Im Sick Of Loving You

Im Sick Of Loving You
episode 20


__ADS_3

mardya yang saat ini bertemu dengan semua teman-teman Arya ,,,


🔸⏭️


setelah kepulangan Mardya dari markas ,,, hari telah hampir malam ,,,


mardya yang agak sedikit lega dan tidak emosi lagi segera masuk kedalam rumahnya ,,,


didalam rumah tersebut ia tidak melihat khaterina didalam ,,, biasanya ia akan menyambut Mardya jika Mardya habis Keluar rumah ,,,


setelah ia berdiri tepat di depan pintu masuk ruang kamar khaterina ,, ia mencoba mengetuk pintu kamar tersebut ,,, namun tidak ada sautan dari dalam ruangan ,, Mardya yang setengah kawatir segera membuka pintu , Ternyata khaterina sudah tergeletak di atas lantai kamar tidurnya ,, Mardya pun segera mendekati tubuh khaterina yang tergeletak di atas lantai kamar ,,


" Tina ,,, Tina ,, apa yang sudah terjadi " suara Mardya panik ,,, seketika Mardya menggendong tubuh khaterina yang sudah mengandung beberapa bulan itu ,,


dengan cekatan Mardya membawanya ke rumah sakit ,,, setelah Mardya berada di dalam mobil Seketika Mardya melajukan laju kendaraannya ,,,


sesampainya dilobi rumah sakit Mardya yang masih mengendong tubuh khaterina segera berteriak keras memanggil dokter dan suster ,,,


" dokter,,,,, susssteer ,,, Tolong istri saya dok " segera para pihak medis berdatangan dan mengurus khaterina ,,,


⏭️


saat ini khaterina berada di dalam ruangan ,, ditubuhnya sudah penuh dengan berbagai peralatan medis ,


mardya sangat cemas dan kawatir sekali ,,


hampir 3 jam belalu ,, saat ini sudah menunjukkan pukul 22;30 menit ,,,


saat ini Mardya memberanikan diri mendekati khaterina yang tidak sadar diri ,


tangannya mulai meraih tangan khaterina ,


" Tina jangan tinggalkan aku ,,, aku masih ingin bersamamu " suara Mardya lirih ,,, di situasi saat ini ia sendirian tanpa siapapun yang menjadi penguat hatinya,,


" Tina ,,, bangun ,,Tina "


tak berapa lama tangan khaterina mulai bergerak-gerak Mardya sangat senang sekali ia pun mencoba memanggil nama khaterina ,,


" Tina ,,, Tina ,,, ini aku Mardya suamimu " kata Mardya yang mulai dapat bernafas lega melihat khaterina sudah mau membuka matanya ,,,


" dimana aku ,,, " suara khaterina lirih ,,,


" dirumah sakit ,, apa yang sudah terjadi Tina ,,, " suara Mardya pelan sekali seakan takut khaterina terkejut ,,,


" mard ,,, tadi ,,, itu ,, tiba-tiba aku pusing sekali ,,, dan seterusnya aku gak tahu apa-apa lagi "" kata khaterina lirih sambil menyembunyikan kesedihannya ,,,

__ADS_1


" ada apa Tina ,,, katakanlah masih ada aku disini " kata mardya ,


" mard ,,, Pram ,,, mard ,,, Siska bilang ia akan pindah keluar negeri ,,, dan dia akan menikah,,, hik ,,,hik ,,, " kata khaterina yang sudah mulai menangis lagi,,,


" Tina ,,, tenanglah ,,, masih ada aku yang akan menjagamu ,,, saat ini aku suamimu Tina " kata Mardya kepada khaterina ,,


" tapi mard ,,, aku sedang hamil anaknya Pram ,, bukan anakmu,,, hik,,,hik ,, " kata khaterina yang masih menangis ,,,


" jangan kawatir ,,, aku akan menjadi ayah yang baik buat anak kita ,, dia sekarang sudah menjadi anakku " kata Mardya yang sudah mengakui bahwa anak yang dalam kandungan khaterina adalah anaknya ,,


" hik,,, hik,," khaterina masih saja menagis sedih ,,,


mardya mendekat khaterina dan langsung memeluknya erat ,,,


" sudah ,, sudah jangan menangis lagi ,,, aku akan menjadi suami sekaligus ayah dari anak kita berdua ,, karena saat ini kamu adalah istriku dan tanggung jawabku " kata Mardya yang saat ini sedang membelai Surai rambut khaterina ,,


" mard kamu tidak menyesal sudah menjadi suamiku " kata khaterina yang mulai mereda tangisnya ,


" tidak ,,, bagiku mungkin ini jalan takdirku untuk memilikimu " kata Mardya mantap ,,


mereka berdua saling berpelukan sejenak ,,


" mard ,,, " suara khaterina


" Hem,,," Suara Mardya ,,


" aku janji selama aku hidup akan selalu mendampingimu tina ,, " khaterina senang sekali ,, seketika hatinya mulai meluluh ,, khaterina tidak tahu mengapa ia begitu saja mau menerima Mardya yang baik dan polos sekali itu ,,,


mungkin dikarenakan ketulusan hatinya membuat khaterina sangat berharap kasih sayang dari Mardya ,,


