I Am: The Spy

I Am: The Spy
PRIA MENCURIGAKAN


__ADS_3

Mereka semua melakukan pekerjaannya dengan baik. Latihan mereka selesai dengan sempurna dan tidak ada yang cedera. Ellen juga berpuas hati mereka menyelesaikannya dengan cepat. Mereka juga sangat aktif dalam latihan mereka setiap hari dan juga ketika training di Academy, mereka sangat handal dan tidak membazirkan masa dengan benda yang tidak berguna. Walaupun mereka tampak kecil dan tidak bertenaga, mereka yang menghina harus tahu tentang 'Don't Judge A Book By It's Cover'.


"Kalian kerrreennnn banget.... Aku sangat bertuah punya kalian di team aku", kata Ellen yang kini gembira dan melompat-lompat pada lantai yang sedang dipijaknya itu.


"Makasih ya Kak Ellen. Kami juga turut gembira mendengar itu", kata Fira yang sedang mengelap peluh-peluhnya.


"Oh iya, kalian mungkin akan memulakan mission besok", kata Ellen yang membuat mata anak-anak muridnya itu terbeliak.


Memulakan mission? Pasti maulah...

__ADS_1


"Kelas bersurai, kalian bisa istirahat secukupnya. Besok pagi jam 6 harus kumpul di pintu masuk utama Company. Jangan ada yang telat", pesan Ellen sebelum dia beredar pergi dari arena.


Mereka semua pun lalu keluar dari arena secara bersamaan. Mereka berlima berpisah ketika berada di dalam lif. Haris, Daniel dan Jake terus pulang ke rumah manakala Fira dan Nana ke cafe yang berada di lantai 3.


Sesampai Fira dan Nana disana, terlihat seseorang di ruangan itu terlihat mencurigakan. Dia memakai seluar jeans hitam dan baju hitam serta kaca mata hitam.


"Fi lihat itu, pria itu mencurigakan banget ya kan", kata Nana. Fira melihat pria itu yang sedang order minuman di counter.


"Jika masih di dalam siasatan, kenapa dia dibebaskan dari penjara? Kan dia biasa merayau kemanapun. Itu liat...", kata Nana yang sedikit kesal.

__ADS_1


"Nggak tau kenapa Na. Dia itu punya orang suruhan ramai juga dia itu ketua mereka. Dia mempunyai 3 biji rumah banglo besar di setiap daerah kota ini. Dan juga dia mempunyai beberapa Company Cincin Berlian besar-besaran di negara kita. Jadi apapun yang dia mau lakukan, terserah dia. Punya uang banyak gitulah", jelas Fira lagi.


Nana mendengar penjelasan Fira dengan teliti ingin mengetahui identiti pria mencurigakan itu.


Lalu gimana dia bisa masuk ke dalam Glassy Diamond? Apakah dia menyelinap masuk?


Malam telah tiba, Nana masih memikirkan tentang pria mencurigakan itu. Dan juga dia penasaran mission seperti apa yang akan dia hadapi besok hari. Karna sebelum ini, tiada mission yang harus dia pergi bersama orang lain selain kakaknya dan bodyguard Company.


Knock Knock Knock

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar Nana diketuk. Pintu terbuka dan memperlihatkan Nina yang kelihatan lesu dan masih letih. Dia masuk ke kamar Nana dan duduk di atas kasur yang sedang diduduki juga oleh Nana.


"Mikirin apa? Kenapa tidak tidur lagi? Besok kan ada mission pertama yang kamu akan lakuin sendiri kan...", kata Nina dengan suara lembutnya.


__ADS_2