I Am: The Spy

I Am: The Spy
FLASHBACK NANA 3


__ADS_3

Nana dan Risa lalu duduk pergi dari kantin dan berjalan-jalan di sekeliling sekolah. Terdapat taman bunga, kolam ikan, tapak archery dan ruangan khas untuk para pelajar iaitu Games Room.


"Liat Na, apa ini sekolah atau apa sih. Ada games room lagi, keren banget...", kata Risa kepada Nana.


Nana hanya mendengar perkataan Risa dan tidak memberikan jawaban apapun, dia melihat ke dalam dari cermin kaca luar ruangan itu. Jika mereka berada di luar bermakna harus dekatkan muka ke cermin dan bisa liat apa isi dalam, begitulah apa yang Nana sedang lakukan.


Mereka berjalan lagi dan lagi sehinggalah masuk kembali ke kelas.


Setelah duduk di meja, Risa melihat cewek-cewek cantik tadi berada di meja mereka. Ketiga-tiga cewek itu duduk di tepi jendela secara berbaris. Risa mengenali mereka bahkan salah seorang dari mereka, ortunya sahabat lama orang tua Risa.


"Kenapa Ris? Kamu kenal ya sama mereka...", tanya Nana ingin kepastian.


Risa lalu menangguk.


"Salah seorang dari mereka, yang berada di tengah-tengah itu namanya Mia. Orang tuanya sahabat lama ortu aku", kata Risa.


Nana langsung terkejut mendengar Risa menyebut nama salah seorang cewek itu. Lalu dia ingat akan Mia lah orang yang menghinanya ketika berada di Glassy Diamond. Melihat muka Mia itu sudah jelas bagi Nana untuk mengenali dia.


"Yang berada di depan itu namanya Maya dan dibelakang Mia itu namanya Aisha. Tapi aku nggak sama sekali enak bercakap sama mereka, lagi-lagi duduk bersama. Nggak bisa...", kata Risa.

__ADS_1


"Kenapa nggak bisa? Mereka pernah hina kamu?", tanya Nana.


"Mereka itu emang suka jelekin orang, menghina dari segi pakaian. Kerana sakit mata lihatnya orang yang pake kayak gitu. Dia itu cakap aja udah bisa luka kan hati orang, nasiblah siapa yang terkena dengan mereka", jelas Risa.


Nana lalu memahami apa yang Risa jelaskan. Tidak akan sekali lagi dia bisa menghina Nana.


"Kamu beneran nggak kenal sama mereka? Ketiga cewek itu sama sekolah ketika kita SD dulu... Yang kamu pernah kena hina, pukul dan lain-lain...", kata Risa mengharapkan Nana ingat kembali apa yang pernah mereka lakukan padanya.


FLASHBACK NANA


"Jelek banget.... Nggak ada uang atau apa sih kau?", kata Mia kepada Nana yang ketika itu mereka masih SD. Berumur 9 tahun. Nana memakai baju yang sama dari tahun pertama dia masuk ke sekolah, kerana masih elok dan bisa digunakan.


"Kenapa kalian suka menghina aku? Apa aku harus mengenakan pakaian baru kayak kalian? Baju aku masih bisa digunakan dan muat sama sekali...", kata Nana yang sudah mengalirkan air matanya.


"MINGGIR KALIAN!!!!!", jerit Nana dengan kuat dan langsung berlari pergi.


Aisha, Maya dan Mia hanya melihat kepergiaan Nana dengan rasa tidak puas hati.


END OF FLASHBACK NANA

__ADS_1


"Kamu nggak ingat ya Na?", tanya Risa.


"Aku ingat. Dia juga udah hina aku sekali lagi di kemarin hari, kesal banget aku sama dia....", kata Nana menghela nafas dengan kuat.


"APA?!", jeritan terkejut Risa membuat beberapa pelajar melihat ke arah mereka.


"Perlahankan suara mu...", bisik Nana.


"Maaf...", balas Risa dengan bisikan juga.


Tiba-tiba seseorang berbicara.


"Eh kalian, bisa perlahankan suara nggak? Berisik banget", kata Mia.


"Eh kau juga Mia, gosip aja kerjanya. Lebih baik kamu buka buku baca aja dari terus bergosip gituan menambahkan dosa aja bukannya pahala", balas Risa membuat Aisha dan Maya terkejut dengan apa yang dikatakan dia.


Mia lalu berdiri dan pergi ke arah mereka.


"Kamu nggak usah ajarin aku gituan, apa kamu ingat aku nggak tau bedain dosa dan pahala. Cakap aja udah pura-pura tau, apa kamu ingat teman mu ini baik banget ya? Ajar dia dulu sebelum aku, mudah-mudahan dia duluan mendapat hidayah daripada kamu", kata Mia sambil menolak kepala Nana dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


Risa lalu berdiri dan menampar pipi Mia itu kerana berani menolak kepala Nana begitu. Tepat pada masa itu, Haris, Daniel dan Jake masuk ke kelas.


"Ada apaan ini?", tanya Haris.


__ADS_2