
mardya yang sangat cemas ,,
menunggu detik-detik yang sangat berharga baginya ,, detik-detik ia akan menjadi seorang ayah ,,,
saat ini khaterina berjuang keras melahirkan calon anaknya ,,,
mardya terus memanjatkan doa yang tiada hentinya ,, ia terus berdoa dan terus memohon pada sang pencipta alam semesta ,,
" yah tuhan selamat istri dan anak hamba ,,, permudah mereka melewati takdir ini ,, yah Allah " doa yang terucap dari mulut Mardya yang disertai alfatihah ,,,
sampai beberapa jam kemudian suara tangisan bayi terdengar sangat keras sekali ,,,
mardya yang mendengar suara tangisan bayi tersebut segera menerobos masuk ,, sang bidan sangat terkejut ,, sebab ia belum sempat membersihkan sang bayi ,
namun Mardya keburu memasuki ruangan bersalin ,
" maaf pak sebaiknya bapak menunggu diluar ruangan " kata dokter bersalin itu ,,
" Bu dokter saya akan mengazzanni anak saya dokter " kata Mardya yang begitu bersemangat sekali ,,
" sebentar ya pak ,, kami akan membersihkan putra bapak " kata dokter bersalin itu ,, ia segera memandikan bayi tersebut ,, setelah berpakaian lengkap ia segera menyerahkan kepada Mardya yang sudah tidak sabar lagi ,,
" ini pak putranya " kata dokter yang sudah menyerahkan bayi tersebut kepada Mardya ,,,
mardya yang tidak mau membuang waktu segera mengumandangkan azan dan igomat ,,
setelah tugasnya menjadi ayah selesai , Mardya terus mengendong dan mencium pipi bayi mungil tersebut ,, khaterina yang menyaksikan adegan Mardya dan putranya terharu sampai ia pun menagis bahagia ,,
" ibu ,,, ibu kenapa ,, ada yang sakit " kata dokter itu yang sedang memergoki khaterina sedang menangis haru melihat Mardya dan putranya saat ini berada di dalam gendongan Mardya ,,
" Bu dokter saya akan memperlihatkan pada Nenek dan kakeknya di luar yah dok " kata Mardya yang langsung keluar dari ruangan tanpa mendengarkan persetujuan dari dokter tersebut ,,,
sang dokter juga tidak dapat mencegah Mardya yang ingin membawa putranya ,,
" bibi anakku telah lahir " kata Mardya yang sangat bersemangat sekali , dan suaranya juga terdengar dari dalam ruangan bersalin , membuat khaterina semakin terharu , sang bibi yang sudah melihat Mardya menggendong bayi segera menghampiri Mardya dan mengambil bayi tersebut dalam gendongannya ,, sang bibi yang sudah menggendong bayi tersebut tiada hentinya mencium dan membelai lembut rambut bayi tersebut ,,
begitu juga paman yang langsung mengendong anak dari khaterina ,,, ia juga mencium kening dan pipi bayi mungil tersebut sampai ia menggeliat dan menangis ,, Ternyata ia sangat haus ,, sang dokter yang sudah membersihkan khaterina dan menaruh khaterina diruagan khusus segera menghampiri Mardya yang saat ini sedang menenangkan sang bayi ,,
ternyata sang dokter memberikan susu formula agar bayi itu dapat minum susunya ,, bahkan sang dokter mengintruksikan Mardya yang didengar oleh bibinya agar sang bayi diberi susu sebelum mendapatkan ASI dari ibunya ,,
__ADS_1
setelah mendengar intruksi dari sang dokter Mardya segera menuju ruangan khaterina yang saat ini sedang dirawat ,,,
khaterina berbaring lemah setelah proses bersalin yang memakan tenaga itu ,,,
mardya sangat senang sekali ,,
" lihat anak kita sangat tampan sekali " kata Mardya yang sudah menghampiri khaterina ,,
khaterina tersenyum dan mulai menangis lagi ,,,
" Tina ,,, jangan pernah bersedih selama ada aku disisimu " kata Mardya yang langsung mengecup kening khaterina istrinya ,,
" sini mard cucuku ,, berikan dia padaku agar aku meletakkannya dalam box bayi ,, ia butuh istirahat ,,, mard setelah ini bibi akan pulang terlebih dahulu ,, Beberapa hari lagi bibi akan kesini ,, aku akan menyuruh Mak Ijah membantumu mengurus bayi dan istrimu " kata bibi yang sudah menaruh putranya kedalam box bayi ,,, setelah itu bibi berpamitan kepada mereka berdua ,,
" Iyah ,,, bi terima kasih " kata Mardya dan khaterina yang hampir bersamaan ,,,
setelah itu bibi Anna meninggalkan tempat itu ,,, suasana ruangan terasa sepi sekali sebab bibi Anna sudah kembali pulang ,,
mardya mencium kening sang istri ,,lalu ia berkata ,,,
