
Hallo Hai Hai Hai
Happy Reading
❤❤❤
Aku mengajak Tesa dan Ryan untuk sarapan.
"Ayok sarapan dulu" Aku.
"Ayok tante, Tesa juga udah lapar" Tesa.
Kami berjalan menuju meja makan dan osi bergabung.
"Selamat pagi bebebque dan pak polisi, eh ada adek syantik disini" Osi
"Selamat pagi tante pesek" Tesa.
"Enak aja tante di bilang pesek" Osi.
"Udah lah ayok buruan makan, aku tadi yang masak" Aku.
Kamipun makan bersama setelah selesai masak kami duduk di sofa ruang tamu.
"Anak siapa itu Sa? " Osi
"Anak Ryan" Aku sambil natap Ryan.
"Beneran? Jadi duda kamu Yan? " Osi
"Iya anak aku, enak aja duda" Ryan.
"Terus emaknya mana? " Osi
"Itu emaknya" Ryan sambil nunjuk aku.
"Pagi baru udah sableng" Aku.
"Aku serius, kalian please deh" Osi.
Dan pada akhirnya aku dan Ryan menceritakan kepada Osi cerita semalam.
"Ooo gitu ceritanya" Osi.
"Iya, makanya jadi orang itu jangan suka molor" Aku.
"Keadaan molor itu" Osi.
"Suka atimu lah Si" Aku.
__ADS_1
"Iya udah aku mau pulang, terus minggu depan kita sidang skripsi hari Rabu jam 10:00" Osi.
"Kita siapa? " Aku
"Kita bertiga lah bodoh, ya Allah oon jangan dipelihara" Osi.
"Mana tau kan cuma koe sama Ryan" Aku.
"Ehh dasar Annisa Aldenia Putri Alkatiri" Osi.
"Handoko Kusumo ketinggalan" Aku.
"Bodo amat, aku mau balek. Bye, assalamualaikum" Osi.
"Walaikumsalam" Jawab kami bertiga.
"Tante, kita main ke taman yok. Tesa bosan" Tesa.
"Ayok sayang, ayok Yan" Aku.
Akupun berjalan menuju mobil Ryan.
15 menit sampai di taman, taman bermain sangat ramai di kerubungi oleh orang-orang.
"Orang-orang pada ngapain sih" Aku.
Aku menganggukan kepala.
"Sayang sini duduk sama tante" Aku.
Aku pun memangku Tesa duduk.
5 menit kemudian Ryan kembali.
"Kenapa Yan? " Aku.
"Ada penemuan jenazah Sa, bentar aku telfon orang kantor dulu" Tesa.
Ryan pun menelfon kantor polisi.
"Kalian jangan kemana-mana, aku urusin ini sama rekan-rekan lainnya" Perintah Ryan.
"Iya" Aku.
Aku melihat polisi sudah memasang garis pembatas dan melakukan identifikasi jenazah tersebut, namun karena aku penasaran aku mengajak Tesa mendekati.
"Sayang kita kesana sebentar yok" Aku.
Tesapun menurut dan aku menggendongnya, sesampainya disana Tesa menangis histeris.
__ADS_1
"Huwa.. huwa.. huwa sampai sesenggukan" Tesa.
"Sayang kenapa, hei kok nangis disini ada tante" Aku.
Ryan mendekatiku, "Sayang kenapa kok nangis?" Ryan
"Mama tan, mama om" Tesa
Aku dan Ryan bingung.
"Mana mama sayang? " Aku
"Itu om, itu mama Tesa" Tesa ambil menunjuk jenazah.
"Astagfirullah itu mama Tesa" Aku.
"Kami mau membawa jenazah kerumah sakit untuk otopsi, kamu bisa kan bawa mobil aku, ini kuncinya" Ryan sambil memberikan kuncinya.
Setelah jenazah dimasukan kedalam mobil polisi, aku pun melajukan mobil Ryan mengikuti mobil polisi tersebut, sepanjang jalan Tesa menangis histeris. Hingga sampai di rumah sakit bhayangkara aku segera memarkirkan mobilku dan menggendong Tesa mengikuti Ryan.
Karena Tesa terus menangis histeris, Ryan mengambil Tesa dan menggendongnya.
"Sayang jangan nangis ya, mamanya Tesa udah meninggal, dia udah di surga. Kalau Tesa nangis nanti mama malah sedih" Bujuk Ryan.
"Disini ada tante sama om yang sayang sama Tesa, jadi Tesa jangan sedih dan jangan nangis. Tesa boleh anggap tante dan om sebagai orangtua Tesa" Aku
Tesapun mulai berhenti menangis dan memeluk Ryan semakin erat.
"Tesa jangan takut, Tesa kan putri cantik jadi harus senyum ga boleh nangis dan takut" Ryan.
Tesapun tersenyum kecil.
"Kita ke kantor polisi sekarang sambil nunggu hasil otopsi keluar" Ryan.
Aku pun berjalan mengikuti Ryan kearah mobil.
10 menit kemudian kami sampai di kantor polisi, aku diajak menuju ruangan untuk memberikan kesaksian mengenai Tesa dan Ryan menceritakan jika mama Tesa adalah jenazah yang ditemukan di taman bermain.
SKIP
jam 16:00 hasil otopsi keluar dan menjelaskan bahwa mama Tesa meninggal karena dibunuh oleh seseorang dan polisi juga telah menangkap pembunuh tersebut yang tidak lain adalah kekasih mama Tesa.
Hari itu juga dilaksanakan pemakaman mamanya Tesa, dan setelah selesai aku langsung mengajak Tesa untuk pulang kerumah.
Like
komen
dan tambahkan ke daftar favorit
__ADS_1