
saat ini Mardya sedang memasak hidangan buat mereka berdua ,,,
setelah ia selesai memasak Mardya segera menghidangkannya ,,
" Tina ayo kita makan "
" iya sebentar " Tina pun keluar dari ruang kamar tidurnya ,,
setelah itu ia mengambil tempat duduk berhadapan dengan Mardya ,,
" wah ,,, kelihatan istimewa sekali " kata khaterina yang langsung menyantap makanan tersebut sampai tak tersisa ,,
malam harinya ,, Mardya masuk kedalam kamarnya sedangkan khaterina masuk ke dalam kamarnya sendiri ,,
mereka adalah pasangan suami istri , namun tidur mereka berbeda ruangan ,,
mardya sangat canggung sekali jika ia berhadapan dengan khaterina ,,
begitu juga dengan khaterina ,,, ia juga merasa sangat segan terhadap mardya ,, makanya setelah mereka selesai makan , mereka berdua hanya berdiam diri tanpa membuka kata-kata ,,,
mardya memilih untuk diam ,, sedangkan khaterina sangat malu sekali untuk mengutarakan sesuatu kepada Mardya ,,
dan akhirnya mereka lebih memilih pergi kedalam ruang kamar tidurnya ,,
sampai didalam kamar mereka berdua sama-sama tidak dapat memejamkan mata ,, mereka sibuk dengan pikiran yang saat ini mengganggu ,,
" Tina ,,, kenapa kamu diam ,, aku tak bisa mengatakan apapun padamu jika kamu seperti ini " monolog Mardya ,,,
sedangkan khaterina ,,,
" ah ,, mard aku tahu aku bukan wanita baik-baik ,, tapi aku canggung jika mengatakan sesuatu terlebih dahulu ,,, aku takut kamu menolakku mard " monolog khaterina ,,
mereka berdua berkata-kata sendiri dan tidak tahu harus menjawab apa ,,
akhirnya esok harinya ,, khaterina yang melihat Mardya belum bangun segera memasak buat sarapan pagi ,,,
setelah selesai ia pun membangunkan Mardya ,,
'" mard ,,, bangun ,,, sudah hampir jam tujuh ,,, tok ,,,tok " suara ketokkan dan panggilan namanya membuat Mardyapun segera bangun dari tempat tidurnya ,,,
" hemm ,,, jam berapa ,, haks ,, jam setengah tujuh ,, " Mardya yang sudah tahu hampir kesiangan segera bangun dari tempat tidurnya ,,
setelah selesai mandi dan berpakaian ia segera keluar dari kamarnya Sambil menentang tas koper berisi berkas-berkas kantor ,,
disaat ia baru keluar ternyata Tina sudah menantinya ,, Mardya dengan canggung mengecup kening istrinya itu ,
__ADS_1
" mard sarapan dulu , kalau tidak bawalah bekal kekantor " kata khaterina pelan ,,
" Hem ,,, isikan kedalam kotak nasi ,, aku akan memakannya dikantor nanti " kata Mardya ,,
khaterina segera bergegas menyiapkan kotak bekal buat Mardya ,, setelah Mardya mengecup kening istrinya untuk kesekian kalinya ,,,
setelah itu ia berangkat ke kantor ,,,
sesampainya ia didalam kantor salam perpisahan Pramana akhirnya digelar dan perusahaan yang dirintisnya dengan Mardya seluruh asetnya ia serahkan kepada Mardya ,, atas nama anaknya kelak ,, namun Mardya hanya bernada dingin saja ,,,
Pramana sadar Mardya sedang marah kepadanya ,, jadi dia dapat memahami perasaan Mardya ,,
setelah acara selesai Pramana berpamitan kepada Mardya dan menitipkan salam Buat istrinya ,,
setelah mengatakan sesuatu ia pun segera pergi kebandara dan berangkat keluar negeri,,,
⏩⏭️
beberapa bulan kemudian ,,, perut tina sudah mulai membesar , tak lama lagi ia akan menjadi seorang ibu ,, bibi Anna semenjak khaterina menjadi istri Mardya ia sering menjenguknya dirumah ,,,
bibi Anna Sangat Senang sekali tak lama lagi ia akan mendapatkan cucu dari khaterina ,,, terkadang khaterina Sangat sedih melihat kebahagiaan bibi Anna yang menganggap anak Tina adalah anak Mardya ,,,
pernah sekali ia mengutarakan perasaannya kepada Mardya namun Mardya melarang Tina untuk mengatakan sebenarnya ,, sebab hal itu akan menyakiti perasaan bibi Anna ,,
semenjak itu lah Tina hanya dapat menganggukkan kepala saja jika sang bibi bertanya atau mengatakan sesuatu,,,
" kenapa ,,, "
" sebab ,,, anak ini " kata-kata Tina terputus ,,, namun ia melanjutkan perkataannya lagi tapi Mardya sudah menyelanya ,,
" jangan kamu katakan Tina jika kamu tidak ingin menyakiti bibi Anna ,,, " kata Mardya dengan nasehatnya kepada khaterina ,,,
