
Mia yang melihat Yuri mempertahankan Nana langsung membuat Mia makin marah.
"Kamu nggak bisa hina dia kayak gitu, asal usulnya aja kamu nggak tau. Nggak usah menghina dia begitu, kamu nggak tau dalaman dia gimana...", kata salah seorang cowok yang berdiri dari kursinya, Jay.
"Tutup mulut mu, nggak usah ngajarin aku begitu!", bentak Mia dalam keadaan marah.
"Aku takut kalian akan terkejut dengan level aku sekarang ini", akhirnya Nana membuka suara.
Ketiga gadis itu hanya ketawa terbahak-bahak.
"Nggak tau diri, lihat aja dirimu membuat ku tahu kamu itu nggak ada nilai...", kata Mia di hadapan muka Nana.
Satu tamparan hebat diberikan pada pipi mulus Mia dari Nana. Hatinya terluka mendengar orang menghinanya begitu sekali lagi.
MIA!!, jerit Aisha dan Maya serentakmendekati Mia yang dalam kesakitan.
Yuri langsung mendekati Nana dan bawa dia ke tempat lain. Mereka berdua menaiki lif dan menuju ke lantai paling tinggi, lantai 100 iaitu Ruangan Pengarah.
"Kamu nggak apa-apa kan", tanya Yuri dengan khawatir.
__ADS_1
Nana hanya menangguk sebagai jawapan.
"Kamu.... Adiknya Pengarah Nina iyakan...", tanya Yuri sekali lagi dengan penasaran.
Nana hanya menangguk mengiyakan pertanyaan Yuri. Yuri sangat tidak percaya dengan itu.
"Aku udah kirain kamu ini adiknya Pengarah tapi masih ragu-ragu. By the way, aku Yurina. Panggil Yuri aja...", kata Yuri menghulurkan tangannya.
Nana langsung menjabat tangan Yuri lalu tersenyum. Lif terbuka dan mereka keluar. Yuri membawa Nana ke ruangan pengarah.
Knock, Knock, Knock
Yuri membuka pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh Nana. Tak disangka pengarah terkejut melihat mereka berdualah yang datang ke ruangannya. Nina lalu meletakkan pen yang dipegangnya dan langsung mendekati ke arah mereka.
"Apa khabar, pengarah? Pengarah Nina cantik banget hari ini...", kata Yuri sambil tersenyum.
"Khabar baik... Nggak usah pujiku begitu Yuri...", kata Nina dengan mukanya yang seperti kepiting rebus.
"Oh iya, kalian datang ke sini ada masalah apa?", tanya Nina
__ADS_1
"Nana dihina oleh Mia, Aisha dan Maya... Di hadapan semua orang di lantai 6", jelas Yuri.
Nina amat terkejut mendengar hal itu. Dia langsung memeluk Nana dan bertanya, "kamu nggak apa-apa kan...".
Nana hanya mengangguk sebagai jawaban. Nina menghela nafas lega.
"Makasih ya Yuri. Apa kalian mau sesuatu? Ayo ke rooftop...", ajak Nina. Nana dan Yuri hanya senyum menjawab pertanyaan Nina.
Tiba di rooftop, Nina belanja Yuri dengan santapan mewah yang lumayan mahal harganya. Yuri amat berterima kasih kepada Nina. Nana hanya tersenyum melihat melihat Yuri gembira.
"Oh iya, Mia hina kamu gimana? Dia berkata apa?", tanya Nina.
"Perkataan yang ku benci tu, kakak nggak usah hukum dia. Aku nggak apa-apa kok", jawab Nana dengan santai.
"Kamu baik banget... Pengarah Nina harus hukum Mia, biar dia tau langit itu tinggi atau rendah", kata Yuri yang tidak berpuas hati.
"Tenanglah Yuri... Nggak apa-apa kalau Nana bilang nggak usah hukum. Makanya aku nggak perlu ambil tindakan apa-apa", kata Nina. Yuri hanya menganggukkan kepalanya.
Malam sudah tiba, setengah dari pelajar di Glassy Diamond menginap di sebuah tempat yang seperi hotel. Kiranya seperti asrama untuk pelajar-pelajar itu. Setengah dari mereka pulang ke rumah masing-masing dan akan datang kembali ke company pada keesokan harinya.
__ADS_1
Di rumah Nana, ketiga-tiga penghuni itu sedang menikmati makan malam yang dimasak oleh Bi Mawar.