Hutan Angker

Hutan Angker
Episode 36


__ADS_3

“Ayo kita segera pergi dari tempat ini,“ ujar Aqi yang merasa sudah puas memandangi tempat duduk yang sunyi dan tak ada satupun yang duduk di sana. Sementara mereka mau mencoba tak berani. Selain takut kualat, bisa jadi akan langsung di serang kalau ketahuan dan taka da ampun lagi untuk main seret-seret seperti sebelumnya, tapi langsung mai getok dan cakar menggunakan tangan-tangan kuat mereka yang begitu ganas dengan mempunyai senjata alami di tubuhnya itu. Selain senjata cakar dan gigitan maut, tentu tangan kekarnya yang sanggup menarik beban melebihi berat tubuh mereka ini, jelas menjadi pemikiran tersendiri kalau hendak mencoba melawan nya. Belum lagi ilmu lain yang dipunyai guna menyempurnakan nya sembari tinggal di kesunyian hutan demikian, bagaimana lagi kalau bukan untuk suatu maksud dan tujuan tertentu sehingga rela menahan lapar, menghindari keramaian dan selalu berhadapan dengan rasa dingin mencekam serta desau basah pepohonan hutan yang setiap saat akan mengganggu kesehatan mereka, jika tidak dibekali oleh sebuah kemampuan serta kelihaian khusus yang demikian hebat.

__ADS_1


“Benar mumpung mereka belum sampai kemari,“ ujar Lalan sembari celingukan memandang pintu dari yang sebelumnya mereka lewati itu. Disana juga nampak lengang. Dari sebelumnya tertutup sampai mata berkedip masih tetap sama. Lengang. Dengan pandangan dalam pemikiran mereka kalau para mahluk tersebut tengah kebingungan untuk mencari keberadaan mereka. Atau tengah menunggu kalau-kalau mereka akan kembali dan langsung main tangkap. Dan bisa jadi juga jika mereka tak mau masuk ke ruang aula besar tersebut dengan pengalaman sebelumnya yang selalu gagal menangkap kedua mahluk manusia ini. Dan hal demikian ini yang terpikirkan keduanya dengan rasa bimbang ragu dan kebingungan yang hebat guna menghadapi segala yang merintangi mereka kini. Dengan tak bisa melawan mereka. Selain kalahnya tenaga, juga menghadapi mahluk yang antara ada dan tiada demikian tentu tak bisa sembarangan orang yang sanggup melawan. Mereka-mereka yang mempunyai kelebihan khusus yang masih bisa menghadapinya. Atau mereka yang tirakatnya kuat dengan pantang dan puasa yang melebihi kekuatan manusia pada umumnya baru bisa menghadapi mereka.

__ADS_1


“Atau jangan-jangan justru mereka yang saat ini ada di sini sedang melakukan pertemuan agung. Sementara kita tak melihatnya. Sebab mereka termasuk mahluk halus.“ Hal itu langsung muncul dari pemikiran mereka. Saat menyadari hal aneh itu. Menyaksikan demikian luasnya tempat itu dengan tanpa ada hal yang kemudian terjadi. Sehingga bayangan mereka langsung menuju pada kisah-kisah mistis yang sering dialami banyak orang. Dimana pada suatu istana yang luas, para prajurit, punggawa kerajaan, hulubalang dan patih yang sedang menghadap raja berikut pengiringnya dengan tanpa dilihat oleh pendatang yang masih mempunyai daging di tubuhnya namun tak dapat melihat kemeriahan itu. Pada tatapan si pendatang demikian kosong. Namun kenyataannya, para mahluk halus itu sedang melakukan kegiatan rutin pada tiap-tiap waktu tertentu untuk melakukan pertemuan di paseban agung tersebut.

__ADS_1


“Ya sudah ayo kita pergi dan menuju ruang lain agar tak langsung di tangkap kita. “

__ADS_1


Mereka menuju tempat lain. Dengan tergopoh-gopoh dengan pikiran yang seakan-akan tengah berada pada sekeliling mahluk-mahluk aneh yang tengah menghadap dalam paseban yang misterius ini.

__ADS_1


__ADS_2