
" jangan kawatir Raden datang juga Lo bersama istrinya " kata Alex pada Arya ,
" oh iya ,,, " Arya senang sekali mendengar Raden ikut menjenguknya dirumah sakit ,,,
" Arya aku datang apa kabarmu lope-lope "kata Raden yang langsung mendekati Arya dan memeluk tubuh Arya ,,
" aaa,,, duhhh ,,, sakit " Arya menjerit kesakitan ,,,
" hohh ,,, ya ,,, kamu gak pa-pa ,,, masih hidup " Perkataan Raden membuat semua orang tertawa ,,
" a,,duh ,,duh ,, sakit den ,,, datang gak bawah buah-buahan , meluk orang seperti meluk tiang listrik " Arya masih mengadu kesakitan , alkibat perbuatan dari Raden temannya ,,,
" oh buah yah ,,, aku membawa buah yang manis tak hilang dipandang ,,, " Raden menarik tangan istrinya yang sedari tadi berada di punggung Risna , sepontan lagi semua pun tertawa terbahak-bahak ,,
" a,, pa itu buah manis milikmu den ,,, emang mau bini Luh gue makan juga " kata Arya sewot ,,,
" eh ,,, jangan ,,, disini sudah tertulis hak Raden gak ada satupun tulisan Arya " kata Raden yang langsung memeluk istrinya ,,, membuat semua menjadi tertawa lagi ,,,
" hahh iya gue tahu itu bini Luh ,,, mana jatah makanan gue " kata Arya lagi ,,
" eh ,,, lu minta jatah sama gue ,,, lah biniku gimana " Raden masih saja menggoda Arya ,,, membuat semuanya tertawa lagi ,,
" yahh ,, sudah,,sudah ,,, ini uang dari kami semua ,,, mudah-mudahan bisa meringankan beban mu sedikit " kata alkan yang sudah menyerahkan sejumlah uang kepada arya ,
uang itu tergolong lumayan buat Arya ,,, terlebih lagi ibu pemilik warung mau membayar gajinya yang separuh dan ditambah bonus yang ia kasih ,,,
Arya bernafas lega ,,, dalam hatinya mudah-mudahan cukup untuk biaya rumah sakit ,,,
setelah lama alkan , Raden dan yang lainnya mengunjungi Arya ,, sepakat mereka akhirnya kembali pulang ,,,
saat ini ruangan Arya terasa sepi lagi tanpa teman atau keluarga Arya ,,, sebab Arya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi ,,, saudara yang terdekat Arya Adalah teman dan tetangganya ,,, miris dan sedih sekali ,,, apalagi disaat seperti ini ,,, tidak ada yang dapat merawatnya ,
selain hidup susah ,,, pekerjaan yang tidak dapat mencukupi kebutuhan ,,, membuat Arya mati-matian bertahan hidup ,
setetes air mata mengalir di ujung matanya ,,,
namun sedetik kemudian seorang perwira polisi datang membuka pintu ruangan Arya ,,, dan orang tersebut masuk kedalam ruangan Arya ,,
" maaf dengan dek Arya yah ,,, sebentar " ,,,, sejenak perwira itu membuka pintu ruang rumah sakit , terlihat seorang ibu dan seorang gadis masuk kedalam ruangan Arya ,,, Arya menjadi bingung sebab ia tidak mengenali wanita tersebut dan gadis itu ,,, membuat Arya sangat kaget dengan kehadiran gadis tersebut,,,
__ADS_1
" khaterina ,,, " suara Arya lirih ,,, namun dapat didengar oleh semua orang ,,,
" i,,ini Abang ojek ya " khaterina berbicara sambil menunjuk kearah Arya ,,,
" Iyah ,,, aku Arya Tina " kata Arya kepada khaterina ,,,
" kok kamu tahu aku sedang dirawat di rumah sakit " Arya bingung kok bisa khaterina dan perwira itu tahu Arya yang sedang dirawat di rumah sakit ,
" kami tahu ,,, sebab yang menabrakmu adalah putraku saudara dari khaterina ,,, " jawaban dari wanita itu membuat Arya sedikit paham ,,,
" oh begitu ,,, lantas " kata Arya yang sebenarnya ingin marah ,,, namun melihat khaterina yang cantik tak sanggup ia untuk marah padanya ,,
" dan saat ini saudara ku itu masuk penjara " kata khaterina kesal ,,, terpancar aura kemarahan dan kebencian terhadap orang yang sudah menangkap saudaranya itu ,
" tapi aku tidak melaporkan nya " kata Arya kaget mendengar saudara khaterina ditangkap polisi ,,
