
Happy Reading
Biar daya khayal pembaca dapet aku kasih foto para tokoh yang kira-kira beginilah wajahnya.
Annisa Aldenia Putri Alkatiri Handoko Kusumo
Osi Oktaviani Marino
Tesa Putri Alkatiri.
4.Adryan
Puspa Rahayu Lestari/ Mama Nisa
David Handoko Kusumo/ Ayah Nisa
Nada/Sepupu Nisa
Fino
jam 16:00 hasil otopsi keluar dan menjelaskan bahwa mama Tesa meninggal karena dibunuh oleh seseorang dan polisi juga telah menangkap pembunuh tersebut yang tidak lain adalah kekasih mama Tesa.
Hari itu juga dilaksanakan pemakaman mamanya Tesa, dan setelah selesai aku langsung mengajak Tesa untuk pulang kerumah.
Aku mengajak Ryan masuk kedalam rumah.
"Sayang sini sama om, om pangku. Kasian tante pasti capek dari tadi gendong Tesa" Ryan.
Tesapun duduk dipangkuan Ryan, dan aku berjalan menuju dapur untuk membuatkan minum.
__ADS_1
"Diminum Yan" Aku.
"Iya makasih, ga usah repot-repot juga kali" Ryan.
"Gapapa kok, Tesa sayang mandi dulu ya, mandi sama bi Yati" Aku.
Tesa menganggukan kepalanya dan aku memanggil bibi untuk memandikannya.
Aku dan Ryan masih duduk di ruang tamu.
"Terus Tesa gimana? " Tanyaku.
"Tinggal sama kamu dulu, soalnya dia sama sekali tidak ada keluarga" Ryan.
"Kan aku meski kuliah juga Yan" Aku.
"Kan tinggal sidang skripsi, sidang kan kita gantian jamnya jadi gantian jaga Tesa di kampus kita. Lagian kalo engga sama kamu mau sama siapa lagi, kami tega naruh dia di panti asuhan" Ucap Ryan.
"Iya engga tega lah, iya sama aku. Tapi kamu juga bakalan bantu aku rawat dia" Aku.
"Iya janji bakalan aku bantu" Ryan.
Hari sudah semakin malam dan Ryan berpamitan pulang.
"Iya" Aku.
"Assalamualaikum" Ryan.
"Walaikumsalam, Hati-hati di jalan" Aku
Setelah aku mengantarkan Ryan keluar, aku langsung masuk kedalam untuk mandi.
"Tesa sayang mau tidur duluan atau nunggu tante selesai mandi" Tanyaku.
"Nunggu tante aja" Tesa.
Aku pun segera melangkahkan kakiku ke kamar mandi, 10 menit kemudian aku selesai mandi dan ketika aku keluar kamar mandi ternyata Tesa sudah tertidur.
Aku lekas berbaring di samping Tesa dan menyelimuti nya.
tak berapa lama terdengar suara handphone ku.
drttt..drttt.. drttt
Mama calling....
__ADS_1
"Hallo ma, ada apa ma? " Tanyaku.
"Salam dulu Nisa, kebiasaan deh" Mama.
"Hehehe maaf ma, Assalamualaikum" Aku.
"Walaikumsalam, mama besok pulang. Besok jemput di bandara jam 12 siang jangan telat" Mama.
"Siap komandan. Eh ma, Nisa mau cerita" Aku
"Cerita apa sayang" Mama
Aku pun menceritakan semuanya kepada mama tanpa ada ketinggalan sedikitpun.
"Bagus dong sayang kalau dia tinggal dirumah jadi kamu ada temen" Mama.
"Tapi kan dia juga butuh akta kelahiran, nama di kartu keluarga dan identitas lainnya ma" Aku.
"Kamu angkat dia jadi anak kamu, gitu aja repot" Mama.
"Kok aku ma, mending mama aja" Aku.
"Malah ngebantah mama, mau durhaka kamu Nisa. Mama kutuk jadi batu" Mama.
"Mama apaan sih" Aku.
"Iya udah makanya kamu nurut apa kata mama" Mama.
"Iya komandan, nanti mama bilang ke papa ya" Aku.
"Iya, yaudah sekarang kamu tidur. Mama tutup telfonnya. Assalamualaikum" Mama.
"Waalaikumsalam" Aku.
Setelah mematikan telfon dan menaruhnya diatas nakas, aku pun tidur dengan memeluk Tesa.
Jam 05:00 aku bangun dan lekas membangunkan Tesa dan mengajaknya sholat subuh.
Setelah sholat subuh aku mengajak Tesa untuk berolahraga di lapangan perumahan.
Nb: Novel ini mungkin hanya sampai 25 bagian ya kakak kakak
soalnya kalau banyak bagian nanti bakal bosan bacanya.
Gapapa sedikit bagian yang penting ceritanya ngena
__ADS_1