I Am: The Spy

I Am: The Spy
TAMPARAN KEDUA DARI MIA


__ADS_3

Hari esoknya telah tiba. Nana mengenakan baju berwarna pink muda dan seluar jeans hitam dan dia juga mengenakan hadiah yang diberikan kakaknya semalam. Nana lalu ke dapur dan join breakfast bersama dengan Bi Mawar dan Nina.


"Nana, kenapa kamu mengenakan baju biasa? Kamu harus pake baju yang sekolah 'kan", kata Nina.


"Lah masa sih? Kelmarin boleh aja pake baju biasa, kok hari ini nggak boleh?", tanya Nana dengan kebingungan.


"Kakak udah siapin baju kamu di dalam lemari, kok nggak liat sih?", kata Nina lalu minum seteguk air teh yang dibikin oleh Bi Mawar.


"Pergi tukar, kamu nggak bisa seenaknya pake baju biasa", kata Nina sekali lagi dan Nana berdiri lalu masuk ke kamarnya untuk menyalin baju.


Nina dan Nana sudah bersiap-siap untuk keluar dari rumah. Mereka sama-sama mengenakan pakaian yang cantik dan menawan.


NANA'S OUTFIT



__ADS_1


NINA'S OUTFIT




Mereka berdua lalu keluar dengan mobil yang dipandu oleh driver Nina. Nana dihantar ke sekolah lalu Nina pergi ke Glassy Diamond.


Tiba di kelas lalu gadis itu duduk di sisi Risa yang tiba duluan dari dia.


"Wah, cantik banget kamu hari ini Na...", puji Risa yang membuatkan muka Nana seperti kepiting rebus.


"Enak aja anak baru, semua boleh buat di sini", tiba-tiba Mia bilang sesuatu membuatkan Nana dan Risa melihat mereka. Di dalam kelas hanya beberapa orang sahaja yang ada. Yang lain belum tiba termasuk Haris, Daniel, dan Jake.


"Tak sedar diri dia itu, mungkin bajunya juga bukan yang baru", kata Maya membuat mereka bertiga ketawa. Tapi tidak untuk Nana dan Risa.


Kali ini, Nana tidak berputih mata menerima segala kata-kata kejam mereka. Malah, Nana membalas kembali semua kata-kata itu.

__ADS_1


"Semua pernyataan kalian itu salah semua. Kalian tidak ada hak ke atas aku, menghinaku sesuka hati kalian. Jika kalian tahu siapa identiti ku, pasti kalian akan melutut di depan ku dan mata semua orang", kata Nana yang membuatkan Risa terkejut dan tentu saja Mia juga.


Tepat pada masa, Haris tiba bersama yang lain. Mia berdiri dari kursinya tqnpa menyedari ada orang di depan pintu kerana dia hanya memerhatikan Nana yang menbalas percakapannya.


"Jangan sampai penampar aku hinggap ke muka kamu, bicara sekali lagi dan aku akan membuat baju mu koyak dan mulutmu berdarah", warning Mia kepada Nana yang melihat tajam ke arahnya.


Malah Nana hanya memandang sinis Mia lalu melihatnya dari atas hingga bawah, memerhatikan pakaiannya.


"Pergilah dari sini, apa hidup mu nyaman bisa menghina orang sesuka hati kamu?", sekarang Nana langsung berdiri dari kursinya memandang Mia seperti ingin mencengkam dia.


"Kamu harus melihat diri kamu dulu. Tidak semestinya luaran baik dalaman juga baik, ada kalanya ia terbalik. Luaran aja nampak baik, tapi dalaman itu busuk kayak selokan", setiap perkataan yang keluar dari mulut Nana menggores hati Mia yang panas.


"Hebat ini cewek...", bisik Daniel kepada yang kedua rakannya dan mereka masih berada di pintu masuk.


"Berani amat kamu menghina aku...", kata Mia dengan suara lirik ke Nana lalu memberikan sesuatu...


PLAAKKKK!!!

__ADS_1


Satu tamparan kuat diberi ke pipi Nana dan Nana hampir terkena bucu meja yang berada di belakangnya. Risa sontak berdiri diikuti oleh Maya dan Aisha juga.


__ADS_2