
Happy Reading
Maaf baru bisa up karena author lagi sakit
I'm sorry 😔
4 hari setelah pernikahan
Hari ini adalah hari sidang skripsiku, gelisah dan panas dingin badan itu sudah pasti. Aku memasuki ruang sidang dan berkutat dengan para pengujiku selama 2 jam dan betapa senangnya aku skripsiku tidak ada revisi kembali. Senangnya hati hayati.
Setelah aku keluar dari ruang sidang, 30 menit kemudian suamiku yang masuk ke ruang sidang skripsi.
"Semangat mas, mukanya biasa aja jangan gugup gitu" Ucapku.
"Iya bee, makasih ya buat semua support dan dukungannya" Ryan kemudian masuk kedalam ruang sidang, sekitar kurang dari 2 jam dia keluar ruangan dengan senyum mengembang dibibirnya.
"Selamat buat gelar S.H nya suamiku" Aku.
"Selamat juga buat kamu sayang, ga nyangka wisuda besok bawa gandengan istri bukan pacar atau apalah-apalah" Ryan sambil memelukku.
"Hey dasar pengantin baru, ini kampus bukan ajang buat mesra-mesraan" Osi.
"Bilang aja iri karena situ jomblo" Ryan.
Aku tertawa terbahak-bahak melihat muka Osi yang seketika kusut kmek kaya cucian belum disetrika.
"Ga usah ketawa, dih ga lucu. Btw selamat buat gelar barunya pengantin baru" Osi.
"Selamat juga buat gelar barunya" Ryan.
"Gelar baru Sarjana Hukum maksudnya, bukan gelar pecah telur dapat pasangan" Aku.
Osi langsung menoyor jidatku.
"Ihh sakit bego, aku aduin kak Seto baru tau" Aku.
"Idih jijik kali aku dengernya bangke, dipikir situ anak kecil dibawah umur apa" Osi.
__ADS_1
"Iya kan badan aku kecil dan muka babyface" Aku.
"Tapi sayangnya umur udah tuwir" Ryan.
Aku langsung mendengus kesal mendengar ucapan Ryan.
"Uluh-uluh tambah cantik istriku kalau marah begini" Ryan.
"Ga usah gombal receh gitu, ga ada duit kecil" Aku.
"Siapa yang gombal bee, aku serius tau" Ryan.
"Udah lah, yok kita pulang. Aku kangen sama Tesa" Aku.
"Ga mampir makan dulu kita? " Tanya Ryan.
"Makan dirumah aja, udah lah yok balik. Duluan ya bebque. Bye. bye" Aku.
"Tiati dijalan ya beb" Osi.
Rumah Mama.
"Assalamualaikum, sayang ini mama datang" Aku.
"Apaan sih Nisa, ga usah teriak-teriak. Budeq orang satu rumah denger suaramu" Mama sambil menjewer telingaku.
"Aduh.duh ma, sakit ma. Lepasin, malu sama mantu ma." Aku.
"Makanya jangan teriak-teriak" Mama
"Santuy dong ma, lagian aku tuh kangen sama anak aku" Aku.
"Kangen ya kangen tapi ga usah bar-bar gitu juga Nis, Ryan silahkan duduk nak. Ga usah heran begitu. Pemandangan seperti itu sudah biasa dirumah ini. Itu belum seberapa " Mama.
Aku lansung mencibir kan bibirku.
"Ga usah manyun, sana ambilin minum buat suami kamu" Mama.
__ADS_1
"Ma, aku kan tamu. Masak disuruh ambil minum sendiri. Ya allah, kenapa tega sekali mama ini" Aku.
"Halah sesekali juga, udah buruan sana ambil" Mama.
Aku berjalan menuju dapur mengambil minuman di dalam kulkas dan menuangkan nya kedalam gelas lalu aku bawa ke ruang tamu.
"Nih minumnya bee, dihabisin" Aku.
Aku celingukan mencari Tesa tapi tidak ada.
"Ngapain kamu celingukan kaya orang mau maling sayang" Mama.
"Astagfirullah mama, anak sendiri dibilang maling" Aku.
"Iya lagian aneh, cari siapa" Mama.
"Cari Tesa lah ma, dia dimana kok ga nongol" Kau.
"Dia keluar sama papamu beli es krim" Mama.
Aku hanya ber OH riya.
"Selamat ya buat gelar sarjana hukum kalian berdua, mama sangat senang" Mama.
"Iya terimakasih ma, kami juga sangat senang" Rya.
"Ngomong-ngomong wisudanya kapan " Mama.
" Dua minggu lagi ma" Aku.
"Mama" Teriakan anak kecil menggelegar di ruang tamu, ya siapa lagi kalau bukan Tesa.
"Anak sama emak sama bar-bar dan berisiknya" Papa.
"Papa ini ishhh" Aku.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu. Tibalah saatnya wisuda. Ucapan selamat terus diucapkan dari keluarga, sahabat, teman-teman ku dan juga teman-teman suamiku yang datang diacara wisuda kami.
__ADS_1