I Am: The Spy

I Am: The Spy
FLASHBACK NANA 1


__ADS_3

"Malam ini bibi mau masak kari, Nana bisa tolong bibi nggak nih?", tanya Bi Mawar.


"Bisa lah bi, semua Nana bisa buat", jawab Nana.


"Beneran nih bisa lakuin semua? Kalo gitu Nana aja yang masak malam ini...", canda Bi Mawar.


"Eh bi, nggak gitu maksud Nana. Maksudnya, Nana bisa tolong bibi apapun di dapur tapi bukan masak", jawab Nana dengan gugup.


"Iya, bibi bercanda aja. Ayo ke dapur sekarang", ajak Bi Mawar.


Nana dan Bi Mawar memasak kari bersama-sama sambil Nana juga ikutan belajar cara untuk memasaknya.


Nana menghidang kari dan makanan lainnya di atas meja. Kerja seperti ini sudah menjadi kebiasaan bagi Nana dan Nina menolong bibi mengerjain kerja rumah jika ada masa terluang. Bukan hanya membiarkan bibi membuat semuanya sekaligus.


"Bi, Nana panggil kakak ya...", ucap Nana sebelum naik ke lantai 2. Bi Mawar hanya mengangguk.


Knock, Knock, Knock


"Kak Nina ayo turun makan", ajak Nana.


Tetapi tiada sahutan apa pun. Nana langsung membuka pintu yang tidak terkunci itu memperlihatkan isi dalam kamar. Nina sedang tertidur pulas di atas katilnya kerana keletihan bekerja dari pagi hingga petang tidak henti.


"Kak, bangun kak. Ayo makan malam dulu...", ajak Nana yang membangunkan kakaknya yang keletihan itu dengan lembut.


"Iya... Apa Na?", tanya Nina yang bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Ayo makan, Nana tahu kakak enggak makan dari tengah hari kan. Kakak keletihan, ayo makan dulu", kata Nana sambil menarik tangan kakaknya untuk bangun dari katil dan turun ke bawah.


Nina langsung duduk di kursi dengan kelaparan melihat makanan yang dihidang di meja.


"Nina, jemput makan", kata bi Mawar yang membawa segelas air untuk Nina.


"Makasih ya bi", kata Nina. Dia langsung mengambil makanan dan makan seperti orang yang tidak makan 3 hari.


"Kak, makan itu pelan-pelan...", kata Nana yang melihat cara makan kakaknya itu.


"Gimana? Enak nggak?", tanya bi Mawar yang melihat Nina menikmati makanan itu.


"Hari ini extra enak bi, beneran ini bibi yang masak", tanya Nina dengan makanan yang penuh di dalan mulutnya.


"Ohhhh jadi ini....", kata Nina dengan nada ingin mengusik. Nina melihat adiknya itu dengan senyuman mengusik ingin mengatakan masakan adiknya itu enak.


"Nggak usah liatin aku gitu, kak....", kata Nana lalu menutup mukanya yang memerah.


Bi Mawar dan Nina hanya ketawa melihat tingkah adiknya itu.


Setelah mereka selesai makan, bi Mawar mencuci piring di dapur. Nina dan Nana pula berada di ruang tamu menonton televisyen.


"Kamu tinggal berapa hari lagi bisa sekolah", kata Nina dengan tiba-tiba meleraikan kesunyian antara mereka berdua.


APA?!

__ADS_1


"Beneran kak?", tanya Nana dengan teruja.


"Iya, sekolah itu udah siap binaan dan lain-lain semua. Di sekolah itu juga gunakan VIP Card. Tapi tidak sama ya dengan VIP Card yang digunakan di 5 Stars Palace", jelas Nina.


Nana sangat gembira dengan berita yang disampaikan oleh kakaknya. Nina juga tersenyum bahagia melihat adiknya senang bisa mendapatkan apa yang dia mahukan.


Tetapi senyuman Nana itu hanya sebentar saja. Lalu dia melihat kakaknya kembali.


"Kenapa? Apa kakak salah cakap?", tanya Nina dengan kerisauan.


"Di sekolah itu nggak ada cowok yang aku benci itu kan..", tanya Nana dengan nada sedih.


"Kenapa kamu bilang gitu? Kamu ingat akan apa yang dia lakuin ke kamu?", tanya Nina.


Nana hanya mengangguk dan berkata, "Aku nggak mau terlibat dengan semua kekerasan dan kejahatan itu lagi".


FLASHBACK NANA


Gadis berusia 11 tahun yang berada di belakang sekolah dikelilingi cowok-cowok yang bersedia membulinya. Matahari sudah ingin jatuh ke arah barat dalam masa beberapa minit lagi.


"Kamu itu kenapa sih? Hari ini nggak mau nangis ya?", tanya salah seorang dari mereka.


Gadis yang bernama Nana itu masih menahan air matanya dari jatuh mengalir ke pipinya. Dia melihat ke muka cowok-cowok yang berada di hadapannya. Ya, kesemua cowok itu usia sama dengan Nana.


"Aku nggak akan mengalirkan air mata ku sekali lagi untuk kalian yang tidak tahu erti bahagia", kata Nana.

__ADS_1


__ADS_2