I Am: The Spy

I Am: The Spy
DISOAL


__ADS_3

Risa telah berjaya mengambil alih perhatian mereka. Mereka semua keluar dari bangunan dan pintu kaca besar sudah dibuka. Semua pengunjung juga turut keluar menyebabkan kekacauan besar.


Dari rooftop bangunan sebelah Rings World, Ellen sudah sedia dengan senapangnya. Lalu dengan satu tembakan, terkena pada kaki William yang sudah di tembak oleh Daniel tadi.


"Akan lumpuhlah kaki mu William", kata Ellen.


Mereka yang lain sudah tidak bisa melanjutkannya lagi, dan juga ada yang cedera akibat berlawan dengan orang suruhan William. Mereka lalu bergegas menaiki mobil yang sudah disediakan oleh Glassy Diamond di belakang bangunan itu.


Setibanya di Glassy Diamond, Daniel, Haris dan Fira cedera parah. Sedangkan Nana, Mia, Jake dan Risa tidak apa-apa. Hanya cedera ringan di kulit mereka.


"Bagaimana bisa jadi gini sih? Kalian cuai...", kata Ellen yang sedang mengobati luka di siku Risa dan seperti ingin memerahi mereka tapi berpikir jika lebih bagus pengarah aja yang lakuinnya.


"Maafkan kami kak...", kata Nana sambil menundukkan kepalanya.


"Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada pengarah. Kamu juga nggak usah menyesal karna semuanya udah jadi...", balas Ellen.

__ADS_1


Kemudian selepas Ellen selesai mengobati luka mereka, Pengarah masuk ke ruangan yang mereka berada di lantai 12 iaitu ruangan UKS. Emosi Nina sekarang ini seperti sangat marah pada mereka karna misi pertama mereka hancur begitu saja.


"Pengarah...", kata Risa yangn menyadari kehadiran Nina lalu berdiri tunduk hormat pada pengarahnya itu.


"Apa yang sudah terjadi? Hm?", tanya Nina yang meletakkan beg tangannya dengan kasar di atas meja.


Semua yang ada disana senyap dan tidak bersuara.


"Nobody? Nobody knows what happened?", tanya Nina lagi tapi kali ini sedikit meninggikan suaranya.


"Apa yang kalian telah lakukan ini sangatlah teruk sehinggakan apabila aku mendapat makluman ini...", dengan marah Nina tidak mau lagi menyambung perkataannya kerana amarahnya kini terlalu marah pada mereka.


"Kak, maafkan kami ya. Kami cuai ngerjain misi dengan benar...", kata Nana dengan rasa bersalah.


Nina yang mendengar suara adiknya itu langsung menoleh ke arah suara itu. Terlihat adiknya dengan mata andalan puppy eyes nya mengharapkan kakaknya itu memaafkan team mereka.

__ADS_1


"Aku maafkan kalian tapi jelaskan padaku bagaimana misi ini boleh gagal? Beritahu aku...", kata Nina.


Daniel yang mendengar itu terkejut tapi Mia hanya diam. Daniel sudah berasa takut walaupun bukan dia yang menyebabkan semua itu.


"Beritahu aku.... SEKARANG!!!", dengan amarah yang mendadak sekarang. Nina tidak puas hati dengan mereka semua.


"Tiada sesiapa yang tahu kenapa bisa gagal? Hah?", tanya Nina lagi.


"Pengarah, aku hanya bisa menyatakan orang yang tidak bersalah. Iaitu Jake, Fira, Risa, Haris dan Nana. Orang yang pergi ke ruangan pantauan CCTV mungkin membuat kesalahan disana karna orang suruhan William mengetahui keberadaan kami disana melalui sistem CCTV", jelas Daniel yang pertama bersuara.


"Ouh, gitu ya. Baiklah aku faham, jadi sekarang ini beritahu aku siapa yang mengerjakan misi di ruangan pantauan CCTV? Aku tidak akan memberikan hukuman yang berat, tapi kalian semua harus menjalani hukuman yang akan aku beritahu. Walaupun yang lain tidak bersalah", kata Nina.


"A-Aku.. Aku yang berada di ruangan pantauan CCTV. Dan aku mohon padamu untuk menghukum aku saja karna aku yang bersalah", kata Daniel.


"Ouh. Benarkah pernyataan kamu itu Daniel? Kamu pelajar Top 9, tidak mungkin sanggup melakukannya secara sengaja kan", kata Nina yang mendekati Daniel yang sedang duduk di atas kasur UKS.

__ADS_1


__ADS_2