
Happy Reading
Dia langsung membuka kacamata dan maskernya, dan alangkah terkejutnya aku ternyata dia adalah Ryan, seketika aku langsung memutar bola mataku.
"Ryan, apa-apa ga lucu, sekarang siniin SIM dan STNK aku. Aku mau pulang" Aku.
"Ga boleh, nanti. Kamu akan ditilang" Ryan.
"Kenapa? " Aku
"Dibilang kamu belum ada surat nikah kita" Dia.
"Mau kamu apa sih? , malu diliatin anggota kamu" Tanyaku heran.
"Biarin diliatin, mereka biar jadi saksi" Ryan.
"Saksi apaan lagi, MasyaAllah kamu kenapa sih Yan." Tanyaku heran. "Sayang tengok papamu, gila dia nak" Ucapku pada Tesa.
"Gila karena kamu juga" Ryan.
"Sekarang aku tanya sama kamu Bapak Komandan Muhammad Adryan Wicaksono, mau kamu itu apa? " Tanyaku.
"Baiklah perkenalkan saya adalah komandan satlantas disini, nama saya Muhammad Adryan Wicaksono. Jujur saya tidak dapat merangkai kata-kata yang indah karena itu bukan bakat saya. Kamu wanita didepanku Annisa Aldenia Putri Alkatiri Handoko Kusumo saya mengucapkan ini tanpa ada pengulangan jadi tolong didengar baik-baik, will you marry me? " Ryan.
Aku mendelik sampai mataku mungkin mau copot "Latian drama jangan dipinggir jalan pak" Ucapku.
"Siapa yang latian drama, saya serius" Ryan.
"Mau nge-prank aku kan bapak" Aku.
__ADS_1
"Siapa yang ngeprank Nisa" Ryan.
"Bapak lah, maaf ya pak. Prank bapak engga ada lucunya sama sekali" Aku.
"Kamu kebanyakan nonton youtube makanya kaya gini" Ryan.
Dia melangkah mendekatiku dan memeluk ku "Saya serius sayang dan cinta sama kamu, kamu mau kan nikah sama saya. Kita menikah dan hidup bahagia bersama Tesa dan anak-anak kita kelak" Ucapnya.
Jederrr bagai disambar petir disore hari, seketika jantungku berdetak sangat kencang.
"Oke, I will marry you" Aku.
Dia langsung mencium keningku dan memberikan mawar merah kepadaku serta rekan-rekan polisi lainnya bertepuk tangan meriah.
"Ya sudah sekarang biarkan aku pulang" Aku
"La kok pulang? " Tanyanya heran
"Baiklah, Hati-hati anak papa pulangnya" Ryan sambil mencium kening Tesa.
"Saya permisi dulu mbk dan mas sekalian" Ucapku.
Aku langsung menuju mobil dan melajukan mobilku ke rumah. di sepanjang perjalanan aku terus berpikir bahwa ini tidak mimpi, sampai akhu menyubit pipiku sangat keras dan itu sakit sekali. Berarti ini bukan mimpi, ya Allah demi apa Ryan lamar aku dengan cara dia yang begitu romantis menurut ku. Aku sambil senyum-senyum sendiri di perjalanan. Tesa menatapku heran, mungkin dia berpikir bahwa mamanya sudah gila. Tapi bodo amat, namanya lagi happy banget.
45 menit perjalanan akhirnya aku sampai dirumahku, aku langsung turun dan menggendong Tesa tapi Tesa tidak mau aku gendong dan dia malah memilih berjalan.
"Assalamualaikum nenek" Pekik Tesa.
"Waalaikumsalam sayang" Mama.
__ADS_1
Aku sampai lupa kalau ada kursi didepanku karena asik senyum-senyum sendiri sambil jalan sehingga tidak melihat jalan.
Brakkkkkkk
"Haduh sakit ya Allah, sejak kapan ada kursi disini" Aku.
Mama dan papa menatapku heran.
"Apaan sih mama sama papa" Aku.
"Kamu kenapa sih Annisa, pulang-pulang senyum sendiri kaya orang gila" Mama.
"Ga ada kok ma" Ucapku.
"Jangan bohong sama papa nak" Papa.
"Tadi mama di jalan ketemu papa, terus papa ngajak mama nikah" Ucap Tesa.
Aku langsung memelototi Tesa.
"Benar itu Annisa" Mama.
"Iya ma" aku sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau gitu, mama papa kira kamu gila karena gagal tunangan sama Fino" Mama.
"Iss mama apa sih, ya sudah Nisa mau mandi dulu. Yok sayang ikut mama" Aku
Jangan lupa like
__ADS_1
komen
dan menambah kan kedalam daftar favorit