
Happy Reading
Tante dan om pun segera sarapan dan setelah selesai tak berapa lama dokter masuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap Annisa.
"Maaf Pak buk, bisa keluar sebentar karena kami harus memeriksa kondisi mbk Annisa" Ucap dokter Rido.
"Iya silahkan Pak" Pak David.
Kamipun berjalan keluar dan duduk di kursi depan ruangan Annisa di rawat.
Setelah beberapa sekitar 15 menit akhirnya dokter pun keluar dari ruangan, "Bagaimana kondisi anak saya dok? " Om David.
"Kondisinya stabil pak, hanya saja luka dikepalanya terlalu dalam sehingga anak bapak harus banyak istirahat.Terus kakinya memang akan sulit untuk digerakan tapi itu bukan masalah besar. Saya permisi dulu ya pak" Dokter Rido.
"Iya dok, Terima kasih" Ucapku.
Kamipun kembali masuk kedalam ruangan, aku mendekati brankarnya dan aku tatap wajah cantik calon istriku, sungguh rasanya aku tak ingin kehilangan dia dalam hidupku.
"Sayang, makan dulu yuk. Sini mas suapin mumpung buburnya masih anget-anget" Ucapku.
Aku suapkan sedikit demi sedikit bubur sampai pada akhirnya habis. "Sekarang minum obat ya sayang, biar cepat sehat. Minggu depan kan kita sidang skripsi jadi kamu harus tepat waktu minum obatnya biar cepat pulang ke rumah".
__ADS_1
Setelah meminum obat, dia kembali beristirahat.
4 hari berlalu akhirnya hari ini dokter membolehkan Nisa untuk pulang. Setelah membereskan semua barang, aku mendorong Nisa dikursi roda menuju mobilku. Memang Nisa sudah pulih tapi kakinya belum bisa untuk berjalan karena katanya masih sangat sakit dan nyeri.
" Sayang, mas minta maaf untuk kejadian tempo itu, semua itu bukan seperti apa yang kamu lihat, mas juga ga ada niat batalin janji kita mau keluar makan itu, tapi entahlah wanita ular itu mencoba seribu cara supaya merusak hubungan kita" Ucapku meyakinkan Annisa.
Dan dia hanya membalas dengan senyuman.
"Malah senyum sih yang, kamu kira mas lagi ngelawak apa" Ucapku.
"Terus aku harus nangis gitu, kan ga mungkin mas. Lagian aku udah tau semuanya. Mama kamu udah cerita ke aku, aku juga minta maaf sama kamu ya mas, andai saja waktu itu aku menyikapinya dengan dewasa pasti ga bakalan seperti ini mas" Celetuk Nisa.
"Udah jangan salahin diri kamu gitu, mas ga suka ya kalo kamu menyalahkan diri sendiri seperti itu" Ucapku.
"Assalamualaikum" Ucap Annisa.
"Waalaikumsalam, sayang udah pulang" Tante Puspa.
"Kamu istirahat di kamar ya, biar mas anter" Aku.
"Aku ga ngantuk mas, disini aja kita sambil nonton TV" Annisa.
__ADS_1
"Sayang sini nak, mama kamu udah pulang" Tante Puspa.
"Mama papa, Tesa rindu" Ucap Tesa sambil memeluk kami.
"Ya udah sini papa pangku deket mama" Aku.
"Den, minumnya monggo diminum" Bi Yati.
"Iy makasih ya bi" Ucapku.
Kamipun bercanda dan bercerita panjang lebar.
"Nanti malam, mas mau kesini. Dandan yang cantik ya" Ucapku.
"Mau ngapain pake acara dandan, ngajak dinner? " Tanyanya.
"Kepo banget sih yang, yang" Ucapku yang direspon dengan bibir manyun olehnya, "Mau bicarain soal pernikahan kita sayang"
"Okelah kalau gitu" Ucapnya sambil tertawa renyah.
"Ya sudah mas pulang dulu, Tesa jangan nakal sama mama ya nak. Bilangin sama mama kalau ma diulang, assalamualaikum" Ucapku sambil mencium keningnya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Hati-hati ya mas" Ucapnya.