I Am: The Spy

I Am: The Spy
MIA MENCARI MASALAH


__ADS_3

"Oh itu karna beberapa pelajar lagi tidak diluluskan ujiannya yang kelmarin. Jadi harini mereka akan mengambil satu lagi ujian. Posisi mereka akan jatuh ke bawah Top 9 jika tidak berjaya", jelas Ellen. Mia hanya mengangguk mengerti.


"Jadi harini, kalian bisa lakuin apapun yang kalian mahu. Hari pertama biasanya nggak banyak latihan, so enjoy!", kata Ellen lalu pergi meninggalkan mereka.


Nana yang melihat kepergian Ellen tiba-tiba terkejut ketika bahunya di tepuk dengan kuat. Nana lalu menoleh ke arah orang yang menepuknya itu, dia adalah Mia.


"Bisakah aku berbicara dengan mu sebentar?", tanya Mia dengan matanya yang seperti menghina penampilan Nana. Nana hanya menatap mata Mia dan berpaling ke arah si dia.


"Oh iya, tadi barusan kamu bilang kamu training itu 3 tahun ya? Lelucon apa itu, Nana... Apa kamu lupa diri ya?", tanya Mia dengan nada mencemooh.

__ADS_1


Nana hanya diam sambil menyilangkan tangan di bawah dadanya masih menatap muka Mia.


"Iya. Aku training selama 3 tahun dan itu bukan lelucon", jelas Nana. Tapi malah Mia ketawa dengan kuat menyebabkan yang lain melihat ke arah mereka.


Apa dia nggak kenal sama Nana? Enak aja ngomong gitu pada adik pengarah... Batin Fira yang sudah tidak suka melihat Mia berbuat begitu pada Nana, adik pengarah.


"Aku rasa kamu nggak cocok di sini, kamu bisa jadi penipu. Scammer lah biasanya, benar kan...", kata Mia lagi mengejek Nana kerana tidak percaya dengan semuanya. Posisi kedua, training 3 tahun? Mengarut semua...


"Kenapa kamu berikan raut wajah begitu padaku? Melihat ku begitu kenapa? Ada hati mau lawan dengan ku? Ha?", tanya Mia.

__ADS_1


Tapi Nana masih diam tidak melawan mahupun menjawab perkataan yang keluar dari mulut Mia. Sehinggalah Fira maju kepada mererka menghentikan perbicaraan antara mereka berdua.


"Mia, udah jangan lanjutin lagi. Kamu bahkan nggak tau apapun pasal Nana, jangan sesekali kamu suka untuk menghina dia", kata Fira.


Tapi kerana Fira menghalang Mia untuk berbicara lebih lanjut kepada Nana, Mia lalu menampar kuat pipi Fira membuatkan Fira berpaling ke arah kanan dengan cepat dan hampir jatuh ke lantai. Nana, Haris, Daniel dan Jake yang melihat itu tidak duduk diam, mereka langsung melangkah maju.


Daniel dan Jake terus mendekati Fira yang dalam kesakitan begitu juga dengan Nana yang berada di sampingnya. Tapi tidak untuk Haris, Haris terus menarik kuat tangan Mia dan bawa dia keluar dari arena. Nana juga bingung melihat itu, dengan rasa penasaran dia lalu mengikuti mereka berdua.


Haris membawa Mia keluar dari arena dan mengomeli Mia di balik dinding di lantai 98 itu. Nana mendengar percakapan mereka di balik tepi dinding melawan arah mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu menampar Fira? Dia tidak salah sama sekali, betul apa yang dia katakan. Kamu terus menerus menghina dan menjelekin Nana layaknya dia nggak bisa berada di tempat ini. Apakah kamu punya hati dan nilai kemanusiaan?", kata Haris yang membuat hati Mia terluka kerana dia berpihak pada orang lain.


__ADS_2