" bohong pasti ulah mu " jawab ibunda khaterina yang sudah kesal dan akhirnya menangis ,,, perwira itu masih tenang saja ,,, ia masih tidak ingin melakukan tindakan apapun ,,,
" sungguh ,,, aku sendiri saja tidak tahu siapa orang yang sudah menabrakku " kata Arya dengan mimik serius ,
" tapi Kakak Tina masuk penjara kak ,,, kakak harus mencabut tuntutannya " khaterina akhirnya ikut ibunya menangis,,,
" pak bisakah bapak membebaskan saudara nona ini " Arya bertanya kepada perwira polisi yang masih berdiri di depan mereka bertiga ,,
" ini bukan kasus pelaporan , tapi tindakan kriminal " kata perwira polisi tersebut ,,,
" jadi bukan kak Wira yang melaporkan " kata khaterina sambil menunjuk kearah Arya ,,,
" bukan ,,, memang pihak kami yang mencari atas tindakan yang sudah diperbuatnya , sebagai bentuk tanggung jawab dari beliau " kata perwira polisi tersebut ,,,
khaterina dan ibunya terdiam dan tidak dapat berkata apa-apa lagi ,,,
" lantas bagaimana caranya saudara saya bisa bebas pak " kata khaterina yang bertanya kepada perwira polisi itu ,
" tunggu prosedur hukum " jawaban singkat dari perwira polisi tersebut ,
" hik,,, hik,,, " tangisan khaterina membuat Arya ibah dan kasihan ,,,
" pak jika saya yang meminta agar saudaranya dibebaskan apakah bapak memperbolehkan ,, " Arya bertanya kepada perwira itu bagaimana caranya saudara khaterina bisa bebas ,,
__ADS_1
" dengan jaminan " kata polisi itu singkat ,
" baiklah berapa uangnya pak " Arya yang ingin mengambil uang pemberian teman-temannya untuk diserahkan kepada perwira polisi tersebut ,,
" tunggu dulu ,,anda harus bersabar ,,, " kata perwira itu kepada Arya ,,,
" saya harus bagaimana pak,,, kaki dan badan saya masih sedikit sakit saya belum bisa bangun atau pun berjalan " kata Arya kepada perwira polisi tersebut ,,,
" saya tahu ,,,, anda tenang saja , nanti saya yang akan mengurus laporannya " kata perwira polisi itu menjelaskan kepada Arya ,,, akhirnya Arya faham setelah petugas kepolisian itu menjelaskan prosedur hukum yang berlaku ,,,
sampai akhirnya saudara khaterina dibebaskan dengan jaminan ,,,
pada saat ini ia sedang menjenguk Arya yang sudah hampir pulih ,,, dan memberikan uang santunan ,, setelah itu ia berpamitan kepada Arya ,,,
Arya yang melihat sikap dingin dan acuh itu hanya terdiam saja ,,, terlebih melihat khaterina yang tidak begitu suka lagi kepada Arya ,,,
semakin lesuh saja ,,,
⏭️⏩
hari ini kepulangan Arya ,,, semua teman-teman Arya membantu Arya duduk di kursi roda ,,,
saat ini Adam sedang mendorong kursi roda Arya ,,, seseorang telah memberikan kursi itu kepada Arya ,
rupanya biaya rumah sakit juga sudah di urus oleh keluarga khaterina ,,,
" nih handphone mu " kata Alex kepada Arya ,, Arya menerima handphone tersebut , masih bagus namun sedikit retak di pinggir dan Arya juga mendapatkan handphone baru dari keluarga khaterina , Arya sangat senang sekali dengan bentuk keperhatian keluarga khaterina ,,, terlebih lagi teman-teman Arya bercerita tentang keluarga khaterina dan yang lainnya ,,, senyum terpancar dari bibir Arya ,,
sampailah Arya dirumah kostnya ,,,
" yup ,,, sampai kita Arya " kata Adam yang sudah mendorong masuk kursi roda milik Arya kedalam kamar kostnya ,
ibu kost Arya melihat Arya dari samping rumah ,, setelah itu ia masuk lagi membawa sesuatu dan memberikan kepada Arya ,,,
" terimakasih Bu kost " kata Arya Sopan ,,,
ibu kost itu hanya mengangguk kepalanya saja ,
" iya Arya ,,, makanya hati-hati yah ,,, baik-baik jaga diri " kata ibu kost itu sebelum pergi meninggalkan Arya dan teman-temannya
__ADS_1