I Love You Pak Polisi

I Love You Pak Polisi
Bagian 11


__ADS_3

Happy Reading


"Anak kecil" Aku dan Ryan.


"Anak siapa Yan malem-malem begini depan rumah aku" Aku


"Ga tau Sa, ayo turun kita bawa anak itu" Ryan


"Ntar kalo itu anak ternyata buat pancingan orang jahat gimana" Aku


"Nisa ya Allah, aku kan polisi. Udah tenang ayo turun, kasian dia nangis" Ryan.


"Ya udah ayo, tapi kalo ada apa-apa kamu lo ya yang tanggung jawab" Aku


"Iya sayang bawel" Ryan.


Ryan sudah turun dari mobil sementara aku masih diam bingung mematung karena di panggil sayang, dan hal itu membuat jantungku seperti kembali berolahraga maraton.


Ryan mengajak anak tersebut masuk kedalam mobil dan melajukan mobil pajero sport miliknya ke teras rumahku.


"Ayok turun" Aku.


"Eh udah pulang non" Bi Yati.


"Iya bi, Yan kamu masuk dulu sama ini anak tunggu di ruang tamu biar aku bangunin Osi" Aku


"Oke" Ryan.


"Osi bangun woi, buruan udah sampe rumah kita" Aku.


Osi pun terbangun dan berjalan dengan mata merem dia melangkah menuju kamarku.


Sementara aku duduk bersama Ryan dan anak tersebut. Bi Yati mengambilkan kami minum.


"Sayang jangan nangis dong, nanti tante ikutan sedih dan bingung" Aku


Namun anak tersebut tetap menangis.


"Jangan nangis ya, disini ada om sama tante. Nama kamu siapa adek cantik" Ryan.


"Nama aku T.. ttesaa om" Tesa.

__ADS_1


"Kamu ngapain sayang malem-malem diluar gini, orangtua kamu pasti nyarien?" Aku.


"Mama jahat" Tesa


Aku dan Ryan saling menatap dan mengerutkan kening.


"Jahat kenapa dek? " Ryan.


"Ga tayang sama tesa, tesa dipukul trus di tubit" Tesa sambil terisak.


"Kamu kabur dari rumah sayang? " Ryan.


"Aku tadi sama mama, terus kata mama disuruh disini dulu nanti mama jemput tapi ga dijemput dari tadi" Tesa.


"Umur kamu berapa sayang? " Aku


"3 tahun tante" Tesa.


Bi Yati datang membawakan minum,


"Diminum dulu non, mas" Bi Yati.


"Bibi siapkan 2 kamar tamu ya bi sama baju ganti ukuran anak ini di lemari stok barang toko " Aku


"Baik non" Bi Yati.


"Iya udah aku paham, aku ambil baju dinas aku untuk besok bentar di mobil" Ryan.


"Baik lah" Aku.


"Sudah selesai non" Bi Yati.


"Makasih ya Bi, bibi langsung tidur aja. Besok pagi bikin sarapan banyak ya bi. Soalnya nambah anggota" Aku


"Baik non" Bi Yati.


Ryan masuk dan membawa seragamnya.


"Ya uda yok ke kamar, Tesa ikut tante Ya" Aku.


"Iya tante" Tesa.

__ADS_1


Sementara Ryan hanya diam di sofa.


"Ryan, kamu mau tidur disini. Ga mau dikamar" Aku


"Kirain cuma ngajak Tesa doang Sa" Ryan.


"Hehh pak polisi aneh" Aku.


Akupun berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tamu


"Ini kamar kamu Yan, aku disebelah sama Tesa" Aku.


"Ga sama-sama kita" Ryan sambil tertawa.


"Hidih ngarep, dasar mesum" Aku


Ryan tertawa dan masuk kamar begitupula aku.


"Tesa sayang cuci muka dulu, gosok gigi, cuci kaki sama cuci tangan ya" Aku


"Iya tante" Tesa.


Akupun membersihkan tubuh Tesa setelah itu menggantikannya dengan baju yang telah disiapkan oleh Bi Yati.


"Tesa kamu tidur dulu, tante mau gantian cuci muka gosok gigi" Aku


"Baik tante" Tesa.


Akupun membersihkan bekas make up ku dan menggosok gigi serta mencuci muka serta kaki, setelah itu aku keluar kamar mandi.


"Loh sayang kok belum bobok? "Aku


"Tesa nunggu tante, Tesa pengene bobok dipeluk tante. Tesa ga pernah bobok sama mama dan dipeluk mama" Tesa


Ya Allah kasian sekali Tesa, semoga orang tuanya lekas menyadarinya batinku.


"Ya udah ayok sayang" Akupun membaringkan tubuhku dan memeluk Tesa untuk tidur.


Like


Komen

__ADS_1


Tambahkan ke dalam daftar favorit


Thanks ❤


__ADS_2