
Pramana akhirnya menjawab pertanyaan dari kedua orang tua sella ,,,
" baik ,,, aku setuju dengan persyaratan itu ,,, aku akan memberikan sella rumah apartemen , satu buah mobil dan fasilitas berupa uang tunai 500jt perbulan " kata Pramana kepada kedua orangtua sella ,,,
setelah melakukan perjanjian dengan kedua orang tua sella ,,
Pramana akan mempersiapkan segala sesuatunya yang akan dipergunakan ,,,
⏭️⏩
Beberapa hari kemudian sella yang saat ini mengangkat usia 4 bln ,,,
akan melangsungkan pernikahannya bersama Pramana ,,,
akhirnya Arya akan mendapatkan ibu yang begitu menyayangi dirinya ,,,
bahkan Trina juga sudah dianggap sella seperti putri kandungnya sendiri ,,,
bahkan kasih sayang sella begitu besar terhadap kedua bocah kecil itu ,,,,
pada hari ini sebuah gedung didekorasi dengan berbagai macam jenis karangan bunga dan pernak-pernik ,,,
sampai acara tiba sang pengantin telah bersanding ,,,
kedua mempelai itu juga melangsungkan akad nikah ,,,
setelah prosesi akad nikah selesai ,,,
mereka masih harus menyambut para tamu undangan,,
" sella ,, sekarang kamu sudah resmi menjadi istriku ,,, dan sudah menjadi mama Arya ,,, aku ingin kamu berjanji padaku untuk hidup semati denganku walau apapun yang akan terjadi " kata Pramana yang saat ini sedang berada di atas kursi pelaminan ,,,
" tentu ,,, kak Pram ,,, aku akan selalu setia denganmu " kata sella yang langsung menyunggingkan sebuah senyuman manis untuk Pramana suaminya ,,,
" Hem ,,, kau cantik sekali sella " kata pramana kepada sella istrinya ,,,
keduanya akhirnya sama-sama tersenyum ,,,
sampai akhirnya Arya datang dan hampir menangis sebab tidak ada yang mau menjawab pertanyaannya bahwa ibunda dan papanya pergi kemana ,,,
terpaksa Mardya mengantar Arya ke gedung tempat pernikahan Pramana dan sella ,,,
" papa ,,, bunda Arya ,, hemmm,, hik ,,hik ,,, " Arya yang merengek menahan tangisannya ,,,
" ada apa putra bunda yang tampan kok menangis " sella langsung membentang tangannya menyambut Arya yang saat ini sedang merajuk ,,,
" bunda ,,, kenapa disini tidak bilang-bilang Arya " kata Arya yang langsung duduk dipangkuan sella ,,,
sellapun langsung memeluk sambil mencium pipi Arya ,,,, aryapun langsung mengalungkan tangannya di leher sella ,,,
keduanya akhirnya sama-sama tersenyum ,,
" papa dan mama disuruh nenek duduk di sini ,,, jadi Arya gak boleh marah dan nakal yah ,,, " kata sella kepada Arya ,,
Arya yang masih kecil tentu tidak paham maksud dari penjelasan ibu barunya itu ,,,
" tapi bunda ,,, Arya pengen ketemu bunda dan papa Pram " kata Arya sambil merengut wajahnya ,,,
" Iyah nanti Arya sudah boleh tidur sama bunda dan papa ,,, tapi Arya janji gak boleh nakal ,,, sebab Arya sudah jadi Abang Trina juga disini " kata sella yang menjelaskan ,,,
Arya melihat tangan sella yang menunjuk perutnya ,,,
" itu apa bunda ,,, " Arya yang tidak mengerti maksudnya mencoba bertanya kepada sella ,,
" oh ,,, itu adik Arya yang baru ,,, selain Trina nanti Arya akan banyak adik jadi Arya tidak boleh nakal dan cengeng yah ,,, " kali ini Pramana yang menjelaskan kepada Arya ,,,
Arya kecil merasa sangat senang ,,, ia akan mendapatkan adik baru ,,,
" jadi didalam perut bunda ada adik Arya juga papa " kali ini pandangan Arya tertuju pada Pramana ,,,
