I Love You Pak Polisi

I Love You Pak Polisi
Bagian 22


__ADS_3

Happy Reading


Papa Nisa berjalan menuju Osi.


"Sebenernya apa yang terjadi nak? " Tanya papa Nisa.


"Tadi Osi sama Nisa pergi nonton, terus sebelum masuk Nisa pamit ke toilet. Habis dari toilet mata dia sembab kaya habis nangis om, terus pamit pulang buru-buru katanya" Osi.


"Ya sudah engga apa-apa" Papa Nisa.


"Mungkin Nisa tadi mengetahui Ryan pergi dengan tunangannya om, soalnya kata Ryan dia punya janji sama Nisa tapi Ryan lupa, maafin osi ya om.Andai osi tidak mengajak Nisa pergi pasti ga akan seperti ini" Osi.


"Jangan menyalahkan diri sendiri, om sama tante juga tidak menyalahkan siapapun" Papa Nisa.


Sekarang ayok kita sholat di masjid, kita berdoa kepada Allah semoga tidak terjadi apa-apa kepada Annisa.


Mereka bertiga berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat isya' dan ternyata dimasjid sudah ada Ryan yang akan melaksanakan sholat juga.


Setelah melaksanakan shalat isya' mereka kembali ke depan ruangan ICU untuk menunggu Annisa.


Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana kondisi anak saya dok" Papa Nisa.

__ADS_1


"Kondisinya masih sama pak, masih kritis. Berdoa saja semoga mbk Annisa bisa melewatinya" Ucap dokter.


"Iya dok terima kasih" Papa Nisa.


"Mari saya permisi dahulu" Dokter.


"Iya mari" Osi.


Hari semakin malam dan orang tua Annisa meminta Osi dan Ryan untuk pulang beristirahat.


"Kalian pulang saja dulu, besok kesini lagi. Biar malam ini tante dan om yang jaga. Besok siang gantian kalian yang jaga ya nak" Mam Nisa.


"Baik om, kami permisi dulu kalau gitu" Ryan.


Dengan langkah yang sangat berat ia meninggalkan rumah sakit, ia mengantarkan Osi pulang terlebih dahulu.


Ryan turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya di depan pintu rumah Dila, ia tak peduli walaupun hari sudah malam.


tokk.. took.. tokk


tak lama kemudian pintu dibuka.


"Ehh sayang kamu disini, ayok duduk" Dila.

__ADS_1


"Ga usah disini aja" Ryan.


"Kamu kenapa sih sayang? " Tanya Dilan.


"Aku kesini cuma mau kamu jauhi aku, aku sudah bilang sama kamu berapa kali untuk menjauhi aku karena kamu cuma bagian dari masa lalu aku" Ryan.


"Tapi kenapa yan? aku juga berhak mendapatkan kesempatan kedua" Dila.


"Setelah kamu tinggalin aku dan selingkuhi aku, kamu bilang kamu minta maaf dan minta kesempatan kedua" Ryan berkata dengan emosi.


"Aku sayang sama kamu Yan" Dila.


"Aku ga sayang, jauhi aku mulai dari sekarang" Ryan.


"Kenapa? " Dila.


"Kamu tanya kenapa? Kamu tau gara-gara kamu ngajak aku nonton, calon istri aku kecelakaan sekarang berada di rumah sakit kritis" Ryan.


Dila mencoba memeluk Ryan tapi belum sampai memeluk tangan Dila sudah ditepis oleh Ryan terlebih dahulu.


"Aku peringatkan sekali lagi kamu mendekati kehidupanku atau orang yang dekat denganku, jangan harap kamu bakal aku lepaskan. Dasar manusia ular dan licik" Ucap Ryan


"Ryan aku janji bakalan berubah, ga bakalan kaya dulu-dulu lagi" Ucap Dila sambil menangis sujud di kaki Ryan.

__ADS_1


"Ga usah sujud-sujud, jijik aku lama-lama sama kamu" Ucap Ryan sambil menghempaskan tangan Dila dari kakinya, lalu dia berjalan menjauhi rumah Dila dan pulang kerumah.


Sementara Dila masih menangis dan tidak terima akan perkataan Ryan.


__ADS_2