
Daniel lalu pergi ke arah tv yang ada di hadapan mereka. Pantauan CCTV disana sangat ketat, terlihat banyak CCTV di setiap laluan dan ruangan. Tanpa membuang masa, Mia yang selesai dengan suntikan pada dua orang pria itu langsung mendekati Daniel.
Mia mematikan satu persatu dari semua CCTV di laluan yang akan mereka lalui. Setelah itu, Mia menyambungkan sistem masa pada CCTV itu kepada hpnya. Selesai saja misi mereka, CCTV akan kembali berfungsi secara manual pada hpnya Mia.
"Semuanya sudah selesai, kalian bisa maju sekarang", suara Daniel didengari oleh semua ahli mereka dengan menggunakan alat pendengaran telinga. Khas dibikin untuk pelajar tertinggi yang tidak akan menjadi pelajar lagi selepas misi mereka ini selesai dan berjaya.
"Baiklah, aku mengerti", respon Haris dan Nana lalu mengikuti Haris ke lantai atas menaiki tangga.
"Kenapa tidak gunakan lif aja, kan lebih mudah", tanya Nana.
"Jika kita menggunakan lif, kemungkinan besar di dalam sana juga terdapat CCTV yang tersembunyi. Kapan saja kita boleh tertangkap", jawab Haris.
Mereka telah sampai di lantai tujuan mereka iaitu disana terdapat ruangan peribadi William Aditya. Nana masuk dengan cepat ke dalam ruangan itu dan langsung menuju ke komputer di atas meja. Sambungan pen drive milik Nina akan disambungkan terus ke sistem Glassy Diamond.
__ADS_1
...•QOURI DIAMOND RING•...
...|///////////// |39%_100%...
"Lambat banget, cepatlah...", Nana sekarang yang sangat panik saat sistem yang bertindak dengan perlahan.
"Bertenanglah, jangan menunggu dia. Tenangkan fikiran mu, jangan panik", kata Haris yang coba menenangkan Nana yang sedang takut jika ada orang yang mengetahui tentang mereka.
Sementara itu...
Di ruangan pantauan CCTV...
"Bentar dulu. Mia, apakah kamu mematikan CCTV di dalam ruangan William?", tanya Daniel yang tiba-tiba saja teringat akan itu sangat panik dan khawatir sekarang akan Haris dan Nana yang sudah memasuki ruangan itu.
__ADS_1
Tapi Mia tetap diam dengan pertanyaan Daniel. Dia tidak mahu menjawab apapun.
"Mia, jawab aku!", kata Daniel menaikkan sedikit suaranya untuk menyedarkan Mia yang mungkin berada di dalam dunia halunya.
"MIA!!", sangat ini Daniel sangat marah. Mia bukanlah boleh dipercayai 100%, apatah lagi dia menyukai Haris sejak dulu. Dan sekarang, Haris bersama dengan Nana sedang menjalankan misi di ruangan William.
"APA?!", jawab Mia yang marah akibat jeritan Daniel yang memanggil dia.
"Jawab pertanyaan aku sebelum aku-", kata-kata Daniel dipotong.
"Sebelum kamu apa? Menampar aku karna aku lakuin semua ini?. Baiklah aku akan jujur sama kamu, iya benar aku tidak mematikan CCTV di dalam ruangan William. Aku mahu Nana dimarahi oleh Pengarah Nina karna tidak menjalankan misi dengan benar. Apatah lagi kamu tahu kan, dia sekarang bersama dengan Haris di dalam ruangan itu. Aku mahu orang-orang menanggap dia tidak pantas berada di Glassy Diamond...", kata Mia yang membuat Daniel semakin marah.
Daniel langsung pergi ke arah tv yang menunjukkan CCTV di dalam ruangan yang diduduki oleh Haris dan Nana sekarang ini. Terlihat Haris sedang menggosok belakang Nana, pikiran Daniel sekarang mungkin Nana tidak senang atau tidak sedap hati. Mia makin panas melihat apa yang ditunjukkan pada skrin itu.
__ADS_1
"Berikan aku ponsel mu...", kata Daniel berpaling badannya lalu mendekati Mia mengulurkan tangannya.