
khaterina sangat panik dan akhirnya ia pun menelepon Mardya ,,,
" tuttt,,, tuttt" Suara sambungan telepon terdengar yang akhirnya mendapatkan sautan dari sebrang jalan ,,,
" hallo "' suara Mardya terdengar dari sebrang jalan ,,
" mard ,,, ini aku Tina ,, mard tolong aku ,, mamaku ,, saudara laki-laki ku mard " Suara khaterina sangat panik sekali ,,
" tenang Tina ,, ada apa bisa kamu jelaskan " kata Mardya yang ikutan panik ,,
" saudara laki-lakiku kecelakaan , ibuku saat ini dirawat " kata khaterina yang sudah sangat panik dan mulai menangis ,,
" baiklah aku kesana ,, " kata Mardya yang langsung memberi kabar pada Pramana yang saat ini berada di belakang rak buku yang terdapat pintu rahasianya ,,,
setelah mendengar kabar dari khaterina , Pramana bukannya panik ia malah semakin asik dengan gadis yang saat ini sedang berkencan dengannya ,
akhirnya Mardya pergi meninggalkan Pramana yang masih tidak berubah itu , ia segera meluncur menemui khaterina di rumah sakit ,,
sesampainya ia di lobi rumah sakit ia pun segera bertanya kepada resepsionis kamar yang sudah di share oleh khaterina padanya ,
sesampainya ia di lorong koridor tempat saudara laki-laki khaterina dirawat ,, Mardya melihat banyak orang sedang berkumpul ,,
" Tina ,,, " suara Mardya membuat khaterina berhambur kearahnya dan langsung memeluk Mardya ,,
" mard kakakku sudah tidak tertolong lagi " kata khaterina yang langsung menangis sesenggukan ,,
saudara khaterina tak dapat ditolong lagi ,, kondisi yang sangat kritis membuat ia tidak dapat bertahan hidup ,
saat ini khaterina dan Mardya mencoba melihat keadaan ibunda khaterina yang masih berbaring di atas tempat ranjang tidur rumah sakit ,
sedangkan jenazah saudara laki-laki khaterina saat ini sedang mereka bersihkan supaya dapat di semayamkan ,
khaterina yang masih sedih akhirnya mengikuti penguburan saudaranya itu sampai liang lahat ,
seharian Mardya menemani khaterina ,,
bahkan ia juga sudah menghubungi bibinya bahwa ia mendapat tugas mendadak jadi tidak dapat pulang beberapa hari ,, sudah hampir tiga hari pengebumian saudaranya khaterina , namun yang membuat heran ibunda khaterina sendiri juga belum siuman dari pingsannya , kesedihan khaterina pun sudah tak terbendung lagi ,,
hari kelima ,, Mardya berpamitan untuk pulang kerumahnya terlebih dahulu , agar bibi Anna tidak mengkawatirkan keadaannya ,
khaterina pun akhirnya rela melepaskan Mardya untuk pulang kerumahnya ,,
hati khaterina semakin sedih bahkan sampai saat ini Pramana tidak menemui dirinya ,, alasannya ia sedang sibuk diluar kota , dan kota tersebut sangatlah cukup jauh sekali ,,,
air mata khaterina tidak pernah kering dari pipinya jika merasakan hari-hari yang terlewati ,,,
__ADS_1
sampai pada waktu malam tiba ,,,
khaterina yang sangat lelah dengan hati dan pikirannya ia pun langsung tertidur ,,
ia juga bermimpi bertemu dengan Arya sambil tersenyum kepadanya ,
" Tina jangan sedih ,, aku akan menemanimu ,,, tersenyumlah tina " kata Arya yang hampir memeluk khaterina ,, namun khaterina menjauhi Arya ,,
" Ar ,, ya ,,, kamu ,,, bukankah " kata khaterina gagu ,,
" maafkan aku Tina ,, disaat ini aku tidak bisa membantumu , padahal aku senang sekali jika dapat membantumu saat ini " kata Arya dengan senyum indahnya ,, khaterina yang melihat Arya yang sedang tersenyum kepadanya , akhirnya tidak dapat membendung kesedihannya ,, ia pun mulai menitihkan air mata , dan selanjutnya mulailah ia menagis tersedu-sedu ,, Arya yang melihat khaterina menangis ia mulai memberanikan diri untuk mendekatinya dan dengan perlahan mulai memeluk tubuh khaterina yang saat ini sedang menangis ,,
" khaterina masih ada aku yang sayang sama kamu " kata Arya yang mulai memeluk khaterina dan disaat itu khaterina mulai menangis di dada Arya ,, sampai sedetik kemudian , tiba-tiba tubuh Arya menghilang , khaterina sangat terkejut , ia mencoba memanggil dan mencari Arya namun Arya sudah benar-benar tidak ada lagi ,,
