I Am: The Spy

I Am: The Spy
AM I GONNA DROP?!


__ADS_3

Setibanya di hadapan komputer miliknya, dia terus membuka fail-fail pelajar baharu di Academy Glassy. Nana juga bisa melakukan sedikit pekerjaan kecil kakaknya seperti merekodkan waktu bermulanya jadwal pelajar. Tapi sekarang tidak ada mood lagi untuk ngerjain tugas itu.


Tapi tiba-tiba saja Nana terlihat ada beberapa fail-fail pelajar Academy yang telah lulus dan sudah di daftarkan sebagai pelajar tetap di Glassy Diamond. Terlihat nama Nana yang masih berada di tempat pertama. Sementara namanya tidak turun ke posisi 2 kebawah, ia akan baik-baik saja. Tapi jika namanya turun, siapa yang menempati tempat pertama akan disiasat sendiri olehnya. Apakah orang sebegitu layak mengambil alih posisi pertama olehnya.


Ttok Ttok Ttok


Kedengaran pintu ruangannya Nana diketuk, langsung dia mengizinkan orang itu untuk masuk ke dalam ruangan.


Terlihat Jun dan Min yang masuk ke ruangannya. Nana merasakan ada sesuatu yang aneh, akan berlaku sebentar lagi. Mereka berdua mendekati posisi Nana.


"Nana, Pengarah Nina menyuruh kamu untuk ke ruangannya. Ada perkara penting hendak dia beritahu", kata Min.


"Dan juga Nana harus mengemas kini versi terbaru semua yang kena mengena dengan Glassy Diamond. Selebihnya Pengarah Nina yang uruskan bersama Tuan Khai", sambung Jun.

__ADS_1


Nana hanya mengangguk lalu mengemas kini versi terbaru yang ada kaitannya dengan Glassy Diamond. Sementara menunggu prosesnya kemas kini selesai, Nana maju ke ruangan Nina di lantai 100.


Setibanya di sana, Nana hanya masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk pintu memperlihatkan kakaknya yang terkejut dengan aksi orang yang membuka pintu itu. Nina tidak marah sama sekali kepada adiknya kerana mungkin dialah yang membuat adiknya murung seperti itu.


"Min bilang kakak ingin mengatakan perkara penting kepada aku, apa perkara itu?", tanya Nana yang dengan tidak hormatnya terus duduk di kursi yang berhadapan dengan kakaknya.


"Sebelum itu, kakak mau nanya. Apa kakak nyakitin hati kamu, apa kakak tersalah cakap? Atau yang lainnya?", tanya Nina dengan kerisauan.


"Okey cukup, cukup. Kakak minta maaf tentang itu, okay?", kata Nina yang mengetahui yang adiknya tidak marah tapi sekarang malah mengusik pula.


Nana hanya bisa ketawa kecil melihat tingkah kakaknya yang seperti anak kecil.


"Moving on. Okay kakak akan jelaskan perkara penting itu sekarang juga...", kata Nina dengan nada serius.

__ADS_1


"Baiklah", jawab Nana yang sudah ada api yang membara di matanya ingin mengetahui apa yang sangat penting itu.


"Selesai sahaja kamu mengemas kini semua sistem, semuanya termasuk fail-fail pelajar di Academy Glassy. Bermakna posisi kamu juga kemungkinan besar bisa diubah dari Top 1 kebawah", jelas Nina.


Adiknya yang mendengar itu sudah membeku menjadi batu lalu pecah mendengarkan hal itu.


"APA?!", Nana masih tidak percaya dengan penjelasan yang dikatakan kakaknya tadi.


"Ada beberapa pelajar yang akan berada di posisi teratas. Kakak juga dengar sebahagian dari mereka adalah classmate kamu", kata Nina.


"APA?!", tidak percaya lagi dan lagi dengan apa yang dikatakan oleh Nina. Juga classmate Nana?!


Classmate aku? Kira-kira siapa ya? Apakah Mia dan dua ekor monyet itu?

__ADS_1


__ADS_2