
saat ini Arya dan sella sedang belajar bersama ,,, didalam ruangan Arya ,,, sella mengajarkan arya mengerjakan tugas sekolahnya ,,
⏩
saat ini Pramana sedang kunjungan bisnis , ia ingin berkerja keras demi putra semata wayangnya ,,
sedangkan Mardya pada saat ini masih menyelesaikan tugasnya ,,
sedikit lagi tugas tersebut akan selesai ,,
setelah Mardya menyelesaikan tugas dan pekerjaan ia pun segera menutup ruangannya ,,
mardya hari ini berencana akan secepatnya pulang kerumah ,,
bahkan ia juga sudah menghubungi Pramana bahwa sella sudah datang ,,,
" Pram ,,, sella sudah berada di rumah " saat ini Mardya melakukan sambungan telepon ,,,,
" Iyah ,,, sabar aku akan segera pulang jika sudah selesai dengan urusanku " kata Pramana dari arah sebrang ,,,
Pramana juga sangat rindu dengan Arya ,,,
ia lah satu-satunya keluarga yang saat ini dimilikinya ,,,
Pramana sangat menyayangi Arya putranya ,,
🔸
pada saat ini Mardya dalam perjalanan menuju rumahnya ,,,
sejak Pramana kembali ke negaranya sendiri ia jarang pulang kerumahnya ,,,
justru waktu ia buat bersama Arya dan Mardya ,,,
sesampainya ia di dalam garasi mobil ,,,
mardya segera masuk kedalam rumahnya ,,,
samar-samar Suara Arya dan sella yang sedang mengajari Arya belajar ,,
pada saat ini Mardya ingin melihat putri kecilnya ,,,
ternyata Trina sedang nyenyak tidur ,,,
mardya menghampiri putri kecilnya itu ,,,
" Trina bobok rupanya ,, putri papa yang cantik seperti bunda " kata Arya yang seperti berbicara kepada dirinya sendiri ,,,
setelah itu Mardya menutup pintu kamar putrinya tersebut ,,,
Mardya terus berjalan menemui putranya yang sedang belajar ,,,
" Ar ,,, sudah makan nak ,, ayo ajak mama sella makan " kata Mardya yang menegur putranya ,,,
" sebentar lagi papa ,,, sedikit lagi selesai " kata Arya yang terus berkonsentrasi pada buku yang saat ini sedang diatas meja belajarnya ,,
sella yang melihat kehadiran Mardya berbalik sambil menyunggingkan senyum ,,,
mardya membalas senyuman sella ,,,
akhirnya mardya beranjak dari tempat Arya ,,,
ia sendiri harus mandi dan berganti pakaian ,,,
setelah menyelesaikan aktivitasnya ,,,
mardya kembali kedalam ruangan Arya ,,, dan ternyata mereka sedang berkemas ,,
__ADS_1
baru saja mereka bertiga ingin menunju ruang makan suara Pramana terdengar jelas sekali ,,,
" Arya ,,, pangeran papa " Arya yang mendengar suara Pramana segera berhambur kearah Pramana ,,,
dari kejauhan ia membentangkan tangannya ,, sambil ingin memeluk Pramana ,,,,
Pramana yang melihat Arya berlari mendekat ia segera menunduk dan langsung membalas pelukan Arya sambil menggendong Arya menuju meja makan ,,,,
sang bibi yang begitu setia dan baik itu sudah menyiapkan segala keperluan Keluarga Mardya ,,,
Pramana dengan telaten menyendokan nasi dan lauknya untuk Arya ,,,
sedangkan sella melihat sikap Pramana yang begitu memperhatikan putranya membuat sella sangat senang sekali ,,,
" papa Arya hanya mau ayam goreng saja lauknya " kata Arya kepada Pramana ,,
" Hem baiklah putra papa ,,, ini untuk Arya yang papa sayangi " kata Pramana yang sudah menaruh lauk serta nasi kedalam piring Arya ,,,
setelah itu mereka semua sudah menyantap hidangan yang sudah tersedia ,,
pada saat sella mengemas Piring dan membersihkan tempat meja makannya ,,
pada saat ini Mardya sedang mengendong putrinya yang sudah terbangun ,,,
sella melihat Mardya yang begitu telaten mengurus putrinya tersebut ,,,
mengganti pempers serta memberikan susu formula untuk Trina minum ,,
sella terus memperhatikan Mardya yang sedang mengurus putrinya ,,
dalam hati sella Mardya dan pramana memiliki anak-anak sendiri ,, keduanya begitu perhatian terhadap anak mereka berdua ,,,
sella merasa sangat senang melihat sikap seorang ayah yang begitu perduli dengan anak - anak mereka ,,,
bahkan menurut sella kedua anak itu tidak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya ,,,
terlihat sikap Mardya yang seperti baby sister yang sedang menjaga putrinya ,,,
ia selalu bertanya kepada Arya ,, apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan Arya ,,,
setelah Arya banyak bercerita ia selalu memenuhi keinginan Arya tersebut ,,
sella merasa terharu melihat sikap kedua bapak tersebut ,,,
