I Love You Pak Polisi

I Love You Pak Polisi
Bagian 30


__ADS_3

Happy Reading


Hari ini adalah hari anniversary pernikahan Ryan dan Annisa yang pertama, dan sekarang Annisa sedang hamil 8 bulan. Annisa berencana membuat kejutan untuk suaminya dengan datang ke kantor polres dimana suaminya bertugas untuk mengajak suaminya berkunjung di salah satu panti asuhan.


"Selamat pagi bee" Ryan.


"Selamat pagi juga sayang" Annisa.


Ryan pun duduk di kursi menjadi makan bersama Tesa.


"Mas, maaf ya cuma masak nasi goreng buat sarapan. Soalnya tadi bangunnya kesiangan" Annisa.


"Iya gapapa sayang, apapun masakan kamu buat mas itu tetep enak, iya kan Tesa sayang" Ryan.


"Iya pa, betul sekali" Tesa.


"Yaudah ayok kita sarapan, habis sarapan nanti papa anterin Tesa tempat nenek" Ryan.


Selesai sarapan pagi, Ryan dan Tesa pun berpamitan untuk pergi.


"Sayang, mas berangkat dulu ya" Ryan.


"Iya sayang, Hati-hati dijalan" Annisa.


"Kalau mau pergi-pergi suruh anter supir, mas ga mau ya kamu nyetir sendiri. Jangan lupa susunya diminum terus makan tepat waktu" Ryan.


"Siap komandan" Annisa.


Ryan pun berlutut mencium perut Annisa "Dede jangan nakal diperut mama, baik-baik ya dedek" setelah itu Ryan mengecup kening istrinya dan tak Annisa lupa mencium tangan Ryan.

__ADS_1


Setelah Ryan berangkat, Annisa langsung membersihkan meja makan dan mencuci piring. Hari ini pembantu mereka sedang pulang kampung karena anaknya sakit jadi mau tidak mau Annisa harus melakukannya sendiri. Setelah selesai Annisa langsung menelfon orangtua dan mertuanya untuk memberitahukan supaya nanti mereka berangkat terlebih dahulu ke panti asuhan karena Annisa harus menjemput Ryan.


Jam 12:30 Annisa bersiap - siap untuk menuju polres suaminya berdinas.


"Nyonya mau pergi" Supir.


"Iya Pak, saya mau ke kantor mas Ryan tapi saya mau nyetir sendiri" Annisa.


"Tapi bapak tadi sudah berpesan sama saya kalau saya harus mengantarkan kemanapun nyonya pergi" Supir.


"Sudah gapapa pak, saya bawa mobil sendiri" Annisa.


Kemudian Annisa menaiki mobil Pajero sport hitam miliknya dan melajukan dengan kecepatan sedang. Diperempatan dekat polres Annisa melajukan kendaraannya dengan pelan dan dari arah berlawanan sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menghantam dan menabrak mobil yang Annisa kendarai. Orang sudah ramai di tempat kejadian.


"Hallo, dengan suami ibuk Annisa" Suara seorang bapak-bapak.


"Iya dengan saya sendiri" Ryan


Tanpa pikir panjang Ryan langsung berlari dari ruangan kerjanya "Alif kamu ikut saya, istri saya kecelakaan di perempatan"


Alif pun langsung mengikuti langkah Ryan dan mereka menaiki mobil polisi patroli. sampai disana Ryan langsung menggendong istrinya ke dalam mobil Alif.


"Kerumah sakit bhayangkara sekarang lif" Ryan.


"Baik ndan" Alif.


Alif pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan membunyikan sirine supaya pengendara lainnya memberikan jalan.


20 menit sampai dirumah sakit bhayangkara dan Annisa langsung dibawa ke ruang ICU.

__ADS_1


"Alif kamu tolong telfon orang kantor suruh menyelidiki kasus tabrakan ini" Ryan.


"Baik ndan" Alif.


Ryan langsung memberitahukan kepada mama dan mertuanya jika Annisa kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit bhayangkara.


Dokter keluar ruangan, "Maaf dengan keluarga pasien ibu Annisa"


"Iya saya suaminya dok, bagaimana kondisi istri saya dan anak kami dok" Ryan.


"Baiklah silahkan ikut keruangan saya pak" Dokter.


Ryan pun berjalan mengikuti dokter ke ruangnya.


"Jadi begini pak, kondisi istri bapak sangat lemah dan sekarang kritis. Jadi kami memerlukan persetujuan bapak untuk melakukan operasi caesar. Tapi disini bapak harus memilih salah satu antara istri dan anak bapak untuk kami selamatkan" Dokter.


Ryanpun menghela nafas panjang dan bingung


"Apakah tidak bisa menyelamatkan keduanya dok, saya mohon dok. lakukan apa saja yang penting nyawa keduanya selamat" Ryan.


"Saya akan mencobanya sempu saya pak, semua kita serahkan pada yang diatas,. Sekarang silahkan bapak tanda tangan berkasnya. Supaya operasi kami lakukan sekarang juga" Dokter.


Ryan langsung menandatangani dan keluar ruangan. Sementara Annisa sudah dipindahkan kedalam ruangan operasi.


Disana sudah ada orangtua Annisa, mama Ryan dan Tesa.


"Sayang kamu berdoa buat istri kamu ya" Mama Puspa.


"Sekarang kamu ganti baju, baju kamu kena darah" Mama Ryan sambil menyodorkan baju.

__ADS_1


Ryanpun berjalan menuju kamar mandi untuk berganti baju.


__ADS_2