
sedangkan sella sudah dihampiri oleh Thobba dan tarina ,,,
" sell ,,, tunggu kita " kata tarina setengah berteriak memanggil nama sella ,,,
sella pun menghentikan langkah kakinya ,, dan melihat kedua teman yang menurutnya sangat baik kepada sella ,,,
mereka berdua memasuki sebuah ruangan perpustakaan ,,,
dan kemudian membahas pelajaran yang masih dalam tahap revisi ,,,
setelah pekerjaan dan tugas selesai mereka segera memasuki ruangan tersebut ,,
⏩⏩⏩⏩
sampai akhirnya beberapa bulan kemudian ,,,
sella muntah-muntah dan terasa sangat pusing ,,,
sampai pada waktu Arya ingin meminta sella untuk menemaninya belajar bersamanya ,, iapun tak dapat menemani Arya ,,,
pada saat ini terpaksa Arya belajar bersama dengan pramana ,,,
Pramana merasa heran melihat sikap sella ,,,
begitu juga dengan Mardya ia merasa sedikit kawatir melihat kondisinya ,,,
" sell ,,, sebaiknya kamu pergi kerumah sakit deh " kata Mardya yang melihat sella saat ini sangat pucat sekali ,,,
sebab beberapa kali ia muntah-muntah ,,,
Pramana juga menambahkan bahwa sella harus pergi memeriksa kondisinya ,,,
" Iyah sell ,,, ayo kita kerumah sakit saja " kata Pramana ,,,
setelah menyelesaikan tugas Arya ,,, Pramana membopong sella ,,,
namun sella meronta-ronta ,, akhirnya Pramana membuat sella berdiri lagi ,,,
Mardya yang sudah selesai memberikan susu pada Trina ia juga mendekati sella ,,,
Mardya menuju sella agar mau mengikuti anjurannya ,,,
kedua orang dewasa itu membujuk sella ,,,
dan akhirnya sella pun mau mengikuti anjuran dari kedua orang tersebut ,,
pergilah keduanya kerumah sakit ,,,
pada saat mereka Sampai di rumah sakit segera dokter menangani sella ,,,
" silahkan Bu ,,, saya akan periksa " kata dokter wanita tersebut ,,
setelah sella memasuki ruang pasien segera sang dokter memeriksakan keadaan sella ,,,
tidak membutuhkan waktu yang lama dokter tersebut keluar dari ruang pemeriksaan , untuk memanggil keluarga sang pasien ,,, kebetulan Mardya saat ini sedang menggendong Trina putrinya ,,
" oh bapak ,,, " dokter itu bertanya sambil menunjuk kearah Mardya ,,,
" Iyah dok ,,, " Mardya segera berdiri diikuti Pramana dari arah belakangnya ,,,
" mari ikut saya masuk kedalam ruangan " kata ibu dokter tersebut ,,,
setelah mereka bertiga duduk di kursi yang sudah di sediakan ,,, dokter itu menjelaskan kepada Mardya dan pramana ,,,
" selamat yah pak ,,, bapak akan jadi ayah untuk kesekian kalinya ,,, istri bapak hamil 2 minggu " bagai tersambar petir disiang bolong Pramana dan Mardya sangat kaget ,,,
mereka berdua terkejut dengan penjelasan dari ibu dokter tersebut ,,,
" oh ,,, iii ,,,, yaaahh ,,, dokter " suara Mardya gugup mendengar penjelasan dari ibu dokter ,,,
" santai saja pak ,,, kan sudah pernah menjadi ayah juga " kata ibu dokter tersebut ,,, ia segera menulis resep dan memberikan kepada Mardya ,,,
setelah menerima resep tersebut Mardya , Pramana dan sella segera pergi meninggalkan tempat dokter tersebut ,,,
__ADS_1
setelah membayar tagihan dan mengambil obat mereka berdua saat ini telah sampai di dalam rumah Mardya ,,
Pramana segera menidurkan Arya ,, begitu juga Mardya segera mengambil susu agar Trina cepat tertidur ,,
setelah selesai dengan tugas dan menidurkan kedua anaknya ,,, keduanya kembali kedalam ruang tengah ,,
mereka berdua melihat sella menagis sesenggukan ,,,
" selll ,,,, apa yang sudah terjadi ,,, bisakah kamu jelaskan " kata Pramana yang langsung mendekati sella ,,,
