Im Sick Of Loving You

Im Sick Of Loving You
episode 18


__ADS_3

saat ini prosesi ijab kabul antara khaterina dan Mardya yang dipaksa untuk menikah ,,


khaterina yang menangis selalu memperhatikan arah pintu luar ruangan ,,,


" hik ,,,hik ,," tangisan khaterina yang sangat sedih atas kejadian yang sudah menimpa dirinya ,,,


saat ini Mardya juga merasa dadanya berdebar kencang tak karuan ,,,


didalam hati Mardya berharap Pramana tepat waktu untuk datang ,,, sampai acara ijab kabul dilaksanakan Pramana belum juga datang ,,,


" saya nikahkan khaterina binti Muhammad Salim dengan mas kawin dibayar tunai " kata sang penghulu ,, sang penghulu membimbing Mardya agar mengikuti ucapannya ,


dan akhirnya ucapan shah terdekat dari sang penghulu yang akhirnya di setujui oleh semua orang ,,,


" Shah,,, "


" Shah ,,, "


prosesi ijab kabul akhirnya terlaksana dengan lancar ,, Mardya menyapu keringat yang sudah membanjiri pelipisnya ,,


khaterina seketika mencium tangan Mardya dan menangis sesenggukan ,, membuat Mardya merasa ibah terhadapnya ,,


terbisit diantara pemikirannya ,,,


🗨️ (yah ,,, Allah jika ini memegang kehendakmu ,, aku ikhlas menjalani semua ,, mungkin jalan takdirku hidup dengan orang yang telah engkau gratiskan )


kata hati Mardya yang langsung berdoa dan berharap agar senantiasa ia selalu dilingkungan tuhan sang pemilik alam semesta ,,,


dengan ketabahan hati yang saat ini dimilikinya ,, ia rela dan tetap tegar dalam segala kesulitan yang dihadapinya ,,,


'" Tina ,,, jika engkau adalah jodohku ,,, biarkan jalan menuntunku untuk membahagiakanmu " kata Mardya kepada khaterina lirih ,,


" mard ,,, bagaimana dengan Pramana ,,, " tanya khaterina kepada Mardya ,,,


mardya terdiam ,, ia sendiri sebenarnya sudah tahu tingkah laku Pramana ,, putra dari orang terkaya nomor dua di kota itu ,,


" jangan kamu kawatir dia ,,, mungkin dia dapat faham akan kejadian ini " kata Mardya kepada khaterina ,,,


khaterina pun tersenyum kepada Mardya yang selalu ada untuk dirinya ,,,


" terimakasih mard ,, kamu baik sekali ,,, dan selalu ada buat aku " kata khaterina ,,,


mereka berdua setelah itu diberikan sebuah kunci dan saat ini sopir telah berhenti disebuah rumah kecil yang tak jauh dari tempat apartemen milik Pramana ,, rumah itu adalah perumahan sederhana yang asetnya dimiliki keluarga Pramana ,,

__ADS_1


" tuan ,, Nona nyonya memberikan rumah ini sebagai hadiah dari nyonya " kata sopir ibunda Pramana yang langsung memberikan sebuah kunci rumah yang terdiri dua kamar Tersebut ,,


setelah menyerahkan kunci rumah sang sopir segera meninggalkan tempat tersebut ,,,


sedang saat ini Mardya dan khaterina membuka kunci pintu rumah tersebut ,,


ternyata didalam rumah sudah lengkap dengan perabotan rumah tangga ,,,


mardya menghela nafas panjang ,,, terasa sangat berat sekali hari ini ,,,


mereka berdua akhirnya memasuki rumah yang diberikan keluarga Pramana ,,


khaterina sendiri tidak dapat pulang kerumahnya sebab segala aset Keluarganya telah disita oleh pihak bank untuk melunasi hutang saudaranya ,,,


sungguh tragis kehidupan khaterina pada saat ini ,, tidak lebih sama dengan kehidupan Arya terdahulu ,,,


" Tina ,,, kamu tempati kamar sebelah ,,, dan aku dikamar ini " kata Mardya kepada khaterina ,, khaterina hanya mengangguk kepalanya saja ,, tanda ia mengiyakan saja ,,


setelah beristirahat ,,, suasana hati Mardya tidak menentu , sampai akhirnya bibi Anna menelpon dirinya ,


" mard ,,, kamu dimana ,, kenapa belum pulang " bibi Mardya yang panik bertanya kepada mardya ,,


" bibi saat ini mard lagi berada di rumah ,,,,, " Mardya lalu menceritakan semua prihal yang sudah terjadi yang hanya ditangkap oleh bibinya bahwa ia sedang menikahi gadis yang telah hamil dan pernikahan itu di paksa oleh ibu majikannya ,,,


mendengar kabar tersebut bibi Anna terkejut dan langsung menuju lokasi tempat kejadian alias TKP ,,


sedangkan mereka didepan pintu masuk rumah Mardya ,, sang bibi langsung mengetuk pintu rumah Mardya ,,,


namun di sebabkan Mardya yang sudah ketiduran saat ini yang membuka pintu rumah tersebut adalah khaterina ,,


khaterina yang mendengar suara ketokan pintu segera membukanya ,,,


" tok,,,,tok " suara ketokkan dari arah luar rumah ,,


" ckereekkk ,,, masuk ,, mau cari siapa yah " tanya khaterina yang saat ini sedang membuka pintu masuk ,,


