
Happy Reading
RYAN POV
"Ryan aku janji bakalan berubah, ga bakalan kaya dulu-dulu lagi" Ucap Dila sambil menangis sujud di kaki Ryan.
"Ga usah sujud-sujud, jijik aku lama-lama sama kamu" Ucap Ryan sambil menghempaskan tangan Dila dari kakinya, lalu dia berjalan menjauhi rumah Dila dan pulang kerumah.
Sementara Dila masih menangis dan tidak terima akan perkataan Ryan.
Ryan terus mengendari mobilnya sampai dirumahnya.
"Ryan kamu dari mana saja nak? " Tanya mama Ryan.
"Mah, Ryan laki-laki jahat" Ryan
"Jahat kenapa, cerita sama mama nak" Mama Ryan.
"Calon menantu mama kecelakaan dan sekarang kritis gara-gara Ryan ma" Ryan sambil memeluk mamanya.
"Kok bisa sayang? kamu cerita yang jelas sama mama " Tanya mama
"Ryan udah janji bakal nikahin Nisa dalam waktu dekat trus tadi Ryan janji sama Nisa kalau bakalan pergi sama dia, tapi tiba-tiba Dila datang ke kantor dan mengajak Ryan nonton di bioskop awalnya Ryan udah menolak tapi dia ngeyel katanya ini untuk terakhir kalinya dia meminta kepada Ryan setelah itu, dia bakalan pergi dan ga ganggu kehidupan Ryan. Akhirnya Ryan turuti supaya kedepannya dia ga bakalan ganggu Nisa dan Ryan. Tapi pas di bioskop ternyata Nisa dan temennya juga nonton disana ma, Nisa tau kalau Ryan dengan wanita lain. sehingga Nisa memutuskan untuk pulang dan mencari taksi, pas mencari taksi mau menyeberang jalan tiba-tiva ada mobil yang menabrakk dia sampai tubuh Nisa terpental jauh"
"Ryan, dengerin mama. Kamu berdoa sama Allah semoga calon mantu mama cepat sadar dan sehat" Mama.
__ADS_1
"Iya ma" Ryan.
"Sekarang kamu makan dulu, habis itu istirahat tidur. Besok pagi kita sama-sama ke rumah sakit" Ucap mama.
Mama Ryan pun beranjak dari duduknya dan mengambilkan makan malam untuk Ryan.
"Ini dihabiskan, mama tau jika kamu belum ada makan dari tadi siang kan" Mama.
"Makasih ya ma" Ryan.
"Iya sama-sama sayang" Mama Ryan.
Setelah selesai makan aku langsung beranjak menuju kamar, aku mandi dan segera tidur. Namun mataku sulit sekali untuk terpejam. aku masih memikirkan Annisa, aku takut jika Annisa bakal kenapa-napa dan ini semua terjadi karena aku
Setelah berusaha memejamkan mata, aku tidur pulas sampai pada akhirnya jam 8 pagi aku terbangun. Aku langsung mengabari atasan ku di kantor jika hari ini aku izin.
"Tumben kamu izin Yan, biasanya kamu paling disiplin akan kehadirannya" Ucap atasan Ryan diseberang telefon.
"Iya Pak, calon istri saya kecelakaan dan sekarang sedang kritis di rumah sakit" Aku.
"Baik Yan, yang sabar ya. Semoga istri kamu lekas sadar dan pulih" Atasan Ryan.
"Iya Pak. Terima kasih untuk do'anya" Ryan.
"Iya sama-sama Yan" Atasan Ryan.
__ADS_1
"Assalamualaikum " Ucapku.
"Walaikumsalam" sautnya.
Aku langsung mandi dan segera turun untuk sarapan. setelah sarapan aku menyuruh mama untuk bersiap ke rumah sakit.
"Ma, ayok berangkat" Ucapku.
"Sebentar sayang, mama ambil tas dulu" Mama Ryan.
Aku menunggu mama di dalam mobil dan tak berapa lama mama masuk kedalam mobil, langsung aku jalankan mobilku menuju rumah sakit.
30 menit akhirnya aku sampai dirumah sakit, langsung ku parkir kan mobil ku dan aku langsung menuju ruang ICU. namun setelah sampai diruang ICU tidak ada orang.
"Maaf dok, pasien kecelakaan disini atas nama Annisa dimana ya? " Tanyaku kepada dokter.
"Oo sudah dipindahkan diruang rawat inap pak, tadi sudah siuman" Dokter.
"Diruang berapa ya dok" Tanyaku.
"Di ruang VVIP nomor 25 pak" Dokter.
"Terimakasih dok" Ucapku.
Aku langsung mengajak mama untuk menuju ruangan tersebut.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan tambahkan kedalam daftar favorit