
" sell ,,, apapun yang menjadi keputusanmu sebisa mungkin kami akan terima ,, tapi ada pengecualiannya " kata Pramana yang masih memeluk sella erat ,,,
" hik,,, hik ,,, kak Pram ,,, aku ingin ,,,, hik ,,, hik " akhirnya sella menangis kembali ,,,
" sudah ,, sudah jangan dipikirkan lagi ,,, apapun yang terjadi kami berdua akan selalu siap untukmu " kata Pramana yang semakin erat memeluk sella ,,,
sampai akhirnya sella lelah dikarenakan terlalu banyak menagis ,, sebab dokter juga sudah memberikan obat penenang buat dirinya ,,,
hal itu juga tidak baik buat kesehatan bayinya sehingga dokter memberikan penanganan serius ,,,
setelah melihat sella tertidur Mardya segera kembali pulang ,,,
pada saat ini Pramana yang bertugas menjaga sella ,,,
setelah menempuh perjalanan akhirnya Mardya sampai dirumahnya ,,
Arya dan Trina menangis saling bersautan ,,,
sebab Arya merengek ingin bertemu dengan sella ,,,
sedang Trina menangis melihat Abangnya Arya sedang menagis ,,, jadi terjadilah kejadian Arya dan Trina menangis bersamaan ,,
beruntung Mardya datang dan sempat menenangkan trina ,, setelah trina meminum susunya aryapun akhirnya juga mau meminta susu yang sama seperti adiknya ,,,
" papa ,,, Arya mau minum susu seperti adik Trina " rengek Arya sambil sesenggukan ,,,
" Iyah ,, nak ,,, kenapa Arya nangis Hem ,,, sampai adik juga menangis " Mardya bertanya kepada Arya sambil tangannya masih mengocok botol susu yang akan diberikan kepada Arya ,,,
" hik ,,, hik ,,, Ar ,,,Arya ingin ketemu bunda ,, papa ,,, hik ,,, hik ,,, " Arya menangis sambil sesenggukan ,,,
" putra papa yang ganteng ,,, bunda sehat ,,, tadi dia sudah bangun ,,, tapi pak dokter memberikan bunda obat agar bunda istirahat dan lekas sembuh " kata Mardya menasehati putranya agar tidak menangis lagi ,,,
setelah Arya mendapatkan botol susunya ,,, segera ia tidur di samping adiknya ,,, ia juga sudah berhenti menagis dan mulai tidur disamping Trina yang sudah tidur terlebih dahulu ,,,
setelah melihat kedua anaknya tertidur ,, Mardya segera mandi dan berganti pakaian ,,, setelah itu ia tidur di samping kedua anaknya ,,,
🔸
Malam semakin larut ,,,
Mardya yang sudah tidur disamping kedua anaknya telah terbang ke alam nirwana ,,,
saat ini Mardya melihat sella duduk sambil menangis ,,,
Mardya mendekati sella ,,,
" sell ,,, kenapa kamu ditempat seperti ini " Mardya bertanya kepada sella ,,,
seketika sella berpaling melihat Mardya ,,,
namun dia bukan sella tapi khaterina ,,,
" mard ,,, " suara itu adalah suara khaterina ,, sejurus kemudian khaterina Bangun dari tempat duduknya dan langsung memeluk Mardya ,,
__ADS_1
Mardya merasakan pelukan dari istrinya khaterina ,, yang selalu membuat hatinya rindu ,,,
" tinna ,, aku pikir kamu sella " kata Mardya kepada khaterina , yang masih dalam pelukan Mardya ,,
" mard ,,, aku rindu kamu ,,, aku rindu anak kita ,,, " khaterina perlahan-lahan mengendorkan pelukannya ,,,
sambil tersenyum ia menatap Mardya ,,,
" Iyah ,,, aku juga sangat merindukanmu ,,, sayang ,,, em ,,, Trina sangat cantik sekali ,,, seperti dirimu " kata Mardya yang saat ini mengingatkan putri tercintanya ,,,
" Trina ,,, Trina putri kita yang terakhir aku lahirkan ,,, " khaterina mencoba mengingat dan bertanya kepada Mardya ,,, Mardya menjawab dengan anggukan menandakan bahwa apa yang dikatakan oleh khaterina itu benar ,,,
" hemm,,,, bagaimana dengan Arya putraku " khaterina bertanya tentang putranya yang masih batita itu ,,,
" Arya sudah besar ,,, dia menjadi Abang yang baik untuk Trina putri kita ,,, mereka sangat manis sekali " kata Mardya yang langsung mengecup kening istrinya itu ,,,
" pasti kamu kerepotan mengurus mereka berdua " khaterina balik bertanya kepada Mardya ,,
" tidak ,,, kan aku udah bilang Arya Abang yang sangat baik buat Trina ,,, " Mardya memberitahukan kepada khaterina sambil tersenyum kepadanya ,,,
" heee,,, pasti lucu saat berantem ,,, " kata khaterina yang masih ingin bertanya kepada Mardya ,,,
" Iyah ,,, putra dan putri kita sangat lucu sekali " jawab Marda yang kali ini mencium kedua pipi istrinya ,,,
keduanya saat ini bercengkrama dan saling bertukar cerita dan kisah yang terjadi Antara mereka berdua pada saat ini ,,,
sampai akhirnya Mardya mendengar suara Trina yang sebentar-sebentar menangis dan sebentar-sebentar mengoceh ,,,
ia mengucek-ngucek matanya dan melihat kearah jam di dinding pukul 5:30 ,,,
