
di mulai dari alkan yang bercerita prihal Arya anak yatim-piatu dan tidak memiliki siapapun ,,
setelah itu mereka menceritakan tentang prihal kematian arya yang bunuh diri ,, membuat Mardya kaget sekaligus prihatin terhadap Arya ,,, ia sadar betapa sedihnya dirinya jika saat ini hidupnya seperti Arya ,,,
" yah begitulah cerita Arya sebenarnya ,,, kita -kita inilah saudara sekaligus keluarga Arya " kata bandi yang menambahkan kisah sedih kehidupan Arya kepada Mardya ,,,
kehidupan yang sangat menyedihkan , bathin Mardya berkata-kata sendiri ,,,
🔀⏭️
sampai acara yang ditunggu-tunggu telah tiba ,, mereka semua telah mengadakan acara doa bersama di dalam kost tempat Arya meninggal ,,
awalnya rumah itu terlihat sunyi sekali , pada waktu siang hari ,,, setelah menjelang magrib ,, terasa sekali aura ganjil terdengar dari dalam ruangan ,,
suara -suara tak kasat mata itu membuat mereka yang berada di tempat itu hanya terdiam saja ,, seperti tidak mendengar suara apapun juga , sampai akhirnya semua penduduk datang ,,, rumah kost itu awalnya sudah di bersih oleh mereka ,,
namun setelah sholat magrib selesai mereka laksanakan di surau , sekembalinya mereka dari surau ( tempat beribadah) , semua tamu undangan dan teman-teman Arya datang kembali ke dalam kamar kost Arya , keanehan pun terjadi ,, kamar kost itu kembali kotor dan berdebu ,,,
" apakah kalian belum membersihkan tempat ini " kata salah satu pemimpin doa ,,
" kami tadi siang sudah membersihkan tempat ini pak ustadz tapi gak tahu kenapa kotor lagi " kata Adam kepada ustadz itu yang diangguki oleh semua teman Arya ,
akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah tersebut dan segera membersihkan kembali ruangan tersebut , setelah itu mereka semua duduk bersusun rapi memenuhi ruangan ,, namun secara tiba-tiba terdengar suara pintu tertutup sendiri ,,,
" braaaaakkkkk " suara pintu tertutup ,,
semua yang berada di dalam ruangan tetap terdiam dan tidak berkata apapun ,,, mereka terus melanjutkan kembali panjatan doa bersama-sama ,
sampai akhirnya godaan itu hilang dengan sendirinya ,,
dan acara doa bersama pun berakhir ,
setelah itu semua para tamu undangan pulang ke rumah masing-masing ,, dan kamar kost Arya sudah mulai tenang ,,
⏭️🔀
esok pagi harinya ,,,,
mardya masih tetap bekerja sebagai office boy sedangkan Bandi Masih tetap menjadi ojek pengantar khateringan menggantikan Arya , begitu juga yang lainnya , masih tetap sama dengan kegiatan mereka masing-masing ,,,
rumah kost itu juga sudah mulai tenang tidak ada suara atau apapun yang terjadi ,,, saat ini ibu kost sudah dapat merenovasi tempat kost tersebut dan merobaknya kembali ,,
kembali pada khaterina,,,,
saat ini khaterina , Dinna dan Anto sedang duduk santai di bangku taman di dalam kampus ,
__ADS_1
mereka sedang membahas tugas yang harus di kerjakan ,,,
" tina ,,, ini gimana nih " kata Dinna kepada khaterina ,,
" ini kayak seperti ini Lo " kata khaterina yang sedang menerangkan kepada Dinna ,,, sedangkan Anto hanya melihat contekan dari kedua gadis tersebut , ia terus mengerjakan tugas dan masih mencatatnya ,
sampai jam masuk telah tiba mereka semua sudah memasuki ruangan masing-masing ,,,
🔀⏭️
Mardya sedang membawa berkas yang akan di fotocopy ,, banyak sekali surat tersebut , sampai harus membedakan dan menyusunnya dengan rapi ,,
setelah menyelesaikan tugasnya ,, Mardya masih harus melakukan pekerjaan yang lainnya ,,
yang ini dan yang itu ,,,
sampai jam pulang telah tiba , Mardya kembali mengenakan baju biasa , sedangkan seragam kantornya ia sudah simpan pada tempatnya ,,,
mardya keluar dari dalam ruangan penyimpanan baju kerja ,, ia langsung menuju luar kantor , didalam perjalanan ia berpapasan dengan Pramana ,,,
" siang pak " sapa Mardya kepada Pramana ,,,