" istirahatlah Tina aku akan disini menjagamu" kata Mardya yang melihat mata sayu khaterina yang menahan lelah yang mendera setelah berjuang melahirkan sang buah hati ,,,
" iya mard suamiku " kata khaterina yang lamat-lamat ia pun tertidur pulas ,,,
setelah itu ia berbaring ditepi istrinya sedang tidur ,,
sampai siang hari Suara tangis bayi membuat Mardya terbangun dari tidurnya ,, begitu juga dengan khaterina terbangun oleh tangisan dari putranya ,,
khaterina sempat kaget melihat Mardya yang tertidur disampingnya ,, namun ia akhirnya tersenyum melihat Mardya yang buru-buru bangun dan menggendong bayinya ,
" mungkin dia haus ,, papa " kata khaterina yang ingin bangun dari tempat tidurnya namun Mardya mencegahnya dan memberikan putranya kepada khaterina untuk digendong ,,
" ini kamu tenangkan dia ,,, biar aku membuat susu untuknya ,, kamukan belum bisa bangun dari tempat tidurmu " setelah memberikan sang bayi Mardya segera mengambil botol susu , yang sudah di cuci bersih , setelah menuangkan susu formula beberapa sendok ,, maka s lanjutnya ia mengambil air panas dan air dingin sesuai instruksi dari sang dokter yang menangani khaterina bersalin ,, melihat putranya yang menangis membuat Mardya sangat gemes sekali ,, perasaan sayang mengalir begitu saja didalam hati Mardya ,,,
ia begitu sayang dan mencintai buah hati dari khaterina ,,
" sini kemarikan dia padaku ,, biar aku yang memberikan susunya " kata Mardya yang sudah meraih putra dari khaterina ,,
" mard biar aku yang ingin menyusuinya ,,, " khaterina tidak rela Mardya merebut kasih sayang dari putranya ,,
__ADS_1
" saat ini kamu butuh istirahat ,,, nanti jika air susumu sudah keluar ,, kamu yang akan memberi susu itu setiap hari ,,, jadi biarkan ayahnya saat ini memegangnya " kata Mardya yang sudah menyodorkan botol susu formula kepada bayi khaterina ,,
Bayi itu menyusu dengan lahap sekali , sampai-sampai ia takut susu itu tidak cukup untuk dirinya ,,
" uuuhhh ,, kecian putra papa ,, aus yah ,, cayang-cayang " suara Mardya yang seperti anak kecil membuat khaterina tersenyum ,,
mardya yang melihat susunya habis ia pun teringin membuat susu lagi buat putranya ,,,
Beruntung sekali suster datang dan ingin memeriksa khaterina sambil membawa nampan berisi makanan ,,
" sus ,,, susu yang aku buat tadi habis sus ,,, apakah bisa membuat lagi " Mardya langsung bertanya kepada suster yang saat ini sedang memeriksa keadaan khaterina ,,
" tidak boleh bapak ,, dia baru lahir ,,, tidak boleh terlalu kenyang ,, dua jam sekali yah pak baby nya dikasih susu sesuai takaran bayi yang baru lahir '" kata Suster yang mengintruksikan kepada Mardya ,,,
setelah selesai memeriksa kondisi khaterina ia pun segera keluar ruangan ,,
" hi,, hi ,, papa lucu yah masa mau dikasih susu sampai kekenyangan " baru saja khaterina berbicara begitu bayi tersebut langsung mengeluarkan Sendawa yang sangat kuat ,, membuat khaterina dan Mardya serentak tertawa ,,
" hoaakkkk " suara Sendawa dari bayi khaterina ,,,
" ha,,,haaa,," suara tawa Khaterina dan Mardya ,,
" idih ,,, putra papa kekenyangan ya " kata Mardya yang melihat putranya yang langsung tertidur pulas ,,,
begitu seorang bayi , kalau udah kenyang pastilah ia tertidur pulas ,,
" mard kita belum memberikan nama buat dia " khaterina bertanya kembali tentang nama bayi dari khaterina tersebut ,,
" aku sudah bilang ,, namanya Arya Pramana " kata Mardya ,,,
" tapi mard aku ingin ada namamu di antara namanya " kata khaterina ,,,
" em ,,, emang gimana enaknya istriku ,,, " Mardya langsung mendekati khaterina yang masih diatas tempat ranjang tidurnya ,
" em ,,, bagaimana kalau ,, Arya Dya Pramana " kata khaterina lagi mengusulkan namanya ,,,
" enggak ,,, gak setuju " kata Mardya yang sudah membelai anak rambut khaterina ,, khaterina jadi semakin salah tingkah melihat perlakuan Mardya ,,,
'" jadi apa dong mard ,,, suamiku " kata khaterina yang langsung menggenggam tangannya ,,,
__ADS_1
" ah baiklah kita ubah nama putra kita ,,, sebab dia adalah putra kita berdua maka namanya ,,, " ,,,,
kata-kata Mardya terputus setelah ingin menyebut nama putranya