" Iyah ,,, Arya akan mendapatkan adik baru " jawab Pramana sambil membelai pucuk kepala putranya ,,,
" horreee ,,, Arya akan jadi Abang lagi ,,,, " seketika Arya turun dari pangkuan sella dan langsung menuju tempat Mardya yang saat ini sedang menyuapin Trina puding susu ,,,
__ADS_1
" papa ,,, Trina ,,, Abang akan punya adik Balu ,,,( baru BHS anak kecil ) " kata Arya yang saat ini melihat adik kecilnya sedang asik memakan puding ,,
namun yang menjawab perkataan Arya bukan lagi Trina yang biasa bersuara sambil tertawa ,, justru ia malah sedang asik menikmati puding dari tangan papanya ,,
" oh ,,, iya ,,, Abang Arya akan punya adik baru ,,, Abang Arya sayang gak sama adiknya ,,, " Mardya mencoba berbincang-bincang dengan putranya itu ,,,
" sayang ,, Abang Arya sayang adik " kata Arya yang langsung membuka mulutnya lebar-lebar ,,,
ternyata Arya ingin disuapi oleh Mardya ,,
setelah mereka berdua banyak berbicara dan memakan puding akhirnya Arya mau diajak pulang kerumahnya ,,,
setelah berpamitan dengan sella dan Pramana ,,,
Arya langsung pergi meninggalkan acara pernikahan kedua orang tuanya ,,,
⏩⏭️
skip cerita ,,,
setelah sella merah bayi laki-lakinya ,,,
saat ini sella berada di dalam rumah sakit ,,,
Pramana yang mendengar kabar bahwa istrinya sella akan melahirkan segera menuju rumah sakit dimana sella akan melahirkan anaknya ,,,
saat Pramana sedang menunggu proses persalinan ,,,
ia sangat Kawatir sekali ,,, Pramana selalu teringat khaterina diwaktu dulu ,,,
berbagai macam doa ia panjatkan ,,,
Sampai akhirnya dari arah luar koridor rumah sakit Arya berlari bersama Trina adik kecil yang baru bisa berlari menuju kearah Pramana ,,,
" papa ,,, apakah adikku sudah datang ,, " kata Arya yang melihat Pramana yang begitu cemas memikirkan tentang istrinya ,,,
" Iyah ,,, sebentar lagi " baru saja Pramana menjawab pertanyaan putranya ,,, suara tangisan bayi Terdengar dari arah dalam kamar bersalin ,,,
" huekkk,,, huekkk " suara tangisan bayi yang terdengar dari dalam ruang bersalin ,,,
mendengar suara bayi yang menangis ,,
" anakku telah lahir mard ,,, yu ,, huii " Pramana menghampiri Mardya yang juga hadir di situ dengan senyumnya ,,, ia juga merasa perasaan Senang mendengar tangisan bayi dari sella ,,,
dari dalam ruangan muncul dokter wanita yang sudah mengabarkan pada Pramana bahwa putranya sudah lahir dan anaknya berjenis kelamin laki-laki ,,,
" pak ,,, istri bapak telah melahirkan ,,, anak bapak berjenis kelamin laki-laki ,,, " kata dokter itu ,,, setelah itu sang dokter pergi dari hadapan Pramana ,,,
segeralah Pramana masuk kedalam ruangan ,,, ia melihat sella yang sudah melahirkan putranya dengan selamat ,,,
" papa ,,, Arya punya adik satu lagi " kata Arya kepada Pramana ,,,
Pramana menjawab pertanyaan putranya singkat ,,,
" Iyah ,,, Adik Arya dan Trina sudah lahir " sambil menganggukkan kepalanya Pramana menjawab pertanyaan putranya ,,,
" belarti itu adik trin duga " kata Trina yang baru bisa belajar berbicara dan berjalan ,,,
" iya Trina cantik ,,, itu adik Trina juga " jawab pertanyaan Pramana ,,,
seketika Trina mendekati sella ,,,
" mama ,,, Trina mayu genthong " kata Trina yang ingin melihat adiknya ,,,
" sini Trina ,,, mama masih sakit biar papa yang gendong Trina yah " kata Mardya kepada Trina yang sudah mengalungkan tangannya di atas leher Mardya ,,, begitu juga Arya ia mengikuti jejak adiknya yang ingin di gendong oleh papanya ,,,
