
Happy Reading
Aku langsung berjalan ke langkah Osi, aku mau pulang ada telfon mendadak.
Aku berlari sambil menangis menuju lantai bawah dan sampai di tepi jalan aku akan menyeberang mencari taksi tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dengan kecepatan tinggi
tin.. tin.. tin
Aku ditabrak sebuah mobil dan tubuhku terpental beberapa meter dan seketika aku sudah tidak sadar.
Di depan bioskop
Ryan berjalan bersama Dila kearah Osi.
"Eh, nonton juga kamu Si" Ryan.
"Iya yan, kamu juga. Ini siapa? " Tanya Osi
"Perkenalkan saya tunangan Ryan, nama saya Dila" Dila.
"Aku Osi" Osi.
"Kamu sendiri aja, tumben" Ryan.
"Tadi sama Annisa, tapi dia tadi habis dari toilet nampak sembab mata dia dan buru-buru pulang" Osi.
"Apa, kamu sama Nisa" Ryan.
"Kenapa kamu kok kaget" Tanya Osi.
"Aku ada janji sama dia tapi lupa" Ryan.
__ADS_1
Suasana di luar sangat ramai mengelilingi Nisa korban kecelakaan.
Ryan melihat orang ramai bertanya kepada salah seorang satpam.
"Ada apa ya pak kok ramai banget" Ryan.
"Itu ada orang ditabrak mobil mbk, parah banget sepertinya" Satpam.
deggg jantung Ryan seperti berhenti.
"Bisa kasih tau ciri-cirinya pak" Osi.
"Dia memakai baju coklat sama jilbab hitam mbk terus berkulit putih" Satpam.
"Annisa, ya Allah" Osi
"Makasih ya pak" Ryan.
Osi dan Ryan langsung berlari ke arah kejadian dan benar Annisa yang tertabrak mobil. Tangis Osi pecah sementara Ryan mengambil mobil di parkiran.
Setelah dimasukkan dalam mobil Ryan langsung melajukan kendaraannya menuju rumah sakit terkedat.
20 menit sampai di rumah sakit dan langsung silahkan kedalam ruang ICU untuk pemeriksaan.
Ryan nampak bersalah dan bingung pasalnya dia menduga bahwa Annisa melihat dia bersama Dila sehingga membuat Annisa kecelakaan.
Sementara Osi masih terus menangis karena takut sahabatnya kenapa-napa.
2 jam berlalu akhirnya dokter keluar ruangan.
"Siapa keluarga korban" tanya dokter
__ADS_1
"Saya calon suaminya dok" Ryan.
"Baiklah calon istri anda membutuhkan banyak darah, sekarang kondisinya sangat kritis. Kebetulan golongan darah beliau stoknya habis dirumah sakit" Dokter.
"Golongan darahnya apa ya dok" Ryan.
"AB" Dokter.
"Baik dok saya akan udahan mencari pendonor buat calon istri saya"
Ryan berjalan menuju Osi dan memintanya untuk menghubungi orang tua Annisa karena Annisa sedang membutuhkan bayak darah karena kondisinya sangat kritis.
45 menit akhirnya orang tua Annisa tiba dirumah sakit dan langsung mendonorkan darahnya untuk anaknya.
Setelah selesai mereka duduk di depan ruang ICU menunggu kabar baik dari dokter.
"Nak, kamu ganti baju dulu sana. Bajumu terkena darah" Mama Nisa sambil menyodorkan baju kaos.
"Iya makasih tante, maaf tante Ryan ga bisa jaga Annisa" Ryan.
"Udah engga papa, ini bukan salah kamu. jangan menyalahkan diri sendiri seperti itu" Mama Annisa.
"Saya permisi ganti baju dulu ya tante" Ryan
Papa Nisa berjalan menuju Osi.
"Sebenernya apa yang terjadi nak? " Tanya papa Nisa.
"Tadi Osi sama Nisa pergi nonton, terus sebelum masuk Nisa pamit ke toilet. Habis dari toilet mata dia sembab kaya habis nangis om, terus pamit pulang buru-buru katanya" Osi.
"Ya sudah engga apa-apa" Papa Nisa.
__ADS_1
"Mungkin Nisa tadi mengetahui Ryan pergi dengan tunangannya om, soalnya kata Ryan dia punya janji sama Nisa tapi Ryan lupa, maafin osi ya om.Andai osi tidak mengajak Nisa pergi pasti ga akan seperti ini" Osi.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, om sama tante juga tidak menyalahkan siapapun" Papa Nisa.