Ijazah Dan Pelaminan

Ijazah Dan Pelaminan
Next Part


__ADS_3

"Makasih ya Rey." Ucap Andini seraya menatap wajah Reyhan dan kedua bola mata merekapun saling menatap lekat. Reyhan menggerakan kepalanya sambil tersenyum manis.


"Ehem.. Ehem." Anto dan Rima saling melirik.


Andini memalingkan wajahnya tersipu malu karena godaan kedua sahabatnya. Begitu pun Reyhan memalingkan kepalanya seraya tersenyum dan menoleh kaarah sahabatnya.


"Tunggu ntar giliran kalian." Ancamnya.


Anto dan Rima pun tersenyum saling menatap.


***


Di dapur Ibu Imas sedang mempersiapkan susu dan cemilan untuk Andini dan teman-temannya. Mengetahui Omanya berlama-lama di dapur. Andini pun berdiri "Aku lihat Oma dulu ya. Kalian tunggu bentar." Ucapnya seraya berlalu menuju dapur.


"Oma.... Kenapa gak panggil Dini. Oma jangan repot sendiri. Sini sama Dini aja." Ucap Andini sambil meraih nampan dari atas meja dapur.


"Ga apa-apa Nak. Oma tidak repot. Justru Oma senang kalau cucu Oma banyak kawan." Sahut Ibu Imas sembari mengelus rambut Andini yang tergerai panjang.


Andini pun merapatkan kedua bibirnya dan terlihat senyum bahagia di kedua sudutnya. "Makasih Oma. Oma memang terbaik buat Dini." Ucap Andini dengan mata berkaca-kaca.


Kalau saja Andini sedang tidak memegang nampan sudah pasti dia menyerbu Omanya dengan pelukan hangat.


Ibu Imas pun mengangguk "Sudah sana kedepan." Titahnya sambil menyentuh bahu Andini. Andini pun mengangguk dan meninggalkan Ibu Imas di dapur yang sedang tersenyum lebar sembari menatapnya.


****


Tatapan Omanya Andini sama persisi dengan tatapan Emak Othor nih. Mencari-cari adakah jejak dari penggemar Andini dan Reyhan 🥰


Biar Emak Othor semangatnya gak redup kalau ada jejak-jejak dari pembaca novel pertama Emak ini.


Yuuu... Tinggalin jejaknya yaaa buat Emak.


***


"Ini bukan pajangan yaa." Ucap Andini sembari meletakan gelas-gelas yang berisi susu beserta toples-toples cemilan.


"Siaaap...." Sahut Anto seraya meraih segelas susu yang ada dihadapannya lalu menghabiskannya sekaligus. "Ausss." Ucapnya sembari melirik Reyhan yang menatapnya dengan melongo.

__ADS_1


"Makasih Din." Lanjut Anto sambil meletakan gelas kosong yang ada ditangannya.


"Sama-sama." Jawab Andini tersenyum. "Mau nambah An?" Lanjutnya.


"Tidak usah Din. Ayo Rey minum. Katanya pengen cepet cabut!" Titah Anto mengingatkan.


"Tapi aku harus ijin Oma dulu." Sahut Reyhan sambil meminum susu dalam gelas yang telah di pegangnnya.


"Ijin mau kemana?" Tanya Ibu Imas yang telah mendekat ke pintu ruang tamu.


Reyhan meletakan gelas diatas meja. "Ini Oma kalau boleh Rey mau ngajak Andini pergi keluar. Jalan-jalan gitu Oma." Pinta Rey sambil menatap wajah Ibu Imas yang kini telah duduk di hadapannya.


"Memangnya mau jalan-jalan kemana?" Tanya Ibu Imas.


"Ke Lembang Oma. Putar-putar aja disekitaran sana." Jawab Reyhan sembari menebar senyum manisnya.


"Kalian berempat?" Tanya Ibu Imas.


"Iya dong Oma." Rima menimpali seraya menatap Anto yang menganggukan kepalanya sambil menatap wajah Ibu Imas.


"Ya sudah. Oma Ijinkan. Tapi kalian hati-hati ya. Oma titip cucu Oma ya Rey." Tutur Ibu Imas sembari menoleh ke arah Andini yangs sedang tersenyum kearahnya.


"Yuk.. Berangkat sekarang dong." Ajak Rima sudah tidak sabar.