sella selalu tersenyum dengan kedua bapak itu yang begitu perhatian terhadap putra dan putrinya ,,,
⏭️⏩
sampai beberapa bulan kemudian ,,,
bayi sella sudah besar ,, ia begitu tampan sekali ,,,
__ADS_1
dari luar pintu rumah sella ,,,
sesekali mengetok pintu ,,,
" tok ,,, tok ,,, " suara ketokan pintu dari luar rumah ,,
" siapa ,,, " sella mencoba bertanya kepada orang yang sudah mengetok pintu rumahnya ,,,
" kami nyonya ,,, dari kepolisian ,,, " kata seseorang dibalik pintu rumahnya ,,,
" kepolisian ,,, " jatung sella berdetak lebih kencang dari biasanya ,,,
hatinya sangat was-was tak menentu ,,,
dengan sedikit keberanian sella membukakan pintu masuk orang yang mengaku dari pihak kepolisan ,,,
" Iyah ,,, siapa yah ,,, " kata sella yang sudah membukakan pintu masuk rumahnya ,,,
" ini ada surat dari kepolisian ,,, diharapkan pak Pramana hadir di tgl sekian " kata bapak polisi itu yang sudah menyerahkan surat kepada sella ,,,
setelah itu sang polisi yang terdiri dari dua orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat sella berada ,,,
🔹🔹
sore harinya ,,,
Pramana dan Mardya pulang bersamaan ,,,
sebab sekarang mardya tinggal sendirian ,,, terkecuali jika Trina ingin tinggal bersama Abangnya Arya maka Mardya akan menginap atau sekedar berkunjung melihat Arya yang sudah tinggal bersama Pramana dan sella ,,,
" kak ,,, Pram ,,, ada surat dari kepolisian ,,, " sella langsung berhambur kearah Pramana dan ia pun langsung menangis ,,,
sella tidak dapat menahan perasaan yang sudah ia SIM dari tadi pagi ,,, semenjak polisi itu memberikan surat keterangan berharap agar Pramana datang untuk memberikan kesaksian ,,
ternyata orang yang selama ini bersengkongkol telah membuat sella hamil telah tertangkap ,,,
bahka ada yang sudah menjadi korban pembunuhan ,,,
sehingga pihak polisi menindak lanjuti ,,,
Pramana segera mengambil surat tersebut ,,, setelah membacanya ,,, ia pun tersenyum ,,,
" he,,, " dengusan Pramana yang merasa senang dengan surat keterangan tersebut ,,,
" mereka akan menjalani hukuman seumur hidup " kata Pramana ,,,
sella yang masih Menangis dalam pelukan Pramana seketika terkejut dengan ucapan Pramana ,,,
" si,,siapa ,,, siapa yang mendapatkan hukuman seumur hidup " kata sella yang menghapus jejak air matanya ,,,
" orang yang sudah berbuat jahat kepadamu " kali ini Mardya yang menjawab pertanyaan sella yang masih takut dan gemetaran ,,,
Pramana yang melihat reaksi sella langsung memeluknya lagi ,,,
" kenapa ,, Hem ,,, kamu takut terjadi sesuatu kepadaku " kata Pramana yang membelai lembut Surai sella ,,,
" hemm ,,, " Jawab sella yang sudah mulai tenang ,,, sebab Mardya sudah memberitahukan kepadanya siapa orang yang akan ditangkap polisi tersebut ,,,
" sella ,,, mereka akan mendapatkan imbalan yang setimpal " kata Pramana yang berbisik di telinga sella ,,,
sellapun tertawa kecil ,,,
mendengar bisikan dari Pramana ,,,
dari dalam ruangan Terdengar suara tangisan bayi ,,,
" huekkkk ,,, huekkk " suara tangisan bayi ,,,
" bunda adik menagis " suara Arya dan Trina bersama mendekati papa dan bundanya ,,,
" Iya ,,, Senna ,,, bunda datang " teriakan sella yang mendengar suara Senna putra gahli ,,
nama putra dari Pramana dan sella ,,,
__ADS_1
Selasai sekian
tamat