Ijazah Dan Pelaminan

Ijazah Dan Pelaminan
Part ^28^


__ADS_3

Setelah makan malam dan bercengkarama bersama keluarga Rima. Andini dan Rima kembali masuk kedalam kamar setelah mereka memastikan meja makan kembali rapi dan dapur pun bersih.


Keduanya menjatuhkan badan berdampingan diatas kasur. Hening sejenak. Hanya helaan nafas yang terdengar dari kedua sahabat itu sambil menatap langit-langit kamar.


BUK


"Aw!" pekik Andini karena kaki Rima menindih pahanya dengan keras hingga membuatnya terbangun.


"Ih tidurmu lasak seperti anak kecil ga mau diem." Ucap Andini sembari menyingkirkan kaki Rima dari atas pahanya.


"Emmmmhh.." Rima menggeliat perlahan membuka matanya dan menggosoknya dengan punggung tangannya.


"Emh emhh. Bangun yuk." Ucap Andini yang sudah terduduk disamping Rima menggoyahkan bahu sahabatnya itu yang masih terlihat malas dan mengantuk.


Rima malah membelakangi Andini dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. "Di-ngiiin." Ucap Rima. Hampir kembali terlelap jika Andini tidak menarik selimut yang menutupi tubuhnya. "Sudah subuh Rima. Kita ke air sholat bareng yu ah." Ucap Andini seraya menarik selimut membawanya menjauh kemudian melipatnya dengan rapi lalu diletakan diataa bantalnya.


Rima menggeliat malas. Setelah membersihkan diri bergantian dan telah rapi dengan pakaian santainya, keduanya sembahyang berjamaah.


Tanpa harus diminta kemudian keduanya beranjak menuju dapur untuk membantu Ibu Hasanah mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.


Waktu menjukan pukul 7.00. Semua makanan telah tertata rapi di meja makan. Andini berbaur sarapan pagi bersama keluarga Rima tanpa ada rasa canggung layaknya sedang berada ditengah-tengah keluarganya sendiri.


"Kalian jadi pergi... Berangkat jam berapa?" Tanya Ibu Hasanah sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Jam 9 Mah." Sahut Rima


"Memangnya kamu mau kemana Rim?" Tanya Andini kaget mendengar sahabatnya mau pergi.


"Nanti juga kamu tahu." Sahut Rima datar.


Suasana kembali hening, mereka asik menikmati sarapan pagi hingga selesai. Setelah Rima merapikan meja makan dan semua piring dicuci bersih oleh Andini. Mereka berdua kembali kedalam kamar.

__ADS_1


Rima membuka lemari pakaiannya dan memberikan pakaian ganti Andini yang tergantung di dalam lemarinya. Andini meraih pakaiannya dan menaruhnya di sisi tempat tidur.


"Ayo ganti pakaian." Titah Rima sembari memilih pakaiannya sendiri. Setelah serasa mendapatkan pakaian yang cocok Rima mengganti pakaiannya dengan mengenakan kulot standar bermotif kotak-kotak putih hitam dipadukan dengan t-shirt putih polos.


Andini hanya berdiri mematung sembari memperhatikan sahabatnya yang sedang merapikan rambutnya.


"Malah bengong. Keburu siang Din." Ucap Rima sembari menatap wajah Andini dari balik cermin.


"Memangnya kita mau kemana? Perasaan... kita tidak merencanakan untuk keluar rumah hari ini." Tutur Andini


"Kita jalan-jalan ke Lembang Din. Mumpung masih ada kesempatan buat kita bareng-bareng sebelum kita sibuk dengan sekolahan kita masing-masing." Jelas Rima dengan suara yang datar.


Mendengar penuturan sahabatnya itu, tanpa menunggu lama Andini meraih jeans warna coklat yang dipadukan dengan kaos warna putih berlukiskan kartun wanita cantik.


Setelah melihat Andini telah mengganti pakaiannya, Rima keluar dari dalam kamar untuk menemui Ibu Hasanah yang sedang berada di halaman belakang. Andini meraih sepatunya yang berwarna putih kotak-kotak coklat senada dengan celana jeansnya. Rima kembali kedalam kamar sudah lengkap dengan sepatu putih polosnya dan tas selendang berwarna hitam.


"Yu. Kita jalan sekarang. Aku sudah bilang sama Mamah tadi lagi ada dibelakang." Ajak Rima lalu meraih tangan Andini dan menuntunnya.