" Tina ,,, berjanji kalau kamu akan selalu berada di dekatku " kali ini Mardya berharap agar khaterina mau mencintai dirinya ,,, sebab Mardya tidak pernah namanya berpacaran ataupun memiliki kekasih hati ,,, namun pada saat ini saja pernikahan yang terjadi atas perbuatan dari ibunya pramana yaitu bosnya ,,,


ia sangat berharap suatu hari nanti memiliki seorang kekasih yang mau menerimanya dengan setulus hati ,,


dan akhirnya jodoh yang menentukan jalan hidupnya harus menikah dengan khaterina,,, ia pun dengan ikhlas menerima takdir yang sudah terjadi ,,,


" tentu mard aku berjanji " kata khaterina ,,,


mardya merenggangkan pelukannya ,, ia mencium pucuk kepala khaterina ,,


" nah ,,, istirahatlah sudah larut malam" kata mardya ,,


" tapi kamu ,,, " khaterina sedikit ragu untuk menebak ,,


" tentu aku akan tidur disampingmu jika kamu tidak keberatan " kata Mardya dengan senyum menggoda ,,

__ADS_1


" te,, tentu ,, tidak ,, cuma kamu gak keberadaan tidur denganku " kata khaterina tergagap ,,


" ha,,,ha,,, aku cuma bercanda " kata Mardya yang sudah tertawa lebar ,,


" mard aku ingin kamu disini menemani aku tidur ,,, aku takut sendirian " kata khaterina lirih ia sangat takut Mardya tersinggung atau marah dengan kata-katanya ,,


" em,,, baiklah ,, tidurlah ,, aku akan disini bersamamu " kata Mardya yang sudah membelai pipi khaterina ,,


⏭️⏩


esok paginya ,,,,,,


mereka terbangun dalam keadaan berpelukan ,,,


bahkan suster yang ingin memeriksa keadaan khaterina jadi sangat malu ,,,


" ,,, ma,,,maaf pak hari sudah pagi ,,, saatnya pemeriksaan ibu khaterina " kata suster Tersebut yang membuat khaterina terbangun dari tidurnya ,,,


" oh ,, maaf suster semalam istri saya tidak ingin tidur sendirian ,,, ia sangat takut aku " kata Mardya menjelaskan kepada suster tersebut ,, Mardya yang saat ini sedang berpelukan segera bangun dari ranjang tidur rumah sakit dan langsung masuk kedalam ruang kamar mandi untuk mencuci muka ,,


setelah suster tersebut selesai dengan tugasnya ,, Mardya menghampiri khaterina ,,,


" mard ayo kita pulang " kata khaterina kepada Mardya ,


" Iyah aku akan meminta izin dulu ,,, " kata Mardya , setelah itu ia keluar dari dalam ruang kamar tidur khaterina ,, ia segera menemukan dokter , setelah mendapat persetujuan iapun langsung menuju loker administrasi dan setelah mengurusi semua keperluan untuk pulang kerumah ,, saat ini Mardya sudah sampai didepan rumahnya ,,


" sudah sampai ayo masuk " kata Mardya yang langsung menggandeng tangan khaterina ,,


" mard ,,,, " suara Pramana yang memanggil Mardya ,,,


ia tidak tahu kenapa tiba-tiba Pramana sudah ada di dalam rumah Mardya ,,,


" kenapa kamu kesini " kata Mardya ketus dan hampir marah ,,,


" aku ingin kamu mengurus perusahaanku itu ,, didalamnya ada aset yang nantinya akan aku berikan pada anakku " kata Pramana lirih ,, Mardya terdiam ia tidak menjawab apapun ,,


" yah sudah ,, besok kamu akan bekerja sendiri dikantor kamu sudah bisa menjalankannya bukan ,,, aku Titip Tina jaga dia dengan baik ,,, tina ,, maafkan aku " khaterina ingin maju dan mau menampar Pramana , namun di cegah oleh Mardya ,,, akhirnya ia mengurungkan niatnya ,,, mereka berdua melihat Pramana telah pergi bersama mobil yang ia miliki ,,,


mardya menarik nafas lega ,, setelah Pramana pergi dari hadapannya ,,,


" Tina ayo istirahatlah ,,, hari ini aku yang akan memasak " kata Mardya ,,, khaterina tersenyum melihat wajah Mardya ,,,


" emang suamiku ini bisa masak " kata khaterina yang mencoba bertanya ,,,


" tentu ,,, tentu aku bisa masak ,,, walau amatiran namun aku bisa kok ,, kamu bisa cobaain " kata Mardya dengan senyum merekah ,,,

__ADS_1


" haaa ,,, iya deh aku percaya " jawab khaterina ,,, Mardya memerintahkan khaterina untuk beristirahat ,, sedangkan dia saat ini akan menyiapkan hidangan makanan ,,,


__ADS_2