" Arya ,,Arya ,,, kamu dimana " suara khaterina yang memanggil nama Arya ,,,
pada saat itu ada sebuah tangan yang mengguncang-guncang tubuh khaterina sampai ia terbangun ,,,
ternyata khaterina telah bermimpi bertemu dengan Arya ,,
" tina ini aku Pram " kata Pramana yang masih ingin membuat khaterina tersadar dari mimpinya ,,
merasakan tubuhnya ada yang mengguncang khaterina seketika terbangun dari tidurnya ,,
mereka berdua akhirnya saling berpelukan ,,
" Tina ,,, maafkan aku baru saat ini bisa menghubungimu ,, " kata Pramana yang masih memeluk tubuh khaterina ,,
" Pram ,, kakak Pram ,,, ibu Pram " kata khaterina yang masih menangis didalam pelukan pramana ,,
baru saja khaterina mengatakan hal itu ,,, terdengar suara sambungan telepon dari arah sebrang jalan , ternyata telpon tersebut dari pihak rumah sakit yang mengabarkan bahwa ibunda khaterina sudah sadar ,,
khaterina yang sangat senang ingin sekali melihat ibundanya ,,
Pramana yang saat ini Lelahpun akhirnya mengantarkan khaterina kerumah sakit dimana ibundanya dirawat ,,
setelah mereka sampai di depan pintu masuk ruangan ibundanya dirawat , khaterina segera masuk kedalam ruangan tersebut ,,
" bunda ,,, " suara khaterina memanggil ibunya ,,
" tina ,,, apa yang sudah terjadi " kata ibunda khaterina yang masih bingung ,,
" hik,,,hik,,, bunda kakak Bun " tangisan khaterina semakin kuat ,,, ibunda khaterina baru ingat bahwa putranya mendapatkan musibah , dan setelah mendengar cerita khaterina ,,, tiba-tiba ibunda khaterina memegang dadanya yang terasa sakit ,
khaterina yang sangat bingung akhirnya memangil dokter ,,, dan setelah dokter datang ibunda khaterina menyusul saudaranya ,,
__ADS_1
ia juga telah pergi meninggalkan khaterina sendirian ,, tangisan khaterina pecah menjadi suara raungan yang sangat menyayat hati ,,
saat ini Mardya buru-buru datang menemui khaterina ,
" Pram ,,, tina ,,, " suara Mardya membuat khaterina berbalik melihat Mardya yang begitu sedih mendengar kabar ibunda khaterina yang sudah tidak ada lagi ,,,
⏭️⏭️⏭️⏭️
skip ,,
setelah beberapa hari kemudian ,,,
perut khaterina agak sedikit membesar usia kandungannya menginjak usia 3 bulan ,,, pada saat ini ibunda Pramana kebetulan datang ke apartemen milik Pramana ,,
ibunda Pramana tidak menyukai khaterina saat ini yang berada di dalam apartemen milik putranya ,,
namun ia tetap tidak ingin membuang waktu untuk mengurus hal semacam itu ,
" kamu siapa ,,, " tanya ibunda Pramana pada khaterina saat ini ,,
" saya ,,, saya bekerja di tempat ini " jawab khaterina yang tidak tahu harus menjawab apa ,
" Hem ,,, jadi kamu pembantu " kata ibunda Pramana ,,
" bukan ,,, saya bekerja dengan pak Pramana " kata khaterina lagi ,,
" ah ,,, sudahlah ,,, aku mau istirahat dulu ,, nanti jika putraku sudah datang kamu segera kabari saya yah " pesan ibunda Pramana ,,
" Baik nyonya " jawab khaterina singkat ,, akhirnya ibunda Pramana segera pergi menuju ke ruang kamar tidurnya ,,
khaterina yang masih Bingung harus gimana akhirnya menelpon Mardya ,
" mard ,,, kamu datang kesini yah " kata khaterina didalam sambungan telepon saat ini ,,
" Iyah ,,, baiklah ,, aku izin dulu " kata Mardya yang langsung menutup sambungan teleponnya ,,
tak berapa lama kemudian Mardya datang setelah khaterina membukakan pintu masuk ,, setelah pintu terbuka Ternyata ibunda Pramana berada pas di belakang khaterina ,
" bagus ternyata kamu membawa selingkuhanmu di apartemen milik putraku " kata ibunda Pramana ,
khaterina sempat terkejut dan ia pun mundur kebelakang sampai hampir terjatuh ,, beruntung pada saat itu Mardya tepat waktu menangkap tubuh khaterina yang hampir jatuh ,,
ibunda Pramana yang sudah sangat marah segera menghubungi Pramana dan pihak berwenang ,,
Pramana datang terlambat pada saat pihak berwenang melakukan tindakan paksa pada khaterina,,, saat ini khaterina menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya ,, Sebab ia akan di nikahkan paksa oleh ibunda Pramana dan harus menikah dengan Mardya ,,
__ADS_1