" oh ,,, kamu nak kheti yah " bibi Anna yang sudah berada di hadapan khaterina sedang menunjukkan kearahnya ,,, khaterina yang di tanyapun hanya menganggukkan kepalanya saja ,,


" Iyah ,,, " bibi Anna Langsung memeluk khaterina ,


khaterina yang merasa Bingung akhirnya memeluk bibi Anna juga ,,


suara yang agak berisik membuat Mardya terbangun dari tidurnya ,,, ia pun keluar dari dalam ruang kamar tidurnya ,,

__ADS_1


" bibi ,,, cepat sekali sampai kesini " kata Mardya dari arah belakang khaterina ,,


" mard ini istrimu ,,, cantik sekali ,, dan kamu berani sekali menghamili anak gadis orang ,,, bibi gak pernah mengajarkan mu yang tidak benar yah mard " kata bibi Anna yang sudah memarahi Mardya ,,


" eh ,,, bik ,,, sabar entar Mardya jelaskan " kata Mardya yang gagu dan tidak enak hati dengan khaterina ,,


" maafkan Tina bibi ,, tina yang salah sebab Tina Mardya menikahi Tina " kata khaterina yang langsung menangis tersedu-sedu ,,


namun justru itu bibi Langsung memeluk khaterina yang sedang menangis ,,,


" dah ,,dah ,,, jangan nangis ini bukan kesalahanmu saja ,, ini juga salah Mardya " kata bibi yang masih memeluk khaterina dan menepuk bahunya ,,,


" bik masuk kedalam saja ,,, ayoh paman " kata Mardya yang mempersilahkan kedua orang tua angkatnya itu untuk masuk ke dalam rumah pemberian dari ibu bosnya ,


" hebat kamu mard udah dapat beli rumah sendiri ,,, berarti rumah disana itu jadi milik bibi dan pamanmu ini " kata paman Mardya yang melihat isi perabotannya Sangat lengkap ,,


" ini rumah pemberian ibu bos paman ,,, bukan milik Mardya tapi milik khaterina " Mardya mencoba menjelaskan kepada paman dan bibinya ,,


bibi Anna begitu lembut dan penuh kasih sayang ,, sampai khaterina sangat nyaman sekali di dalam pelukannya ,,, khaterina seolah mendapatkan dukungan dari ibunya sendiri ,,


" tina capek ,,, jangan banyak berpikir yah ,,, kasih anak yang ada di dalam perutmu " kata bibi Anna yang menasehati khaterina agar dapat menjaga anak dalam kandungannya ,,,


setelah berbicara panjang lebar tanpa penjelasan lengkap ,,, bibi Mardya setuju kalau Mardya berumah tangga dengan khaterina , bahkan ia melarang Mardya untuk pulang kerumahnya ,, dia harus menjaga khaterina dengan baik ,, Mardya yang serba salah akhirnya cuma mengangguk saja ,,


sampai akhirnya bibi Anna dan paman Mardya pulang kerumahnya ,,


saat ini khaterina sedang memasak ,,, entah kenapa sejak bertemu dengan bibi Anna khaterina begitu senang sekali ,, ia merasa ada seorang yang sedang melindungi dirinya ,, dan ada untuknya ,,


" Tina ,,, maafkan bibiku " kata Mardya yang saat ini sedang berada di atas meja makan ,,,


" iya mard ,,, kamu tidak keberatan jika saat ini kamu harus menikahi aku " kata khaterina yang saat ini sedang menyendokan nasi kedalam piring ,,


" entahlah Tina ,,, aku bingung ,,, aku pasrah saja akan takdir tuhan " kata Mardya lesuh dan sedikit takut menyinggung khaterina ,,,


" tidak mard ,,, ini bukan salahmu tapi salahku ,,, kalau aku tidak menelponmu untuk datang ,,, pernikahan ini mungkin tidak akan terjadi " kata khaterina sedih ,,,


" tidak ,,, Tina bukan salahmu ,,, ini memang jalan takdirku " kata Mardya lagi ,,


" mard ,,, bisakah aku meminta sesuatu " kata khaterina pelan dan sangat takut akan kemarahan Mardya ,,


" katakanlah ,,, Tina ,,, jangan takut aku tidak akan marah padamu " kata Mardya sambil memandang wajah khaterina yang agak ketakutan ,,,


" mard ,,, sebelumnya aku minta maaf ,,, jika Pramana belum juga bertanggung jawab ,,, lantas bagaimana dengan nasib anak dalam kandunganku " khaterina yang sangat takut akhirnya dapat mengatakan semua beban yang selama ini ia rasakan ,,,

__ADS_1


" saat ini aku suamimu ,,, biar aku yang akan bertanggung jawab terhadapmu , itu pun kalau kamu tidak keberatan " kata Mardya yang juga sedikit menjaga perasaan khaterina,,,


" tidak mard ,,, aku tidak marah justru aku senang jika kamu bisa menjadi Ayah dari anak dalam kandunganku ,,, aku saja yang bodoh karena mencintai dia mard ,,, hik ,,,hik ,,, aku yang bodoh telah percaya akan janji palsunya , hik ,,,,hikk " tangis khaterina membuat Mardya bangun dari tempat duduknya dan menghampiri khaterina ,,


__ADS_2