sedangkan Mardya duduk berhadapan dengan mereka berdua ,,,
" aku pikir ini kerjaanmu Pram " kata Mardya yang sudah tidak dapat menahan diri lagi ,,,
" aku ,,, sudah berubah mard ,,, sejak kematian kedua orang tuaku ,,, fokusku hanya pada Arya saja tidak dengan yang lainnya kecuali pekerjaan " kata Pramana yang ingin marah pada Mardya ,,, sebab kedua orang itu memang tidak mengetahui masalah yang terjadi pada sella ,,,
" sell ,,, " suara Pramana terputus ,,,
sella menangis tersedu-sedu ,,
Mardya mendekati sella dan langsung memeluknya ,,,
" masih ada aku disini ,,, jika ada manusia brengsek yang tidak pantas buatmu ,,, biar aku yang akan menjadi ayah dari anak yang dalam kandunganmu ,, aku siap menikahimu sell '' kata Mardya yang memeluk erat sella ,
" kak ,,, maafkan sella yang tidak bisa menjaga diri sendiri ,,, sella juga tidak tahu kak ,,, hik ,,, hik,,, " kata sella yang masih Menangis ,,
" sell ,,, jika memang ada manusia brengsek yang tidak bertanggung jawab ,,, aku juga bersedia menjadi ayah dari anak yang dalam kandunganmu ,,, aku siap menikahi dirimu sell " kali ini Pramana yang memegang tangan sella ,,,
" maafkan sella kak ,,, sella tidak tahu harus berbuat apa ,,, sella sendiri juga terkejut dan tidak tahu siapa dia sudah berbuat demikian terhadap sella ,,, hik ,,, hik,, " kata sella yang masih menangis dalam kesedihan ,,,
" jadi ,,, kamu tidak tahu siapa yang sudah menghamilimu " kata Pramana ,,,
sella hanya menggelengkan kepalanya saja ,,,
" yah sudah besok kamu akan menikah denganku " kata Mardya yang langsung membuat sella semakin erat memeluk Mardya ,,,
" mard ,,, biar aku saja yang akan bertanggung jawab " kata Pramana kepada Mardya ,,,
" bagaimana sell ,,, kami berdua menginginkanmu " suara mardya dekat sekali dengan telinga sella ,,,
Mardya dan pramana menghela nafas panjang ,,,
serasa berat beban pada saat ini ,,, lebih berat dari pekerjaan kantor yang banyak sekali ,,,
" haisss ,,, hahh " mereka berdua memutuskan untuk beristirahat menuju ruang kamar tidur masing-masing ,,,
⏩⏩⏩
esok paginya keduanya sudah siap dengan aktivitasnya ,,,
Hanya tertinggal untuk berangkat ke kantor tempat mereka bekerja ,,,
Mardya dan pramana sedang menunggu sella yang masih di dalam ruang kamar tidurnya ,,,
" sell ,,, kamu jadi kekampus nggak hari ini " Pramana berteriak keras sekali ,,, sambil terus berbicara ia menghampiri ruang tidur sella ,,,
ia pun mengetuk pintu kamar sella
" tok ,,, tok ,, sell " suara Pramana lirih ,,,
akhirnya Pramana membuka pintu ruangan sella ,,,
Pramana terkejut melihat darah yang mengalir diatas lantai ,,
" mard ,, cepat buruan kemari " kata Pramana yang berteriak sangat keras ,,,
suaranya sampai didengar oleh sang bibi ,,
Mardya yang melihat sangat terkejut sedangkan bibi Langsung berteriak keras ,
membuat Trina menangis kaget ,,,
sang bibi yang panik segera menenangkan trina agar tidak menangis ,,,
__ADS_1
" cup,,, cup ,, gadis cantik jangan menangis " suara bibi menenangkan trina yang sedang menangis ,,,
" hikkk,,,hikkk ,, huuuaaaakkk " suara tangisan Trina ,, ,,,
sang bibi diperintahkan Mardya agar menenangkan trina yang sedang menangis sedangkan Mardya dan pramana segera menuju rumah sakit ,,,
beruntung sekali sella dapat tertolong ,,,
sebab ia tidak berapa lama melakukan tindakannya ,,,