Mereka pun beranjak dari tempat duduknya masing-masing. Setelah berpamitan dan menyalami Ibu Imas. Andini dan teman-temannya meninggalkan ruang tamu menuju mobil Reyhan yang terparkir dihalaman rumah.


Setelah semuanya duduk nyaman dan santai, Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Andini yang duduk disamping kemudi melambaikan tangannya "Daahhh Omaaa..." Ucapnya sambil tersenyum senang.


"Hati-hati." Pesan Ibu Imas sambil membalas lambaian tangan cucunya itu.


Ibu Imas menatap laju mobil yang perlahan meninggalakan rumahnya sampai bayangannya hilang. Ibu Imas tersenyum seraya melangkah masuk kedalam rumah.


***


Ke empat remaja yang ada di dalam mobil TAF merah nampak begitu ceria sedang menikmati perjalanan kebersamaan mereka menuju Lembang yang sudah sejak lama menjadi kota favorite untuk dikunjungi disaat liburan.


Lembang merupakan salah satu kota tertua yang terletak di Kabupaten Bandung Barat. Setiap akhir pekan atau musim liburan, Lembang dijejali oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menikmati suasana dingin di Jawa Barat. Ya, Lembang memang terkenal dengan suhunya yang sejuk dan jauh dari perkotaan.

__ADS_1


Mobil TAF merah meluncur lancar dengan kecepatan sedang di iringi suara musik yang semakin menambah kegembiraan untuk semua penumpangnya.


Sesekali Reyhan melirik kesamping kemudi untuk memastikan Andini tetap merasa aman dan nyaman. Senyumnya semakin merekah mendengar kedua sahabatnya yang duduk di belakang bernyanyi dengan kompak mengikuti irama musik yang ngebass.


"Rey..." Teriak Anto. "Laper niiih." Rajuk Anto ketika melihat sahabatnya itu sedang menatapnya dari kaca spion.


"Ok.. Mau makan dimana?" Tanya Reyhan.


Anto melirik ke arah Rima yang sedang asik berdendang di sampingnya. Rima hanya mengangkat kedua bahunya sembari mengangkat kedua alisnya.


"Gimana Din?" Tanya Anto pada Andini yang sedang tersipu membalas tatapan dan senyu makis Reyhan.


"Aku ngikut aja." Jawab Andini seraya menatap Reyhan yang kembali serius di belakang kemudi.


"Yang penting makan yaaa... Jangan ada yang komplen." Jelas Reyhan seraya membelokan mobilnya ke halaman parkir pizza hut.


Mobil terparkir dengan rapi. Semua penumpang telah duduk di depan meja menanti pelayan mengantarkan pizza hut yang mereka pesan.


"Lama banget ku menantimu wahai pizza nan lezat." Ucap Anto sembari mengusap-ngusap perutnya yang rata.


Semua terkekeh melihat tingkah Anto dengan wajah tidak sabar. Senyum Anto mengembang ketika pelayan tiba dengan pizza jumbo yang di letakan di meja.


Suasana diantara mereka yang tak lepas dari canda dan tawa seolah dunia hanya milik mereka. Membuat orang yang melihatnya iri, saling ejek tanpa menyinggung juga saling perhatian satu sama lain. Sulit untuk di bedakan diantara mereka apakah bersahabat atau ada jalinan yang lebih.


"Din. Makan yang banyak biar ada tenaga ladenin Reyhan." Ejek Anto.


HUK...


Andini menghentikan makannya sembari menutup mulutnya tersedak kaget atas ucapan Anto. "Maksudnya An? Tanya Andini.


"Emmh... Maksudku biar kamu gak diem aja kalau di ejekin." Jelas Anto sembari meneguk juice jeruk yang ada dihadapannya.


"Makanya mesti jelas Aaannn... Jadi Dini salah tafsir tuh." Sahut Rima melirik ke arah sahabatnya seraya tersenyum.


"Ehm.. Aku bukan salah tafsir. Hanya saja mengartikannya beda." Tutur Andini sambil melebarkan kedua sudut bibirnya.


Reyhan pun terkekeh mendengar ucapan Andini. Sementara Rima dan Anto saling melirik dan saling melempar senyum manis.

__ADS_1


Selesai makan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kota dingin Lembang. Tujuan Reyhan kini ingin mengajak teman-temannya untuk mengunjungi Observatorium Bosacha yang berada di Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


__ADS_2