I Am: The Spy

I Am: The Spy
BE YOURSELF


__ADS_3

"Jangan pernah kamu mengira kamu itu tidak berguna, sampah, dan lain-lain. Kamu tetap adik kandung kakak yang asli, jangan dengarkan kata orang. Biar apa pun mereka mau buat pada kamu, tapi jangan pernah lupa siapa diri kamu sebenarnya", kata Nina membuat Nana makin merasakan dirinya.


Nana hanya menagguk. Nina kembali berbicara...


"Sekarang pergi ke ruangan kamu, di sana aku udah siapin 4 orang bodyguard khusus untuk kamu. Sempena hari pertama kamu di sekolah baru, ada juga hadiah-hadiah special", kata Nina membuat Nana gembira dan tersenyum bahagia.


Mereka lalu ke lantai 99 dimana ruangan itu berada. Sungguh terkejut dia melihat ruangan yang cantik dan dihiasi dengan chandelier dan juga beberapa barangan mahal dan eksklusif di ruangan itu. Nana tidak imaginasikan semua ini akan berlaku. Sebelumnya, bilik ini kosong dan biasa saja dan sudah lama dia tidak masuk ke ruangan tersebut.


"Semua ini khas untuk adikku yang comel ini...", kata Nina mencubit pipi Nana. Nana sangat gembira mendapat segalanya. Nana lalu melangkah masuk dan pergi ke meja kerjanya yang dihiasi cantik dan modern. Di atas meja itu terdapat 2 kotak.


"Buka kotak itu, di dalamnya ada hadiah lumayan mahal loh", kata Nina.

__ADS_1


Tanpa membuang masa, gadis itu lalu membuka kotak itu. Alangkah terkejutnya dia lagi melihat satu kotak berisi anting-anting dan cincin. Dan satu kotak lagi berisi kasut bertumit tinggi.


"Aku nggak akan beritahu harganya, tapi brand nya aja cukup untuk kamu ketahui. Cincin dan anting-anting ini dari jenama Dior. Kasut ini dari jenama Chanel", kata Nina sekali lagi.


Nana terkejut separuh mati kerana kakaknya sanggup membeli ini untuk adiknya. Sebelum ini, orang tua mereka yang akan membeli semua barangan seperti ini. Ini kali pertama Nana menerima sesuatu yang paling berharga dari kakaknya. Dia lalu berlari memeluk kakanya lalu mencium pipi kakaknya yang lembut itu.


"Jangan hilangkan dan pakai selalu ya... Ingat pesan kakak, dan satu lagi tolonglah Be Yourself. Jangan pernah kamu terluka dengan kata-kata kejam orang-orang yang menghina mu", kata Nina. Nana lalu mengangguk.


Nana masih terpegun melihat semua itu. Barangan mahal yang dibeli kakaknya mampu membuat segala kesedihan di dalam dirinya hilang begitu saja.


"Nyonya Nana, perkenalkan nama saya Jun, Yui, Weng, dan Min.Saya pelaku bodyguard sekaligus personal asisten nyonya", Jun memperkenalkan dirinya dengan berani.

__ADS_1


"Nyonya Nana, saya bodyguard sekaligus driver nyonya. Nama saya Yui", kata Yui dengan senyumannya yang menawan.


"Nama saya Weng. Saya penjaga ruangan nyonya sekaligus bodyguard nyonya", kata Weng dengan sopan santun.


"Saya Min. Saya bodyguard serta pemberi maklumat dari luar untuk nyonya", kata Min dengan berani.


Nana hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada mereka. Mereka juga sama menundukkan badan mereka dengan penuh hormat kepada tuan baharu.


"Nggak usah panggil saya nyonya Nana ya. Soalanya saya nggak nyaman, kita ngomong itu biasa-biasa aja ya. Tapi, jika diluar bisalah kalian memanggil saya begitu. So now, lakuin apa yang kalian mau. Sama seperti aku", kata Nana.


Mereka berlima hanya ketawa bersama bercampur dengan perasaan gembira.

__ADS_1


__ADS_2