
" idih ,,, entar jatuh cinta loh ,,, katanya mau jadi dokter " kata Anto yang nyelingi ucapan khaterina dan Dinna ,
" idih sibuk jangan ikut campur " kata Dinna pada Anto ,,
" Iyah ,, yah ,,, makkkk " kata Anto yang membuat kedua temannya itu tertawa geli ,
๐น๐
di sebuah desa ,, seorang pemuda sangat tampan berkulit putih ,,
mardya raya putra ,,
pemuda yang baik , yang Sholeh ,,
dia seperti arya yatim piyatu , namun dia masih memiliki paman dan bibi , yang mau mengurus ,,,
terlebih bibi Mardya tidak memiliki keturunan ,,
sehingga Mardya dianggapnya sebagai anak sendiri ,,,
saat ini keluarga Mardya sedang berkemas ingin pergi kekota untuk mengadu nasib ,,,
setelah selesai berkemas keluarga Mardya menuju kota Dimana almarhum Arya tinggal dahulu ,
mereka akan menaiki angkutan bus kota ,,
๐โฉ
setelah selang beberapa waktu mereka pun tiba di kota SM , kota dimana tragedi Arya terjadi ,,
saat ini bibi dan paman Arya akan mencari sebuah rumah untuk mereka tinggali ,,
dan ternyata rumah tersebut berdekatan dengan rumah Bandi ,,, teman sekaligus sahabat Arya ,
" mardya ,,, sini kita berkemas ,,, ini rumah peninggalan kakek ibumu ,, mereka mengijinkan untuk kita tinggali ,, " kata bibi Anna ,
" Iyah bi ,,, " saut Mardya singkat ,, ia segera mengambil barang dan mulai membersihkan dan mengemas semua barang ,,
" besok paman mau kelurahan mengajukan surah perpindahan ,, oh yah katanya kamu ditrima kerja sebagai office boy di sebuah kantor , sebaiknya kamu urus segera ,,, setidaknya bisa buat kebutuhan sehari-hari ,, nanti paman dan bibi akan buka warung kecil-kecilan ,, tau sendiri paman tidak bersekolah Sulit untuk mencari pekerjaan " kata paman Herman kepada Mardya ,, memang selama ini paman yang sudah membiayai hidup Mardya dari kecil berumur 10 th sampai Mardya lulus sekolah SMK ,,
bahkan kepindahan mereka juga disebabkan Mardya mendapatkan pekerjaan di kota ,,, membuat bibi dan pamannya mengikuti Mardya ,
" Iyah ,, paman besok Mardya akan interview di kantor itu " kata Mardya yang menjawab perkataan pamannya,,
__ADS_1
setelah beberapa jam kemudian mereka selesai berkemas , Mardya saat ini sedang menunaikan shalat berjamaah bersama keluarganya ,
setelah selesai sholat ,, Mardya kembali kedalam ruang kamar tidurnya ,,
saat ini Mardya mengambil tas yang berisi surat-surat pengajuan dan hal-hal yang lainnya yang nanti akan dibutuhkan ,, setelah selesai berkemas Mardya akan mencari toko yang menyediakan sampul dan map ,,
setelah ia berpamitan dengan paman dan bibinya , Mardya segera berangkat mencari warung yang menyediakan kebutuhan yang diinginkannya ,
saat ini Mardya berjalan di samping rumah kost tempat dulu Arya tinggal , semenjak kepergian Arya rumah itu sangat sepi lengang ,,, bahkan ibu kost saja tidak ingin tinggal berdekatan dengan kost miliknya ,
banyak beredar tentang desas-desus mengatakan bahwa ada Suara-suara ganjil dari dalam ruangan kost ,, sehingga semua orang merasa takut dan terganggu oleh kehadiran makhluk tak kasat mata ,,
mardya melewati tempat kost Arya ,,
awalnya Mardya merasa biasa saja ,,, namun tengkuk belakangnya terasa meremang ,,, namun Mardya adalah anak yang Sholeh ,, ia tetap tenang saja , walau ia mendengar sesuatu terasa janggal ,,,
mardya terus berjalan melewati rumah kost tersebut sampai ia didepan jalan besar suara itu tidak terdengar lagi ,,
akhirnya Mardya menemukan sebuah toko buku yang banyak perlengkapan , Mardya pun akhirnya masuk dan membeli perlengkapannya ,
hari yang semakin malam membuat Mardya sedikit berbeda dengan pertama kali ia berjalan ,,,