bagaimana dengan ini sesuai gak yah penampilan Pramana dan Mardya bersama putra dan putrinya
⏩⏩
sella segera masuk kedalam ruangannya ,,
sambil memikirkan sikap kedua bapak Tersebut seperti ingin menunjukkan rasa sayang kepada kedua anak-anaknya ,,
sesampainya di ruang kamar sella masih memikirkan sikap kedua bapak tersebut ,,
sampai akhirnya ia pun tertidur ,, sangking lelahnya memikirkan sikap keduanya yang dapat dinilai siapakah yang lebih baik ,,,
saat ini sella lelah dengan pikiran sampai ia terlelap tidur ,,,
sedangkan Mardya dan Pramana masih sibuk dengan anak-anaknya ,,
" papa Arya mau bobok dengan bunda dan adik " kata Arya kepada Pramana ,,
" adik sudah bangun dari tidurnya ,,, sedangkan bunda mungkin ia lelah dan tidur dikamarnya ,,, mending Arya sama papa Pram saja yah kasihan bunda dan adik " kata Pramana menjelaskan kepada putranya ,,
" yah ,,, sudah papa ,, Arya tidur sama papa ,, setelah bangun nanti Arya mau bermain dengan bunda lagi ,,, boleh papa " kata Arya dengan wajah lucunya ,,,
__ADS_1
" boleh putra papa yang ganteng " Pramana menjawab keinginan Arya untuk bermain dengan sella yang disebutnya sebagai ibunda ,,
lain halnya dengan Mardya ,,, saat ini sedang membaringkan Trina di tempat tidur sambil memberikan susu kepada Trina ,,,
" putri papa yang cantik " Mardya mencoba mengajak Trina berbicara ,,,,
sedangkan Trina hanya tertawa kecil ,,
" heee,,,,heeeikkk ,,, ouw ,,,ouw " suara Trina yang ingin berbicara dengan Mardya ,,,
tingkah menggemaskan Trina membuat Mardya berkali-kali mencium pipi gembulnya itu ,,
sampai akhirnya Mardya sendiri tertidur pulas ,,, sedangkan Trina yang belum bisa apa-apa ia bersuara sendiri ,,,
" auw ,,,auw ,,, heekk ,, hikkk" terus saja Trina mengoceh sendiri sampai akhirnya Trina tidak dapat mendengar suara Mardya namun ia dapat merasakan keberadaan Mardya ,,,
ia kembali mengoceh terus sendirian ,,,
sampai akhirnya ia menangis sebab sudah tidak ada orang yang mengajaknya berbicara ,,,
" hik,,, hik ,,, akhhh ,,,akhhh" tangisan Trina yang merasa tidak ada yang mau perduli dengannya ,,,
mardya yang mendengar putrinya menangis buru-buru menggendong Trina sambil menenangkannya ,,,
" aduh ,,, putri papa yang sangat cantik ,,, sini ,,,sini sayang jangan nangis ,,,, cup ,,,,cup " suara itu didengar oleh sella yang kebetulan bangun dari tidurnya ,,,
mendengar suara Mardya yang menenangkan putrinya ia pun tersenyum ,,,
" mardya,,,,, Mardya kamu pria yang luar biasa " kata sella yang mendengar suara Mardya yang dapat menenangkan tangisan putri kecilnya ,,,
sampai akhirnya Mardya membuat susu lagi ,,,
mardya yang sedang menyusui putrinya dengan botol tanpa sadar ia pun tertidur lagi ,,,
Trina yang merasakan bahwa papanya sedang tidur di sampingnya ,,,
ia pun ikutan tertidur pulas disamping Mardya ,,,
sampai akhirnya waktu sudah sore ,,,,
mardya segera bangun dari tempat tidurnya ,,
dan menyiapkan air untuk Trina yang sudah terlebih dahulu bangun sambil mengoceh ,,,
justru ocehan Trina membuat Mardya terbangun dari tidurnya dan segera menyiapkan keperluan Trina untuk mandi ,,,
sedangkan Pramana sudah memandikan Arya ,,, dan ingin mengajak Arya berjalan - jalan di taman ,,,
sambil menunggu Mardya selesai keduanya bermain tebak-tebakan ,,,
disaat itulah sella sudah berganti pakaian ,,,
kemungkinan ia baru siap mandi ,,
" sell ,,, mau ikut kami " tanya Pramana kepada sella ,,
" emang mau kemana ?.." sella balik bertanya kepada Pramana ,,
" kami ,, biasanya kalau sore suka berjalan-jalan di taman kota ,,, apa kamu mau ikut " Pramana kembali bertanya kepada sella ,,,
" hemm ,,,, Iyah aku mau ikut ,,, nanti kita akan makan malam di mana " sella bertanya kepada Pramana Apa rencananya setelah malam nanti ,,,
" kamu mau ke mall ,,, " kembali Pramana bertanya kepada sella ,,
" yah ,,, terserah kamu saja " kata sella pasra dengan keputusan Pramana ,, dari dalam ruangan kamar Mardya keluar bersama dengan putrinya yang sudah sangat cantik sekali,,,
dalam hati sella kenapa Mardya dan pramana begitu dominan sekali dalam kebutuhan kedua anak -anaknya ,
__ADS_1
sella yang melihat Trina yang sangat lucu menggemaskan itu rasanya ingin sekali mencubit pipi gembulnya ,,,
bahkan ia akan menggoda Trina yang sangat cantik itu