Ijazah Dan Pelaminan

Ijazah Dan Pelaminan
Next Part


__ADS_3

"Iya tapi kemana." Jawab Anto seraya mrngerutkan keningnya. Mereka pun sejenak terdiam memikirkan tempat yang akan mereka kunjungi bersama Andini dan Rima.


"Rey! Situ Patenggang yuk." Tiba-tiba Anto menyarankan untuk mengunjungi salah satu tempat wisata yang berada di Bandung Selatan Jawa Barat tepatnya di Ciwidey.


"Gak kejauhan... Soalnya ini udah siang An jam 11 nih. Nanti malah baru nyampe udah diajak pulang lagi sama Dini." Sahut Reyhan ragu.


"Iya juga." Jawab Anto membenarkan.


"Kita ke Lembang aja lah makan-makan kek.. Pizza.. Atau ke resto chicken.. Gimana An?" Saran Reyhan sembari menatap wajah Anto.


"Boleh lah kalau urusan makan aku gak akan nolak." Jawab Anto nyengir sembari mengusap-ngusap perutnya. Reyhan pun hanya menggeleng.


"An kamu lapar?" Tanya Andini yang telah berdiri di pintu tengah menuju ruang tamu sambil menggendong tas punggungnya.


"Engga... Dikit!" Jawab Anto sambil melebarkan senyumnya.


Reyhan beranjak dari kursi mendekati Andini seraya meraih tas gendong dari punggung Andini.


"Sini berat. Sama aku aja." Pinta Reyhan.


Senyum Andini merekah dari kedua sudut bibirnya mendpat perhatian dari Reyhan.


"Jangan mesra-mesraan terus dong. Kita berangkat sekarang dong." Titah Rima yang telah berdiri di belakang Andini.


Semua mata menatap kearah Rima. "Kamu tuh datang dan pergi tanpa permisi bikin kita semua kaget." Ucap Reyhan seraya menjinjing tas punggung Andini.


"Bukannya datang tak diundang dan pergi tanpa diantar Rey." Ejek Andini seraya mengikuti langkah Reyhan menuju halaman depan.


"Emang kamu mau punya sahabat jelangkung." Gerutu Rima sembari mengunci pintu ruang tamu.


Semua tertawa mendengar kekesalan Rima karena digoda oleh Andini. Andini pun membalikan badannya dan masih terkekeh seraya memeluk Rima.


"Jangan marah ah. Jelek tau Rim." Ucap Rima seraya mengurai pelukannya.


Mereka pun berjalan menuju mobil TAF berwarna merah milik Reyhan. Anto sudah menunggu dengan memegang gagang pintu belakang yang sudah terbuka. Begitu pun Reyhan telah berdiri di pintu samping kemudi.

__ADS_1


Andini duduk di samping Reyhan yang sudah siap duduk di belakang kemudi. Setelah memastikan semua penumpang yang ada di mobilnya duduk dengan nyaman. Reyhan pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Ibu Imas mereka tak henti-hentinya bercanda dan tertawa lepas. Keakraban dan kekompakan mereka memang tidak diragukan lagi. Perhatian dan saling menghibur satu sama lain selalu mereka tunjukan. Sesekali saling mengejek pun tidak pernah menimbulkan rasa sakit hati diantara mereka.


"Bentar lagi ada yang mau ketemu calon Oma tuh." Ejek Rima sembari mengangkat kedua alisnya.


"Ehem." Anto menimpali.


Reyhan hanya bisa memelototi kedua sahabatnya itu dari balik kaca mobil yang ada di hadapannya. Sementara Andini hanya tersenyum kecil sembari melirik Reyhan.


"Tapi kan ya Rim biasanya nih... Kalau pertama kali mau ketemu calon Omaaa... calon mertuaa... Bawa oleh-oleh gitu kaliii." Ledek Anto sembari mengedipkan matanya kearah kaca spion yang di pelototi Reyhan.


"Harusnya." Ucap Rima mendukung Anto.


"Jangan dengerin mereka Rey ya." Sahut Andini seraya memalingkan wajahnya kebelakang sembari mombolakan kedua matanya.


Anto menangkupkan kedua tangannya didepan dada sembari tersenyum menatap Andini yang sedang memelototinya.


"Biarkan saja Din. Suatu saat kita balas mereka. Kamu siap An?" Sahut Reyhan sembari tertawa.


"Eh dia membisu." Ucap Rima seraya menunjuk wajah Anto.


