
Happy Reading
"Maaf dok, pasien kecelakaan disini atas nama Annisa dimana ya? " Tanyaku kepada dokter.
"Oo sudah dipindahkan diruang rawat inap pak, tadi sudah siuman" Dokter.
"Diruang berapa ya dok" Tanyaku.
"Di ruang VVIP nomor 25 pak" Dokter.
"Terimakasih dok" Ucapku.
Aku langsung mengajak mama untuk menuju ruangan tersebut.
Sesampainya diruangan tersebut aku langkahkan kakiku masuk. Dan aku lihat bahwa Annisa sudah tersadar.
"Ehh nak Ryan sudah sampai" Papa Nisa.
"Sudah om, oo iya perkenalkan ini mama Ryan om" Ryan.
"Saya David dan ini istri saya Puspa" Papa Ryan.
"Saya Ranti pak, mamanya Ryan" Ranti.
__ADS_1
"Sudah dari tadi Annisa sadar om? " Tanya Ryan.
"Belum nak, baru saja dia sadar" Pak David.
"Coba kamu kesana, kamu ajak ngobrol dia" Ucap Pak David.
Aku hanya menganggukkan kepala.
Akupun berjalan mendekati brankar Annisa dirawat. Aku pandangi wajah dia yang dibalut kain kasa putih dibagian kepala, lalu aku duduk dikursi dan memegang tangannya. Kata dokter memang luka parah dibagian kepala Annisa sehingga walaupun Annisa sudah tersadar tapi sebelum benar-benar sembuh total kondisi Annisa bisa kembali kritis kapan saja.
"Sayang, maafin mas ya. Kamu harus sembuh jangan sakit kaya begini, yang kamu lihat kemarin itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan sayang. Mas ga bakalan khianati cinta kamu sayang, kamu percaya kan sama mas. Sekarang kamu pokoknya harus sembuh, nanti setelah sembuh terserah kamu mau hukum mas apapun mas bakalan terima asal kamu memaafkan mas. Kalau sudah sembuh kita langsung mengurus pengajuan nikah ke kantor sayang, setelah nikah nanti kita main bareng Tesa dan anak-anak kita. Mas sayang dan cinta sama kamu Annisa Aldenia Putri Alkatiri Handoko Kusumo. Kamu bisa denger kan apa yang mas omongin" Ucapku sambil mencium punggung tangan Annisa.
"Kamu jahat mas, aku benci kamu" Ucap Annisa sambil menitikkan air mata.
"Aku ikhlas kok mas jika harus pergi, aku titip Tesa sama kamu. Sayangi dan cintai Tesa seperti kamu menyayangiku. Kamu harus janji sama aku mas" Ucapnya.
"Kamu ngomong apa sih sayang, kamu pokoknya harus sehat. Kamu kan wanita kuat" Ucapku.
"Sekarang kamu tidur, biar kami duduk dikursi sana" Aku sambil menunjuk sofa.
Kemudian aku berjalan menuju kursi bersama orangtua Annisa dan mamaku serta Osi dan Tesa yang ternyata sudah datang menjenguk.
"Sudah Yan" Tanya pak David.
__ADS_1
"Suda om, aku suruh Annisa istirahat. Takutnya nanti dia banyak gerak kalau lagi melek" Ucapku.
"Om sama tante sudah sarapan? " Tanyaku.
"Belum Yan" Jawab mama Annisa.
"Ya suda kalau gitu biar Ryan keluar cari makan dulu ya tan" Aku.
"Ga usah repot-repot nak" Ucap mama Annisa.
"Ga papa kok tante, tante disini saja. biar Ryan yang keluar mencari makan buat sarapan om dan tante" Aku.
"Ya sudah kalau kamu maksa nak" Mama Annisa
"Ryan permisi dulu tante" Ucapku.
Aku berjalan menuju kantin rumah sakit dan memesan sarapan pagi untuk dibungkus. 10 menit menunggu akhirnya sarapannya selesai dan lekas aku bawa keuangan Annisa.
"Assalamualaikum, ini tan sarapannya" Aku.
"Iya makasih ya nak" Mama Annisa.
"Sama-sama tante" Aku.
__ADS_1
Tante dan om pun segera sarapan dan setelah selesai tak berapa lama dokter masuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap Annisa.