setelah mendapatkan perawatan ,,, Pramana dan Mardya berganti menjaga sella sebab masih banyak tugas kantor yang harus diselesaikan ,,, sedang Arya yang melihat kondisi sella pun menangis sedih ,,,
" mama ,,, mama Arya ,, huuuu ,,,huuu,,, " tangisan Arya yang sedih melihat kondisi sella ,,,
Pramana segera menggendong putranya ,, seumur hidup Arya memang tidak pernah melihat kejadian seperti ini ,,,
segera Pramana membawa Arya dan menenangkannya ,,,
" Arya ,,, hayyo jangan menangis ,,, mama baik -baik saja ,,, Arya kan anak baik jadi jangan menangis yah ,,, nak " kata Pramana yang membujuk dan menasehati putranya ,,,
" papa ,,, apakah Mama akan baik-baik saja " kata Arya yang sudah mulai menghapus air matanya ,,,
" Iyah ,,, nak ,,, mama baik-baik saja ,,yah ,,,,, " mereka berdua segera menuju kantor ,, sebab hari ini Pramana tidak ingin anaknya pergi sekolah ,,,
setelah mendapatkan izin dari pihak sekolah ,,, Pramana segera membawa putranya menuju kantor tempat ia bekerja ,,,
sampai waktu pun terus berjalan ,,,
tak terasa hari sudah sore ,,,
Pramana yang melihat putranya sedang tertidur pulas di sofa tamu segera menggendong Arya menuju mobil miliknya ,,,
pada saat ini Arya sedang berbaring di tempat ranjang tidurnya ,,, setelah mandi dan bersiap-siap ,, Pramana berpesan kepada sang bibi ia akan menggantikan Mardya menjaga sella ,,,
bibipun mengiyakan perintah Pramana ,, setelah selesai ia pun segera berangkat menuju rumah sakit ,,,
disana Mardya bertemu pramana yang baru datang dari rumahnya ,,
" Mard ,,, gimana kondisi sella " Pramana bertanya kepada Mardya ,,,
" ia sudah bangun saat ini sella tidak ingin diganggu " kata Mardya yang terlihat sangat sedih ,,, ia sangat menghawatirkan mental sella yang saat ini sedang terpukul ,,,
mungkin dia belum siap menghadapi masalah yang saat ini sudah terjadi ,,,
" baiklah aku akan menemui sella sekarang " kata Pramana yang langsung memasuki ruangan sella ,,,
sella yang melihat Pramana membuka pintu hanya dapat menitihkan air mata ,,
sepertinya sella benar-benar terpukul dan sangat bersedih ,,,
Pramana mendekati sella dan menghapus jejak air matanya ,,,
" sell ,,, jangan menangis lagi ,,, kan sudah ku bilang aku siap menjadi suamimu " kata Pramana yang langsung memeluk tubuh sella ,,,
sellapun semakin kuat tangisannya sampai tubuhnya berguncang-guncang ,,,
benar - benar ,,, cinta yang sangat menyakitkan ,,,
💖cinta seperti apa ini ,,, cinta yang hanya memiliki rasa sakit ,,, dan sakit itu menoreh begitu dalam di sanubariku ,,, aku lelah dengan hidup yang penuh rasa sakit ,,,
aku ingin berlari menjauh ,,
namun langkahku telah terjatuh dari atas jurang yang terjal ,,,
aku ingin terbang menaiki jalanan setapak yang meninggi ,,,
lelah ,,, lelah sekali ,,, 💖
jeritan hati sella yang saat ini menangis didalam pelukan pramana ,,, dari arah lain Mardya datang menghampiri sella ,,,
ia pun memeluk tubuh sella ,,, mereka berdua menghibur sella ,,,
" sell ,,, kamu boleh pilih salah satu dari kami ,,, aku tidak akan kecewa dengan keputusanmu ,,, begitu juga Pramana ,,, sebab Arya sangat membutuhkan dirimu ,,, sedangkan Trina anakku masih bayi dan Belum mengetahui ibundanya " kata Mardya kepada sella ,,,
__ADS_1
" mard ,,, aku sayang kalian berdua ,,, aku sayang sama kamu dan kak Pram ,,, kalian berdua sudah aku anggap saudara sendiri " kata sella sambil menangis ,,,
" sell ,,, apapun yang menjadi keputusanmu sebisa mungkin kami akan terima ,, tapi ada pengecualiannya " kata Pramana yang masih memeluk sella