
kedua orang dewasa itu sudah mulai akur ,,,
mungkin mereka berdua lelah akan nasib yang terjadi kepada mereka berdua ,,,
mereka berdua sama-sama kehilangan orang-orang yang disayanginya ,,,
namun mereka berdua juga memiliki kedua anak dari satu wanita yang sangat dicintainya ,,
wanita yang sama ,,
wanita yang melahirkan anak-anak mereka berdua ,,,
" Pram ,,, apa rencanamu selanjutnya " tanya Mardya kepada Pramana ,,
" aku ingin membesarkan Arya " katanya singkat ,,
" tidak bisa ,,, Arya selalu dekat dengan adiknya ,,, mana mungkin kamu tega memisahkan kedua kakak adik itu " kata Mardya yang tidak setuju ,,,
" yah ,,, lantas bagaimana ,,, dia adalah keluarga satu-satunya yang aku miliki mard ,,, cobalah memahami aku ,,, bukankah kita sudah berdamai " kata Pramana yang kesal terhadap mardya ,,,
" aku sudah lama terlalu dekat dengannya ,,, aku tidak ingin dia berpisah dariku " kata Mardya sendu ,,,
" lantas ,,, saran yang tepat seperti apa " Pramana bertanya lagi ,,,
" salah satu harus menikah dan mengasuh kedua anak kita " kata Mardya mengusulkan ,,
" hal itu tentu aku sudah tidak ingin mengharapkannya " Pramana lesu mendengar gagasan dari Mardya ,,,
ia pun melanjutkan perkataannya ,,
" bagaimana kalau kau sendiri aja yang menikah " Pramana memberi usul kepada Mardya ,,,
" haissss ,,, mana mungkin Pram ,, dulu saja menikah dengan istriku itu pun disebabkan oleh ibumu ,,, andai waktu itu tidak terjadi ,, mungkin sampai detik ini aku belum mempunyai istri " kata Mardya yang juga lesu dengan usul dan gagasan bagi keduanya terasa mustahil dilakukan lagi ,,,
" haaaa,,, memang hidup ini lucu yah " katanya yang sudah mulai seperti sedia kala ,,,
Pramana seperti tidak memiliki tekanan hidup ,, ia malah bahagia dengan hidupnya saat ini ,,
" yah ,,, sudahlah kita jalani saja ,,, aku punya usul kita bergantian mengasuh kedua anak kita " kata Mardya yang mulai mendapatkan ide yang bagus ,,
" yah sudah aku setuju dengan usulmu itu ,,, kita akan berganti menjaga mereka berdua " kata Pramana ,,,
mereka berdua akhirnya bertukar pikiran dan pendapat ,,, sampai mereka berdua mendapatkan kesempatan dan perjanjian ,,,
⏭️⏩
setelah beberapa hari kemudian ,,,
Pramana datang kerumah Mardya ,, ia membawa banyak sekali makanan
__ADS_1
pada saat ini usia Trina sudah menginjak 5 bulan ia begitu lucu sekali ,,
dan saat ini Trina berada di dalam gendongan Mardya sedangkan Arya sibuk ingin mengganggu adiknya sampai Mardya Lelah bermain dengan kedua anaknya ,,
" sudah papa capek Arya duduk disini ,, kamu dongengin adik Trina yah " kata Mardya yang sudah duduk di sofa ,,,
" baik papa ,,, " Arya menjawab pertanyaannya papanya ,,,
Arya bukannya bercerita ia malah bernyanyi ,, dengan suara kecilnya itu ia menyanyikan lagu satu-satu aku sayang ibu ,,,
" satu ,,, satu aku sayang ibu ,, dua ,,,dua juga sayang Ayah tiga-tiga sayang adik Trina,,, satu ,,dua ,,tiga sayang semuanya " Arya yang sedang bernyanyi membuat Trina tertawa kecil ,,
" hek,,,hekkk" suara tawa Trina dya raya putra ,,
"wowww ,,, Abang Arya nyanyikan lagu buat Trina " kata Mardya yang bertepuk tangan sambil mengecup pipi kedua anaknya ,,
pada saat ini dari arah luar ruangan ,, Pramana muncul sambil menenteng barang dan satu kantong plastik hitam yang sangat besar ,,
" Arya ,, Trina ,,, papa Pram datang " suara Pramana terdengar oleh Arya yang langsung berhambur menghampiri Pramana ,,
" papa ,,, Pram datang ,, bawah oleh-oleh " kata Arya yang sudah berada di dekat Pramana ,,
Pramana yang melihat Arya berlari mendekat ia segera meletakkan barang-barang yang ia bawa dan langsung menyambut Arya yang berlari ke arahnya ,,
saat ini Arya sudah berada di dalam gendongan Pramana ,,, anak itu sangat senang sekali sambil tertawa-tawa kecil ,,
wajahnya yang imut itu Mirip sekali dengan Pramana ,,,
" wahh ,, Trina cantik sekali seperti mama yah " kata Pramana yang ingin mengoda Trina ,,, bayi mungil itu hanya tertawa saja mendengar perkataan Pramana yang tidak ia mengerti ,,