" oh ,,, ternyata sudah subuh " segera Mardya melihat popok putrinya dan menggantinya dengan yang baru ,,, setelah itu ia menabur bedak dan memberikan Trina susu ,,,
selanjutnya Mardya mengambil wudhu dan sholat subuh ,,,
setelah selesai melakukan aktivitasnya ,,, Mardya kembali melihat putrinya yang ternyata ia sudah tidur lagi ,,
Mardya mencium kedua pipi putrinya sambil ia menyebut nama khaterina sang istri tercinta ,,,
" khaterina ,,, aku sangat merindukanmu " kata Mardya yang langsung tidur kembali bersama Putrinya sampai pagi datang dengan sinarnya yang terang ,,
buru-buru Mardya mandi dan menyelesaikan aktivitas setelah memandikan Arya dan memakai pakaian ,,, Mardya yang saat ini sedang membawa salah satu tetangganya untuk menjaga sella ,,, sebab sella membutuhkan seseorang disampingnya ,,,
setelah itu mereka pergi menuju rumah sakit ,,, pada saat ini Trina diajak sang bibi pergi berjalan-jalan ,,,
sedangkan Mardya sudah mengantar Arya kesekolah ,,,
ia juga berjanji agar nanti siang Arya dapat bertemu dengan Ibundanya ,,,
setelah berunding dengan putranya Mardya segera kembali kerumah sakit disana ternyata sella ingin pulang kerumahnya ,,, pramanapun sudah mengurus semua administrasi dan sebagainya ,,
disaat mereka akan keluar dari lobi rumah sakit mereka bertemu dengan Mardya dan akhirnya Mardya kembali mengantar pramana dan sella pulang ke rumahnya ,,,
setelah mereka sampai didalam rumah sella segera masuk kedalam ruang kamar tidurnya ,,, namun Tetangga yang tadi mengikuti Mardya di perintahkan agar selalu bersama dengan sella ,,,
__ADS_1
selanjutnya Pramana dan Mardya pergi ke kantor ,,,
pada saat ini Pramana bersama bodyguardnya berada didalam ruang kantornya ,,,
ia memerintahkan kepada bodyguard tersebut untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua ,,, ia juga menyuruhnya agar menyamar menjadi mahasiswa tersebut ,,,
" aku ingin kalian mencari informasi sebanyak-banyaknya ,,, dan menangkap siapa dalang dibalik ini semua ,,, aku ingin kalian mengumpulkan bukti dan saksi " kata Pramana yang memerintah kepada mereka semua ,,,
" baik bos ,,, kami siap menjalankan tugas yang anda berikan " kata pimpinan bodyguard tersebut ,,,
setelah mendengar intruksi dan penjelasan dari Pramana kesepuluh orang suruhan Pramana tersebut bergerak ke arah yang dimaksud oleh Pramana ,,,
mereka akan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi agar dapat menangkap orang tersebut ,,,
⏭️⏭️
skip ,,,,
tak terasa sudah hampir dua bulan sella tidak pergi ke kampusnya ,,
pada saat ini kesehatan sella sudah mulai membaik ,,, sebab ia begitu dekat dengan Arya dan Trina ,,,
sella sudah menganggap kedua anak tersebut seperti anaknya sendiri ,,,
" bunda ,,, ini ,,, seperti ini " kata Arya yang saat ini sedang mengerjakan tugas sekolahnya ,,, sedangkan Mardya sedang memangku Trina yang asik mengenyot botol susunya ,,,
" Iyah Arya ,,, ini sudah benar " jawab sella kepada Arya yang masih menulis huruf dan angka yang sudah diberitahukan kepadanya ,,,
pada saat ini Trina sudah menghabiskan satu botol susunya ,,,
ia sudah mulai dengan suaranya yang ceria ,, Pramana saat ini sedang mengupas buah-buahan ,,,
" Auh ,,, Auh ,,, ahkk ,,, hakkk " suara Trina mulai berceloteh ,,, Arya yang mendengar adiknya sedang berbicara sendiri ,, segera menyiapkan tugas sekolah ,,,
setelah ia menyelesaikan tugas yang terakhir segera ia menyimpan buku dan alat tulisnya kedalam tas sekolah ,,,
Arya berlari menghampiri Adik kecilnya ,,
" adik Trina ,,, Abang Arya datang " kata Arya yang langsung melayangkan ciuman di pipi adik kecilnya ,,,
Trina yang mendapatkan ciuman dari abangnya hanya tertawa kecil ,,,
" akhaaaaa ,,, haa ,, haou ,,, haou ,,, " suara tawa Trina dan ocehannya ,,,
akhirnya mereka berduapun sudah mulai bercanda dan bercerita ,, pada saat ini Pramana sudah menyerahkan hasil kupasan buah-buahan kepada khaterina ,,,
" nah ,,, ini ,, sudah aku kupas buat kamu " kata Pramana yang menyerahkan kupasan buah-buahan tersebut kepada sella ,,,
sella pun menerima buah tersebut sambil mengucapkan kata terima kasih ,,, dan ia pun duduk disamping Mardya yang saat ini memangku putrinya Trina yang diajak ngobrol oleh Arya ,,,
sambil bercakap-cakap sesekali sella menyuapin Arya buah tersebut ,,
sepertinya sella sudah kembali pada kondisinnya ,,, ia sudah mulai tegar dan ikhlas menerima musibah yang telah menimpa dirinya ,,,
__ADS_1