Tidak terasa Reyhan telah membelokan mobilnya memasuki halaman rumah Ibu Imas. Mobil telah terparkir rapi di depan rumah. Ibu Imas yang terlihat sedang duduk di kursi teras depan beranjak dengan wajah heran karena tidak mengenali mobil TAF berwarna merah yang parkir dihalaman rumahnya.


Reyhan dan Anto turun bersamaan. Reyhan mengitari bagian depan mobil dan membukakan pintu untuk Andini. Sedangkan Anto berlari kecil mengitari belakang mobil dan mempersilahkan Rima untuk turun.


"Omaaa" Teriak Andini seraya berlari kecil menghampiri Ibu Imas.


"Rupanyq cucu kesayangan Oma yang datang. Oma kira siapa." Ucap Ibu Imas seraya merentangkan tangannya menyambut pelukan hangat Andini.


Reyhan yang masih berdiri di depan mobil menatap pertemuan Andini dan Omanya yang seolah sudah lama tidak bertemu.


"Ayo Rey jangan malah senyum-senyum sendiri ntar Oma ngira kamu...." Ledek Anto sembari menempelkan telunjuknya diatas kening.


"Apaan sih An." Sahut Reyhan tersenyum kecil sambil menyenggol bahu sahabatnya itu.

__ADS_1


Reyhan mengitari mobilnya menuju pintu belakang kemudian membukanya dan meraih tas plastik yang membungkus dua dus di dalamnya.


"Sini!" Andini melambaikan tangannya kearah Reyhan dan Anto yang berjalan menghampirinya.


"Asalamuallaikum Oma." Ucap Anto dan Reyhan bersamaan.


"Waalaikumsalam." Sahut Ibu Imas sambil tersenyum lebar menyambut keduanya.


Reyhan dan Anto bergantian menyalami Ibu Imas dengan mencium tangan Omanya Andini itu.


"Ayo Nak masuk Nak." Titah Ibu Imas sembari membukakan pintu.


Kini Andini, Reyhan, Rima dan Anto telah duduk dengan nyaman diruang tamu bersama Ibu Imas.


"Oma, Ini Reyhan dan ini Anto." Andini memperkenalkan keduanya. Reyhan dan Anto pun mengangguk sembari tersenyum manis.


"Aku engga gitu Din." Ucap Rima menggoda.


"Oh iya Oma lupa. Ini Rima sahabat Dini yang paling cerewet, jahil, menyebalkan tapi nagngenin dan baik hati." Sahut Andini membuat semua yang ada diruang tamu itu tertawa.


"Oma... Makasih ya udah bolehin Dini nginep di rumah Rima. Rima seneeeng banget Oma jadi ada temen kalau bobok." Ucap Rima serius sembari menatap wajah Ibu Imas.


"Iya Nak. Sama-sama. Oma juga makasih Rima dan keluarga selalu baik sama cucu Oma." Jawab Ibu Imas seraya mengelus bahu Rima.


"Oh iya Oma. Ini ada sedikir oleh-oleh dari Mommy." Ucap Reyhan seraya menyerahkan tas plastik yang berisi dua dus bolu kepada Ibu Imas.


"Aduh kenapa repot-repot Nak Rey." Sahut Ibu Imas sembari menatap wajah Reyhan.


"Engga repot kok Oma. Kebetulan Mommy baru pulang jenguk Nenek. Pasti bawa oleh-oleh. Reyhan bawa saja untuk Oma. Semoga Oma suka." Jelas Reyhan sembari tersenyum manis.


Ibu Imas meraih tas plastik dari tangan Reyhan. "Terimakasih ya Nak Reyhan. Sampaikan salam Oma untuk Mamanya." Ucap Ibu Imas seraya berdiri. "Oma tinggal dulu kedapur ya." Ibu Imas berlalu meninggalkan Andini bersama teman-temannya.


"Rey. Rupanya sudah dipersiapkan toh." Bisik Anto sembari menyenggol bahu Reyhan.


"Iya lah. Aku ingat kalau Andini harus pulang hari ini. Aku juga sudah niat mengantarnya. Enak yaa ejekannya gak kena." Jelas Reyhan sembari tertawa kecil.

__ADS_1


"Hemm.. Kamu memang yaa... Aku akui deh." Sahut Anto seraya mengacungkan jempolnya.


Semuan tersenyum senang dan saling menatap.


__ADS_2