" siang ,,, eh ,, tunggu kamu ikut aku " kata Pramana mengajak Mardya ikut dengannya , sedangkan Mardya bingung harus berbuat apa , namun akhirnya Mardya mengikuti perintah dari Pramana ,,
saat ini mereka sedang berada di dalam mobil ,,
sesampainya di depan kampus tempat khaterina berkuliah , mobil Pramana berhenti di depan ,,
khaterina yang melihat sebuah mobil berhenti segera menghampiri mobil tersebut ,, Dinna pun mengikuti khaterina dari arah belakang ,,,
" Tina tunggu " kata Dinna yang memanggil nama khaterina ,,,
Pramana keluar dari dalam mobil ,, setelah itu ia membuka pintu mobil bagian belakang ,,
" silahkan masuk princess " kata Pram yang mulai dengan aksi buaya daratnya ,
begitu juga Dinna yang sudah menyusul khaterina masuk kedalam mobil , mobil pun terus berjalan menuju sebuah mall yang terbesar di kota itu ,,,
khaterina turun dari dalam mobil ia bersama Pramana berjalan beriringan , sedangkan Dinna Masih mengikuti khaterina dari belakang dan disamping Mardya sedang berjalan bersamanya ,
sampailah mereka di toko baju dan aksesoris ,,
Pramana selalu memanjakan pasangannya dengan barang-barang yang diinginkan wanita tersebut ,
" Tina pilihlah apa yang kamu mau ,,, atau temanmu juga menginginkan sesuatu " kata Pramana kepada khaterina dan Dinna ,
__ADS_1
Dinna tanpa kata segera mengambil barang yang di inginkannya , sedangkan khaterina hanya melihat-lihat saja ,,,
tanpa sadar khaterina mundur beberapa langkah sampai hampir menabrak Mardya ,,
" eh ,,, maaf ,,, " kata khaterina yang sudah memandang Mardya tanpa berkedip ,,
mardya cowok yang sangat tampan , berkulit putih , rambut tersisir rapi ,,
sejenak khaterina tertegun melihat paras Mardya ,,
mardya yang di perhatikan oleh khaterina langsung saja ia menunduk malu ,,
khaterina yang menyadari hal itu buru-buru membuang muka dan mendekati Dinna yang sedang membahas tentang baju yang mana cocok untuk ia pakai ,,
" ini bagus " kata Pramana yang memberi saran kepada Dinna ,,, Dinna mencoba melihat pakaian tersebut , dan mulai mengamati setiap helai kain ,,
sedangkan khaterina sudah berjalan menghampiri Pramana yang masih bersama dengan Dinna ,,
" Pram ,,, kita makan saja yuk ,, beli bajunya lain kali aja " kata khaterina ,,,
" em baiklah terserah kamu my Dier " jawab Pramana ,, mereka pun segera keluar dari toko baju dan langsung menuju restoran yang di inginkan oleh khaterina ,
kali ini Mardya duduk berhadapan dengan Dinna , Dinna yang sedari tadi tidak memperhatikan Mardya jadi tertegun melihat Mardya begitu tampan sekali ,,
Dinna pun tersenyum kepada Mardya , Mardya juga membalasnya dengan senyuman ,,,
" hai .. " Dinna melambaikan tangannya ,,,
sedangkan Mardya hanya tersenyum saja ,,,
setelah itu hidangan yang mereka pesan akhirnya Sudah datang , Mereka pun menikmati hidangan tersebut ,,,
❄️🔀
saat ini Mardya sedang berjalan menuju rumah tempat ia tinggal ,,, sesampainya di rumah bibi Mardya sedang menunggu kepulangannya ,,
" Hem kenapa malam pulangnya Mardya " tanya bibi mardya yang melihat keponakan pulang agak malam ,,,
" tadi bos di kantor tiba-tiba mengajak Mardya ikut dengannya bi " kata Mardya bersungguh-sungguh ,
" Hem lain kali hubungi bibi jika pulang agak lambat agar Paman dan bibi Tidak cemas memikirkan dirimu " kata bibi Anna kepada Mardya ,,, sedangkan Mardya tak berani menyahuti perkataan bibinya , ia hanya menganggukkan kepalanya saja tanda ia sangat paham ,,
mardya pun segera memasuki ruang kamar tidurnya ,
Itu lah perbedaan hidup Mardya dan Arya ,,,
__ADS_1
mereka sama-sama yatim piyatu , namun diantara kehidupan mereka memiliki perbedaan salah satunya mardya walau tidak memiliki keluarga masih ada tempat untuk berteduh dan bernaung ,, sedangkan kehidupan Arya tidak hanya hidup sendirian tapi dia juga tidak memiliki sosok yang dapat di jadikan untuk pulang ,,,