I Am: The Spy

I Am: The Spy
ATTENTION


__ADS_3

Keesokan paginya, Nana tidak berikan ucapan selamat pagi maupun selamat jalan kepada Bi Mawar dan kakaknya. Dia terus keluar lalu masuk ke mobil untuk ke sekolah dipandu oleh Yui, drivernya. Dia hanya bersarapan dengan sekotak susu coklat.


Tiba saja di sekolah, Nana lah orang keempat yang tiba di sekolah. Terdapat Haris, Daniel dan Jake sudah di dalam kelas. Hanya Nana seorang saja cewek di dalam kelas pada saat itu.


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kelas menjadi pelajar kelima yang tiba iaitu HENRY. Nana sangat membencinya sehingga kan sekilas pandang sahaja pada dia. Henry mendahului Nana lalu pergi pada tempat duduknya yang berada tepat di sisi Jake.


"Selamat pagi semua", sapa Henry kepada ketiga cowok itu.


"Selamat pagi", sapa Daniel.


"Selamat pagi", sapa juga Jake kepada dia.


"Pagi...", sapa Haris dengan nada dingin seperti biasanya.


Nana yang berada di depan hanya mendengar mereka berbual. Akhirnya Nana membuat keputusan untuk memasang earphone dan mendengarkan lagu sambil menyiapkan sedikit lagi tugasan Maths yang belum dia siapkan.


"Oh iya, kalian udah sarapan belum?", tanya Jake yang sekarang perutnya berbunyi terus.

__ADS_1


"Aku sudah makan", balas Daniel.


"Kamu pasti udah kan Ris. Kalo gitu siapa yang mau temenin aku ke kantin sebentar?", tanya Jake dengan nada semangat.


Tapi tiada siapa yang ingin teman dia ke kantin.


"Daniel, teman aku dong. Laper ini, sarapannya belum lagi pagi ini", ajak Jake dengan nada seperti seorang lelaki meminta bantuan untuk makan. Fake Cry.


"Nggak mau... Malas jalan soalnya", jawab Daniel dengan malas.


"Ris aja, ayo Ris. Temen aku, plisss....", ajak Jake dengan mata puppy andalannya.


Tiba-tiba saja Henry bangun dari kursinya membuatkan Daniel melihat ke arahnya.


"Kenapa Henry? Ada apa?", tanya Daniel dengan pelik melihat Henry yang tiba-tiba sahaja berdiri.


"Bentar aja, aku mau jumpa dia", jawab Henry menunjukkan jarinya ke arah Nana.

__ADS_1


"Oh Nana ya", kata Daniel.


Henry hanya mengangguk betul. Lalu dia melangkah kaki menuju ke mejanya Nana. Dia sangat pasti itu Nana yang dulu dia buli sewaktu SD, dia ingin mendekati Nana semula.


Ttuk Ttuk *ketukan meja yang dibuat oleh Henry.


Tapi tetap saja attention Nana pada bukunya. Dia juga tidak dengar apa-apa kerana suara besar yang dibuka di hpnya. Tapi Henry dengan kasar menarik salah satu earphone yang ada di telinga Nana lalu duduk di tempatnya Risa. Daniel hanya melihat kelakuan kasar Henry pada Nana.


Akhirnya dia mendapat attentionnya Nana, tapi emosi Nana tidak begitu baik melihat dirinya.


"Kamu mau apa?", tanya Nana dengan dingin.


"Mmmm.... Aku mau.... Kamu", jawab Henry dengan senyuman. Daniel yang melihat dia semakin pelik, adakah Henry menyukai Nana?


"Aku sibuk ngerjain tugas, kembali ke tempat mu", usir Nana. Tapi Henry tetap aja dengan senyumannya pada Nana.


Tapi dia semakin menjadi-jadi, Henry malah memegang sedikit rambut Nana yang lembut itu dengan jari telunjuknya dan membawa ke hidungnya untuk bau yang wangi dari rambutnya Nana. Tapi Nana tau dia akan dihina kembali sama orang yang dibencinya ini. Dia lalu menepis tangan Henry lalu berdiri keluar dari kelas.

__ADS_1


Daniel yang melihat itu menatap tajam Henry yang berkelakuan aneh.


__ADS_2