Rima menghela nafas panjang kemudian menjatuhkan tubuhnya di kursi ruang tamu. Tak lama kemudian Andini kembali dan mereka pun meninggalkan rumah menuju terminal angkutan umum.


"Rim.. Kenapa acaranya tiba-tiba. Biasanya kamu suka membicarakannya dulu sebelumnya sama aku?" Tanya Andini yang sedang berjalan disamping Rima.


"Salah kamu sendiri sejak kemarin kerjaannya cemberut mulu. Aku jadi malas kan ngobrolnya." Jawab Rima membelalak malas.


"Ya maaf. Habisnya aku kesel kan kamu maksa-maksa aku untuk menemui Reyhan. Aku kan belum siap" Tutur Andini sambil menoleh. "Tapi aku janji lain kali aku tidak akan cemberut lagi." Lanjutnya dengan tandas setelah mendapati wajah masam Rima.


Rima menghentikan langkahnya seraya membalikan badannya menghadap Andini. "Janji kamu kemarin bukan hanya itu." Ucap Rima mengingatkan sahabatnya agar tidak melupakan apa yang telah diucapkannya.


Andini mengerlingkan kedua bola matanya kesal mendengar apa yang di ucapkan oleh Rima. "Tuh kan!" Ucap Rima sambil memonyongkan kedua bibirnya melihat wajah kesal Andini.


"Iya aku ingat janji aku kemarin." Ucap Andini

__ADS_1


"Lah iya kamu harus ingat jika kamu sudah berjanji setelah hari kemarin kamu tidak akan jutek lagi sama Reyhan. Kamu akan mau menemuinya dan mengobrol dengannya." Turur Rima panjang lebar sembari melangkahkah kakinya meninggalkan Andini yang termenung mendengar penuturan sahabatnya itu.


Melihat Rima yang sudah berjalan cukup jauh di depannya. Andini berlari mengejarnya. "Hey tunggu Rima.. Tunggu bentar napa sih." Teriak Rima.


Rima tidak menghiraukan teriakan sahabatnya itu, Rima terus memanjangkan langkahnya. "Rima-Rima tunggu." Andini menarik tangan Rima agar memelankan langkahnya.


"Perasaan janji aku kemarin enggak sepanjang itu deh Rim." Ucap Andini pelan sambil mengingat-ngingat apa telah diucapkannya kemarin.


"Enggak perasaan kamu, tapi perasaan aku iya." Sahut Rima sembari melirik wajah sahabatnya itu dengan ujung matanya. Dalam hatinya Rima tersemyum melihat yang Andini terdiam menatap lurus kedepan sambil terlihat masih mengingat-ingat ucapannya.


Rima memelankan langkahnya sambil menggandeng tangan sahabatnya. Mereka terus berjalan dalam diam. Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari belakang mereka.


"Kalian mau kemana?" Tiba-tiba suara seorang laki-laki menegur dari dalam mobil.


Rima dan Andini menghentikan langkahnya seraya menoleh kearah suara laki-laki itu. "Anto" Ucap Rima sembari tersenyum. Mobilpun berhenti disamping mereka. "Mau kemana Rima? Hey Andini." Sapa Anto sembari turun dari mobil dan menyalami mereka berdua.


"Ini... Kita mau jalan-jalan ke Lembang An." Jawab Rima.


"Kebetulan dong, aku juga mau ke Lembang suntuk seminggu ini dirumah terus. Bareng yuk biar rame." Pinta Anto kegirangan.


"Boleh dong." Sahut Rima antusias.


Melihat Rima kegirangan Andini mencolek bahu sahabatnya itu sembari membulatkan kedua bola matanya tanda tidak setuju. Rima hanya menoleh sembari tersenyum ke arah Andini.


Anto membukakan pintu mobil belakang untuk mereka, Rima masuk duluan sembari menarik tangan Andini agar mengikutinya untuk duduk disampingnya.


Mobil Feroza merah yang ditumpangi Andini dan Rima meluncur dengan kecepatan sedang setelah kedua wanita itu duduk dengan nyaman.


"Kalian ke Lembangnya mau kemana?" Tanya Rima


"Sebenarnya kita belum punya tujuan mau kemana-mananya. Soalnya tadi dadakan acaranya. Jadi yaa... Sesampainya saja dulu. Kita pikirkan sambil jalan saja ya kan Rey." Jawab Anto sembari melirik ke arah Reyhan.

__ADS_1


Andini yang sejak tadi hanya menundukan kepalanya terperanjat kaget mendengar Anto menyebut nama Rey.


__ADS_2