
Nana menonton televisyen, tetapi mood nya hilang. Dia tidak rasa senang hanya menonton televisyen.
"Kayaknya perut ku harus di isi lagi nih, ambil snack aja...", kata Nana kepada dirinya dan berjalan ke dapur mengambil makanan ringan yang diingkannya.
Tapi setelah dua tiga mulut makanan itu masuk ke mulut, Nana tidak berpuas hati lagi. Dia tetap bosan. Nana langsung berdiri lagi dan berjalan ke dapur mengambil minuman di dalam tin (SODA).
Setelah beberapa tegukan, dia merasa sedikit nyaman. Tetapi tidak dengan apa yang dia lihat. Nana menukar siaran tetapi nihil nggak ada yang enak untuk ditonton. Dia mengeluh bosan dan kesal. Dia sedikit menyesal tidak ikut kakaknya ke company sebentar tadi.
Aku nggak bisa suruh driver datang sekarang, mungkin sekarang baru aja tiba di company. Tunggu bentar aja lagi...
Gumam Nana di dalam hatinya.
10 minit telah berlalu. Snack dan minuman soda nya sudah habis. Nana kekenyangan dan malas untuk bergerak. Walaupun apa yang ditunjukkan di televisyen itu rancangan yang dia tidak suka. Nana langsung berdiri masuk ke kamar menyiapkan diri dan mesej driver untuk mengambilnya di rumah. Nana memakai hoodie biru serta jeans yang longgar. Lalu, dia turun ke bawah ingin bertemu dengan Bi Mawar.
__ADS_1
"Bi... Ak-", Nana dihalang oleh Bi Mawar ketika hendak memberitahu sesuatu.
"Lantai ini basah, nanti kamu jatuh. Mau bilang apa?", tanya Bi Mawar.
Nana menjelaskan yang dia hendak pergi ke company. Bi Mawar hanya mengangguk setuju 'baiklah'. Nana lalu pergi.
Driver sudah tiba di hadapan pintu rumah bersama dengan 2 orang bodyguard lelaki memakai kaca mata hitam.
Ketika dia ingin menaiki lif, ada 3 orang gadis berdiri di belakang mereka. Menatap Nana dengan tatapan yang menjijikkan. Seakan-akan Nana itu tidak layak berada di company itu. Mereka lalu masuk ke dalam lif selesai sahaja pintu lif dibuka. Tapi malah salah seorang dari mereka menolak Nana masuk ke dalam lif itu hingga jatuh menyebabkan tangan Nana terluka terkena lantai lif yang tebal ketika seimbangkan badannya yang terjatuh. Nana bangkit dan menekan button untuk ke tingkat 6 seperti tiada apa-apa yang terjadi. Ketiga-tiga gadis tadi hanya mengikuti kemana Nana pergi sehinggalah salah seorang dari mereka bercakap...
"Eh, kamu itu siapa sih? Apa tidak boleh perbaiki penampilan mu?", tanya salah seorang dari mereka, Aisha.
__ADS_1
"Mungkin dia ini pelajar baru... Tapi nggak tahu caranya berdandan dengan betul. Glassy Diamond hanya ambil pelajar yang berbakat loh, bukan kayak kamu", kata gadis yang berada di sebelah Aisha, Maya.
"Nggak sedar diri mendaftarkan dirinya di sini, bahkan mungkin kamu bakatnya juga nggak ada", ejek gadis yang berada di antara Aisha dan Maya, Mia.
Mereka ketawa tidak henti tapi Nana langsung tidak mempedulikan apa yang mereka katakan. Ia membuat Mia lagi marah kepadanya.
Tiba saja di lantai 6, Nana dan gadis-gadis itu keluar dari lif. Tiba-tiba Mia bertepuk tangan dan membuat semua pelajar di tempat itu tertumpu padanya.
"Lihat nih guys, gadis nggak sedar diri... Ada hati dia masuk ke company kita", semua yang ada di tempat itu diam tak berkata melihat cara Mia berkata begitu kepada Nana. Tanpa tahu asal usul.
"Eh, kami nggak suka liat pelajar yang selekeh kayak kamu. Lagi-lagi pakaian kamu nggak ada brand sama sekali", kata Maya.
"Tepat sekali Maya, pakaian kayak gini nggak membuat orang tertarik loh dengan kamu. Kenapa sih kamu polos banget? Kamu itu berada di level berapa?", tanya Aisha tanpa ragu-ragu.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang gadis berdiri memakai blouse berwarna link serta jeans berwarna hitam pekat, Yurina.
"Sudahlah kalian...", kata Yuri kepada gadis-gadis itu.