" lantas gimana mard " tanya Tina kepada Mardya ,,
" aku punya usul " Mardya mulai mencoba menggoda khaterina ,,
" apa itu Mard ,, "
" bagaimana jika Arya Pramana sudah besar dia akan memiliki adik lagi ,, kira-kira satu atau dua tahun kedepan " seketika muka khaterina memerah seperti ketam rebus yang sudah dimasak ,, Mardya yang melihat perubahan wajah khaterina seketika Tertawa lebar ,,,
" haaaa,,,,,haaaa,, Tina ,,,Tina ,, aku bercanda ,, " kata Mardya yang membuat khaterina menjadi canggung melihat Mardya,,,
" tapi kalau kamu setuju katakan yah ",,, kata Mardya yang masih ingin melihat reaksi istrinya ,,,
khaterina seperti tersedak tulang dilehernya rasanya seperti mati rasa ,,,
__ADS_1
" haaaa ,, bercanda ,,, jangan seriusan begitu " kata Mardya
" tidak ,,, mard ,,, tidak ,,, itu hakmu ,,, kamu suamiku ,,, baiklah setelah anak pertama kita lahir ,,, aku akan melayanimu sepenuh hati ,,, aku akan jadi istri yang durhaka kepada suamiku jika kamu tidak mendapat hakmu sebagai suami " kata khaterina lembut ,,,
" jadi istriku mau bersamaku mengarungi bahtera kehidupan dan mendampingiku untuk selamanya " kata Mardya dengan wajah seriusnya ,,
" Hem Iyah ,,, suamiku Mardya " khaterina langsung menjawab pertanyaan Mardya ,,,
mereka berdua akhirnya berpelukan dan memadu kasih ,,,
seperti seorang muda-mudi yang sedang berpacaran ,,
sampai akhirnya pada pagi ini , khaterina merasakan sakit pada perutnya ,pada awalnya sakit itu secara perlahan-lahan , namun semakin kuat rasanya ,,, khaterina yang belum pernah sekalipun merasakan bagaimana rasanya melahirkan anak ,,, ia pun tidak mengetahui kenapa perutnya teramat sakit ,, ia pikir sakit perut yang dirasakannya akibat ingin buang air besar , jadi ia terus menahan rasa sakit tersebut sampai Mardya pergi ke kantor tempat ia saat ini sedang bekerja ,,,
Sampai hari sudah menunjukkan waktu pukul 11:30 menit khaterina menelpon bibi Anna ,,
" tuttt,,,, tuttt,,, " suara nada sambung terdengar ,,
" hallo ,, dengan siapa ,, " suara dari sebrang terdengar ,,,
" biiikkk ,,, ini Tina biikk ,,," suara khaterina bergetar menahan rasa sakit ,, bibi yang sangat panik mendengar rintihan Dari suara Tina segera bertanya ,,
" Tina ,,,Tina ,,, kamu Kenapa naaak,,, " suara panik sang bibi dari arah sebrang jalan ,,,
" Tina ,,, hik ,,,hik,,, sakit ,, peruuut,,,, bikkk,,, dari tadi pagi ,,, huu,,,huuu" tangis khaterina pecah setelah mendengar kepanikan bibinya
" sebentar bibi akan kesana Tina " kata bibi Anna ,, dengan kecepatan super kilat ia memerintahkan pamannya mengantar bibi Anna kerumah Mardya ,,,
setelah mereka sampai di depan rumah Mardya ,,, bibi segera masuk kedalam kamar khaterina ,, dan mendapati khaterina sedang menahan rasa sakit sampai mengeluarkan air mata ,,
" Tina,, Tina ,, ayo kita kerumah sakit ,,, kamu sudah menelepon Mardya " khaterina yang menahan rasa sakit yang teramat sangat itu hanya menggelengkan kepalanya saja ,,,
bibi Anna segera membimbing khaterina menuju mobil paman dengan kecepatan tinggi mereka akhirnya sampai di rumah sakit ,,
setelah mendapat penanganan dan pemeriksaan ternyata khaterina akan melahirkan anaknya ,,,
bibi Anna yang sangat panik segera menghubungi Mardya di kantor ,,,
" tuttt,,,, tuttt " suara nada sambung ,, setelah itu ada sautan dari sebrang jalan ,,
" iya ,, hallo dengan siapa "' tanya orang tersebut ,, bibi yang saat ini menelpon Mardya segera memberitahukan kepada madya kalau istrinya Tina akan melahirkan anaknya ,,
mardya yang mendengar kabar baik itu segera pergi ke rumah sakit dan melihat istrinya sedang berbaring menahan rasa sakit ,
mardya segera memasuki ruangan khaterina yang saat ini masih menunggu persalinan ,,
__ADS_1
setelah berkata-kata sesuatu dan menguatkan khaterina ,, Mardya akhirnya keluar dan menunggu diluar ruang tunggu pasien ,
dengan hati yang berdebar-debar dan beribu-ribu panjatan doa ia ucapkan dalam hati , ia sangat berharap agar khaterina melahirkan Dengan mudah