suara dari dalam kamar kost itu makin terdengar jelas sekali ,, Mardya yang memang tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi merasa bahwa rumah kost itu ada penghuninya ,,, sebab suara berisik itu semakin jelas sekali ,,
'" mardya ,,, kaukah itu " kata bibi Anna ,,
" Iyah bi ,, Mardya pulang " kata Mardya menyahuti pertanyaan bibinya ,
mardya segera masuk kedalam ruang kamar tidur nya , setelah menjalankan sholat wajib dan Sunnah , Mardya pun langsung tidur ,
๐ธsaat ini Mardya sedang berada di sebuah ruangan ,,, ia terus berjalan ,, mendengar suara tangisan seseorang yang berada di pojokkan ruang kamar ,, awalnya Mardya kurang mendengarkan suara tersebut , namun semakin lama suara itu semakin jelas terdengar , Mardya terus mendekati suara tangisan tersebut ,, namun tiba-tiba seorang wanita memanggilnya ,,
" mardya jangan kesana ,,, bacalah doa " kata Suara wanita tersebut ,,,
awalnya Mardya bimbing namun Tuhan telah menjaga Mardya dari segala kejahatan ,,, akhirnya Mardya memilih untuk berdoa kepada Tuhan ,,,
setelah mengucapkan kata bismillah dan ayat-ayat pendek ,, seketika suara itu menghilang dan Mardya terbangun di saat hari sudah subuh ,,,
mardya segera membersihkan diri dan berWudhu setelah itu ia menunaikan sholat subuh ,,,
pagi ini Mardya akan pergi kekantor tempat ia akan bekerja ,,
setelah sampai di lobi kantor Mardya bertanya kepada sang resepsionis ,,
resepsionis itu memberitahukan kepada Mardya agar segera menuju kantor pimpinannya ,
__ADS_1
setelah ia sampai di depan pintu ruangan pimpinan ,
mardya langsung mengetok pintu ruangan dan diberitahukan bahwa ia langsung dapat bekerja di kantor ,,,
disaat Mardya berjalan melalui ruangan ia berpapasan dengan Pramana Poetra ,
mereka berdua saling berpapasan dan saling mengangguk kepala tanda menghormati ,,
mardya segera menuju ruangan yang sudah di informasi oleh pihak pimpinan ,, setelah mengganti pakaian dan mengambil peralatan kebersihan , segera Mardya bekerja membersihkan ruangan tersebut ,,,
sampai waktu jam kepulangan Arya , Mardya pulang kerumahnya ,, ia masih melewati rumah tersebut , awalnya terasa menyeramkan ,,, namun ia bertemu dengan Bandi yang tersenyum kepadanya ,,,
setelah mereka langsung melanjutkan perjalanannya ,
setelah sampai dirumah Mardya langsung menunaikan ibadah shalat ashar ,,
setelah selesai sholat Mardya keluar dari dalam ruang kamar tidurnya , ia sengaja duduk di depan teras , ia malah berpapasan dengan Bandi yang tersenyum kepadanya ,
Bandi menghampiri Mardya ,,
" hai ,,, namaku Bandi ,,, namamu siapa " tanya Bandi kepada Mardya ,
" namaku Mardya dari desa dusun ,, " kata Mardya yang sudah memperkenalkan dirinya ,,
" oh iyah Mardya ,,, salam kenal " kata Bandi ramah ,,,
" Hem ,,, kak Bandi ,,, rumah yang menuju tempat jalan besar itu ramai orang yah '" tanya Mardya yang sebenarnya ingin tahu apa penyebab rumah itu terlihat ganjil ,,,
" rumah yang mana " tanya Bandi ,,,
" rumah yang banyak pintu itu ,,, seperti rumah kost yah " tanya Mardya kepada Bandi ,,,
" oh ,,, rumah kost itu ,, tidak ada penghuninya ,,, sepi " kata Bandi yang memberi tahukan kepada Mardya ,,,
" apa ,,, sepih ,,, tapi Mardya mendengar suara yang sangat berisik sekali " kata Mardya bersungguh-sungguh ,,,
" Hem ,,, lain kali aku ceritakan ,,, tapi kalau lewat tempat itu jangan datangi yah ,,, sebab ah,,, nanti aku ceritakan " kata Bandi yang langsung menstater motornya dan meninggalkan Mardya sendirian ,,
ternyata Bandi menuju markas tempat ia biasanya mereka berkumpul ,,
disana sudah ada Alex , Adam , alkan dan yang lainnya ,
" hai semua ,,," kata Bandi yang menyapa temen-temennya ,
" hai ban ,,, sini kita ngumpul " kata Alex yang fokus pada gitar yang dimainkannya ,
__ADS_1