
Happy Reading
❤❤❤
Tiba-tiba banyak polisi lalu lintas yang berjalan kearahku dan melihat ku dengan senyum, ini sangat membuatku heran kenapa polisi lalu lintas bersikap aneh mungkin otak mereka sedikit bermasalah barang kali hari ini. Kemudian berjalan seorang polisi dengan memakai masker dan kacamata hitam kearahku sambil membawa buket mawar merah asli, semua polisi memberikan jalan dan hormat kepadanya. Heran dong aku, emang siapa sih dia sampe segitunya para polisi dan polwan menghormatinya.
"Pak Yogi, saya mau bertemu dengan komandan anda sekarang juga" Aku.
Semua polisi tersenyum kearahku dan aku mengerutkan keningku pertanda bingung pastinya.
"Kenapa dengan bapak dan mbk mbk sekalian, kenapa malah tersenyum kearah saya, apa ada yang aneh dari diri saya" Aku.
"Mbaknya cantik" Ucap salah seorang polisi.
"Saya tau kalau saya cantik pak, tapi tolong beri alasan yang rasional apakah ada yang salah pada wajah saya" Ucapku
"Tidak ada mbk, saya jujur kalau mbaknya cantik" Ucapnya lagi
"Dasar polisi sableng" Celetuk ku.
Mereka semua malah tertawa keras.
"Sayang ayok kita pulang, bisa stres mama disini lama-lama dengan mereka" Aku berjalan kearah mobil.
"Ehh mbk tunggu, katanya mau bertemu dengan komandan" ucap seseorang yang suaranya tidak asing. Aku langsung berbalik dan melihat orang itu dan ya benar dia adalah polisi yang memakai masker dan kacamata hitam.
"Ada apa lagi, ambil aja sekalian mobil saya. Saya mau pulang. Kita urus besok masalah ini,biarkan saya pergi untuk mencari taksi" Ucapku.
"Katanya kau ketemu sama komandan" Ucapnya. "Iya mana komandannya dari tadi ga ada nongol udah saya tungguin hampir setengah jam" Aku.
__ADS_1
"Mbknya makin cantik kalau marah-marah" Ucapnya.
"Bapak belum minum obat sepertinya makanya omongannya pada ngelantur"
"Siapa yang ngelantur mbk" Ucapnya.
"Itu mobil-mobil yang lewat pada ngelantur" Ucapku asal
"Baiklah perkenalkan saya adalah komandan satlantas disini" Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Ga usah basa basi pak, sekarang saya mau tanya sama bapak. kenapa saya ditilang padahal surat-surat saya lengkap" Aku.
"Kata siapa surat-surat nya lengkap" Dia.
"Terus apa lagi yang kurang pak, ya Allah jangan nguji kesabaran saya. Kasian anak saya udah capek pak please" Aku.
What the heel, sumpah ini polisi sableng. Pengen rasanya ngebogem tapi takut dipenjara.
"Kenapa mbaknya malah diam? " Tanyanya.
"Bapak apakah beneran komandan satlantas disini? " Tanyaku heran.
"Iya benar, memangnya kenapa? " Ucapnya
Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"Bapak bukan pasien dari rumah sakit jiwa yang melarikan diri ya kan? " Tanyaku.
"Bukanlah mbk" Dia.
__ADS_1
"Pak saya sedang tidak bercanda, bisakah bapak serius berbicara" Mintaku
"Saya tidak sedang bercanda mbk, saya duanrius malahan" Dia.
"Terserah bapak, sekarang kalau mau nilang saya silahkan, no problem. Silahkan tulis dibuku bapak dan berikan surat tilang itu segera" Ucapku emosi.
"Mbk beneran tidak mengenali saya?" Tanyanya.
"Tidak, cuman suaranya mirip dengan teman saya" Aku.
"Baiklah sekarang lihat baik-baik kearah saya, saya akan membuka masker dan kacamata saya" Ucapnya.
"Silahkan" Aku
Dia langsung membuka kacamata dan maskernya, dan alangkah terkejutnya aku ternyata dia adalah Ryan, seketika aku langsung memutar bola mataku.
"Ryan, apa-apa ga lucu, sekarang siniin SIM dan STNK aku. Aku mau pulang" Aku.
"Ga boleh, nanti. Kamu akan ditilang" Ryan.
"Kenapa? " Aku
"Dibilang kamu belum ada surat nikah kita" Dia.
"Mau kamu apa sih? , malu diliatin anggota kamu" Tanyaku heran.
"Biarin diliatin, mereka biar jadi saksi" Ryan.
"Saksi apaan lagi, MasyaAllah kamu kenapa sih Yan." Tanyaku heran. "Sayang tengok papamu, gila dia nak" Ucapku pada Tesa.
__ADS_1