" heh,,, hehhh" suara tawa Trina ,,,
Arya yang begitu dekat langsung mengecup pipi sang adik ,, ia seperti sangat sayang sekali pada Trina adiknya ,, Pramana yang melihat putranya begitu menyayangi adiknya , ia sediri merasa terharu ,,
" abang Arya cium Trina yah " kata Pramana lagi ,,,
" hehh,,,,,hehhh" tawa Trina terdengar lagi membuat semua orang akan gemes melihat senyum tawa Trina yang sangat lucu itu ,,,
merekapun akhirnya berbincang-bincang lama sekali ,,
terkadang Pramana menginap di rumah Mardya sekedar ingin dekat dengan putranya ,,,
terkadang juga ia bercerita tentang dongeng sedih dan petualangan disaat Arya sedang ingin tidur ,,,
berbeda lagi dengan Mardya sendiri yang sangat sibuk mengurus Trina yang ingin tidur ,,
ia akan membuat susu untuk Trina ,, Mengantikan pempes dan sebagainya ,,, ia pun tidak ingin kalah dari Pramana yang dapat menjaga Arya dengan baik didalam ruang kamar tidur ,,,
sampai suatu hari libur sekolah telah tiba Arya dan Trina akan diajak berlibur keluar negeri bersama Pramana ,, Mardya yang tidak setuju akhirnya harus mengikuti mereka untuk berlibur bersama ,, kedua lelaki dewasa itu saat ini dengan segenap hati mengurus putra dan putrinya ,,,
__ADS_1
saat ini mereka sudah sampai di bandara ,, mereka berdua menunggu mobil yang akan menjemput mereka berdua ,,
pada saat ini Pramana sedang menggendong Arya ,,
kalau Mardya saat ini sedang menggendong Trina ,,
jika diperhatikan para bapak itu seperti ,, emak-emak yang sedang menggendong anaknya kepasar ,, sangat lucu sekali ,,
" Pram kita cari hotel terdekat saja " Mardya mengusulkan pada Pramana ,,
" tunggu sebentar saja ,, sopir papaku akan datang " katanya pada Pramana ,,
" yah sudah,,,, terserah Luh saja " Mardya langsung memberikan susu pada Trina ,,, ia sangat takut Trina lapar ,,,
** tuh kelihatan seperti emak-emak yang sedang menjaga anaknya **
Pramana yang melihat Mardya yang sedang memberikan susu pada Trina ,, ia hampir tertawa namun ia urungkan ketika melihat Arya yang sedang meletakkan jarinya dibibirnya ,,,
" Arya lapar nak ,,, " tanya Pramana kepada Arya ,,
" Arya lapar papa " kata Arya yang menjawab pertanyaan Pramana ,, Mardya yang mendengarnya terasa ibah sekali ,, namun ia juga bangga pada dirinya bahwa ia lebih bijak menjaga sang putrinya Trina ,,,
" Pram lebih baik kita cari makan dulu kasian Arya lapar " kata Mardya mengusulkan kepadanya ,,
" yah sudah ayo kita makan dulu " akhirnya mereka berdua mencari restoran terdekat ,,
setelah melihat logo KFC pada sebuah toko mereka berdua tak segan-segan masuk kedalamnya dan langsung memesan makanan buat mereka bertiga ,,
Arya yang sudah lapar segera memakan ayam tersebut ,, Pramana dengan telaten menyuapi Arya yang sangat lapar ,,,
" arya mau minum jus nak " lagi-lagi Pramana bertanya kepada Arya ,, Arya hanya menganggukkan kepalanya saja ,,
" jus apa putra papah "
" jus jeruk dan apel papah " Arya menjawab pertanyaan papahnya ,,, segeralah Pramana memesan jus tersebut ,,
sedangkan Mardya melihat Trina sudah tertidur dengan botol yang sudah habis susunya ,, terpaksa Mardya mengendong sang putri sambil menayantap makanannya ,
* waduh,,, bapak - bapak yang super deh ,,, *
setelah selesai makan ternyata mobil papanya Pramana telah sampai didepan tempat mereka sedang menikmati makanan ,,
setelah membayar uang tagihan ,, Mereka segera menuju mobil tersebut dan langsung menuju rumah Pramana yang memang sebagian ada di luar negeri ,,
mobil terus melaju dengan kencang ,,, sampai akhirnya mobil tersebut berhenti disebuah rumah mewah nan elegan ,,,
Pramana segera masuk kedalam rumah tersebut begitu juga dengan Mardya ia yang masih menggendong putrinya juga mengikuti langkah Pramana ,,,
saat ini Arya sedang tidur di dalam gendongan Pramana ,,
__ADS_1
sedangkan Mardya masih menggendong Trina yang masih nyenyak tertidur ,,