I Love You Pak Polisi

I Love You Pak Polisi
Bagian 13


__ADS_3

Hallo Hai Hai Hai


Happy Reading


❤❤❤


Aku lekas berjalan ke kamar Tesa, takutnya lama-lama di kamar Ryan bikin iman dan pertahananku runtuh.


"Hai sayang tante, udah cantik aja" Aku


"Iya dong tan, tante aja kalah cantik" Tesa


"Uluh.. uluh bisa aja kamu nak, ya udah tante mandi dulu ya sayang. Kamu disini bentar tunggu tante selesai mandi" Aku.


"Ahsiap tante cantik, jangan lama-lama ya tan mandinya" Tesa.


"Iya sayang" Aku.


Aku segera melangkah kakiku menuju kamar mandi dengan ritual yang sangat singkat kurang 15 menit aku selesai mandi, setelah selesai aku langsung keluar kamar mandi dan memakai bedak bayi dan sedikit lipstik berwarna peach.


"Tante cantik deh" Tesa.


"Makasih sayang" Aku.


"Sama-sama tante tapi masih cantikan Tesa, tante Tesa boleh peluk" Tesa.


"Aduh sayang kamu ada-ada saja. Boleh dong, sini sini" Tesapun memelukku sangat erat. "Udah yok sekarang kita turun ke ruang tamu" Aku.


"Ayo tante" Tesa.


Melewati kamar Ryan untuk turun ke ruang tamu. Aku mengetok pintu kamarnya.


Tok. tok. tok.


"Pak Polisi buruan turun, aku tunggu di bawah" Aku.


"Iya bentar masih pakai seragam" Ryan.


"Iya" aku.


Di ruang tamu aku dan Tesa duduk di sofa.

__ADS_1


"Selamat pagi non" Bi Yati.


"Pagi kembali bik" Aku.


"Non tadi bangun pagi masak? " Bi Yati.


"Iya bi" Aku.


"Bibi jadi ga enak non" Bi Yati.


"Gapapa bi, lagian sesekali masak buat olahraga pagi di dapur" Aku.


"Non bisa aja, mau bibi bikinin minum non? " Bi Yati.


"Boleh bi, teh 3 sama susu 1 untuk Tesa ya bi" Aku


"Baik non" Bi Yati.


"Sekalian tolong panggilkan Osi diatas ya bi suruh buruan turun kesini " Aku


"Oke non" Bi Yati.


"Om ga boleh cium - cium gitu" Tesa.


"Kenapa sayang? " Aku.


"Nanti ilang cantiknya Tesa" Tesa.


Aku dan Ryan kompak geleng-geleng kepala.


"Engga dong sayang, Tesa tetep cantik" Ryan.


"Makasih om jelek" Tesa.


"Tante yang jelek bukan om" Ryan.


"Enak aja secantik ini akun dibilang jelek, mata itu tolong kondisikan barang kali rabun pak" Aku sambil mendengus kesal.


"Becanda aku Sa, ya Allah pagi baru udah ngambek" Ryan.


"Siapa yang ngambek? " Aku

__ADS_1


"Kamulah Sa masak kambeng" Ryan.


"Kesel aku bukan ngambek" Aku.


"Ya udah aku minta maaf kalau gitu, sekarang senyum jangan ngambek" Ryan.


Akupun tersenyum menunjukkan gigiku.


"Kan gitu cantik" Ryan.


"Tesa cantik, om mau tanya boleh?" Ryan.


"Boleh om" Tesa.


"Ayah Tesa dimana kalau om boleh tahu? " Ryan.


"Ayah Tesa udah meninggal kecelakaan om" Tesa.


"Kalau kakek nenek Tesa? " Ryan.


"Meninggal juga om" Tesa.


Ryan memeluk Tesa di pangkuannya.


"Saudara Tesa dimana" Ryan.


"Ga punya om" Tesa.


"Tesa jangan sedih ya sayang, mulai sekarang ada om sama tante" Ryan.


"Tesa ga sedih kok om, Tesa seneng ketemu om sama tante, Tesa cuma pengen ketemu sama mama. Semalam mama dikejar - kejar orang trus mama ninggalin Tesa disini katanya bentar trus mau dijemput lagi tapi sampai sekarang mama belum jemput Tesa" Tesa.


"Nanti kita ke kantor polisi buat nyari mama Tesa" Ryan.


"Iya om" Tesa.


"Nanti kalian ikut aku ke kantor polisi" Ryan.


"Iya biar cepet kelar masalahnya" Aku.


Jangan lupa like, komen dan tambahkan ke daftar favorit ❤❤

__ADS_1


__ADS_2