ke dunianya. Beberapa diantaranya berusaha membawa, dan yang lain menghalangi datangnya si Aqi. Hingga kesemuanya berusaha dalam kekuatan yang saling berlawanan. Antara membawa atau bertahan. Menyeret dan diseret. Serta saling berusaha tak ingin menyerah.

__ADS_1


Aqi berusaha menggetok mahluk serigala itu dengan benda sedapatnya. Apa yang bisa di raih itu yang dia pakai. Sebab mereka datang ke situ juga tanpa persiapan. Jangankan membawa senjata, menjaga diri saja hampir tak sanggup. Makanya apa yang bisa teraih itu yang merupakan senjata andalan. Andai saja ada AKThomson, atau genpi, tentu itu yang dia pakai. Tapi ini lain. Tak ada apa yang terpikirkan. Dan hanya keberanian yang diandalkan. Selain sisa-sisa kekuatan yang mesti dipakai buat bertahan.


Dan usaha yang sedikit itu berhasil. Aqi menggetok beberapa manusia itu sembari menghindari diri kalau ada penangkapan.


“Ayo terus lari!“

__ADS_1


Aqi yang kali ini menyeret Lalan. Diantara tangan-tangan dua manusia serigala lain yang tengah berjaga. Seraya kembali ingin menangkap kedua tawanan mereka itu. Kali ini lumayan sulit. Yang satu tertangkap saja sudah bisa membebaskan diri, apalagi sampai belum kena, bisa-bisa akan semakin lama lagi meeka mengejar nya. Tapi itu mesti dilakukan, kalau menghendaki keduanya kena. Dan bakalan dibawa ke dunia mereka untuk menjadi seperti mereka juga.


Dengan rasa takutnya Si Lalan berusaha mengikuti langkah Aqi. Sembari sempoyongan akibat belum siap menjalani semua itu untuk mengikuti tarikan tangan Aqi dan tetap berusaha sedapatnya menjaga keseimbangan tubuh.


Mereka terus saja menghindari tangkapan mahluk itu menuju ke arah yang sekiranya tak ada mahluk yang kesemuanya tengah kembali berusaha mengejar untuk menangkap dua orang takut itu.

__ADS_1


__ADS_2