
saat ini Mardya sedang menyiapkan nama baru untuk putra khaterina,,,
entah nama baik apa yang akan mereka ciptakan ,,,
mardya raya putra Nama asli Mardya sedangkan khaterina adalah ibu kandung dari putranya saat ini
" bagaimana kalau Arya Pramana putra ,,, " Mardya yang langsung mengusulkan nama buat anak dari khaterina ,,,
" yah sudah kita kasih nama arya Pramana putra " akhirnya khaterina setuju dengan nama buatan dari Mardya ,,,
setelah beberapa hari khaterina dirumah sakit mereka pun sudah dapat kembali kerumahnya ,,,
saat ini khaterina di bantu oleh bibinya merawat sang putra sedangkan Mardya masih terus bekerja di kantor yang sudah menjadi miliknya saat ini ,,,
setelah kepergian Pramana Keluar negri tak satupun berita muncul ataupun Terdengar oleh keluarga mardya ,,,
sampai akhirnya beberapa tahun kemudian
⏩⏭️
saat ini Arya sudah berusia 2 th khaterina sedang hamil anaknya yang kedua ,,,
pada saat ini ia sedang memeriksakan kandungannya ,,,di sebuah klinik bersalin ,,,
mardya sangat bahagia sekali setelah berumah tangga dengan khaterina ,,, hidupnya lebih berwarna ,,
khaterina yang mengandung diusianya yang menginjak umur 9 bulan itu ,,,
bayi khaterina sangat sehat setelah melalui serangkaian pemeriksaan ,,
ternyata bayi tersebut seorang wanita ,,,
mardya sangat senang melihat Arya putranya akan memiliki Adik perempuan ,,,
🔸🔸🔸
beberapa hari kemudian
saat ini bibi Anna mengajak Arya berlibur didesa ayahnya sedangkan Mardya tidak dapat ikut disebabkan akan ada klien penting yang akan hadir di kantornya ,,,
khaterina dapat memahami hal tersebut ,,
akhirnya paman Mardya mengedarai mobil menuju desa dimana Mardya dilahirkan ,,,
setelah menempuh perjalanan hampir satu jam merekapun akan sampai dirumah peninggalan Keluarga Mardya ,,, namun baru saja mereka ingin memasuki wilayah tersebut tiba-tiba seekor kambing melintas di depan mobil yang di kendarai oleh paman Mardya ,,,
paman yang sangat terkejut akhirnya berkelit ,,,
merekapun akhirnya lolos dari tragedi kambing yang melintas tersebut ,,, sampai akhirnya mereka tidak menyadari ada seorang yang penyeberang jalan sambil memotong mobil tersebut ,,, membuat mobil yang di kendarai oleh keluarga mardya oleng dan terperosok ke jurang yang tak begitu dalam ,,, orang yang tadi memotong jalan tersebut sangat terkejut dan takut sekali ,, awalnya ia ingin pergi meninggalkan mobil tersebut ,,,
namun setelah rasa kemanusiaannya lebih tinggi ia pun akhirnya memberi pertolongan kepada keluarga mardya ia juga mencari bala bantuan ,,, setelah hampir setengah jam bantuan pun telah datang ,, melihat mobil yang masuk kedalam jurang , pihak keamanan segera menolong anggota keluarga mardya yang saat ini berada di dalam mobil yang terperosok ke dalam jurang tersebut ,, seluruh anggota keluarga mardya segera dilarikan kerumah sakit ,,, Arya yang masih kecil menangis sekencang-kencangnya ,,, membuat para warga ibah dan merasa kasian terhadap Arya ,,, saat ini kondisi khaterina sangat parah darah keluar dari bawah rahimnya ,,,
ia harus mendapatkan penanganan khusus ,,, sedangkan bibi Anna dan suaminya tidak dapat tertolong lagi di sebab terlalu lama sekali mereka didalam perjalanan ,,,
pihak kepolisian memberi tahukan kepada Mardya ,,, bahwa anggota keluarganya mengalami musibah ,,, setelah mendengar penjelasan dari pihak kepolisian Mardya segera pergi kerumah sakit ,,, saat ini Mardya melihat keadaan putranya yang menagis terus sampai akhirnya Mardya pun menitihkan air matanya ,,
__ADS_1
" Arya ,,, ini papa jangan menangis lagi nak " kata Mardya ,,,
Arya pun terdiam ditangan sang ayah yang sangat mencintainya ,,,
mardya melihat bibi dan pamannya sudah tidak dapat tertolong lagi disebuah ruangan ,,, membuat hati Mardya bertambah sedih iapun tanpa sadar telah menangis lagi ,,, Arya yang melihat ayahnya menangis iapun ikut menagis ,,, Mardya melihat putranya ikut menangis ,, ia pun mencoba menenangkan putranya agar tidak ikut menagis ,,,
kesedihan Mardya sudah tidak dapat terbendung lagi melihat seluruh anggota mengalami kecelakaan ,,,
baru saja ia menikmati indahnya kebahagiaan bersama istri dan anaknya ,,, namun saat ini ia harus kehilangan paman dan bibinya yang sudah merawatnya cukup lama ,,,
" hik,,,hik,,, " tangis Mardya yang hanya ditahannya ,,, sedangkan putranya ,,,
" hikhiiiiikkk ,,, pa ,,pa ,, " suara tangisan Arya yang melihat Mardya yang menangis ,,,
" cup ,,, cup ,,, putra papa jangan menangis yah " kata Mardya yang langsung mengusap air matanya ,,, ia kembali menuju ruangan istrinya ,,, saat ini khaterina menjalani operasi kelahiran yang mendadak sesekali ,,
beberapa jam kemudian bayi itu lahir dengan tangis yang cukup kencang ,,,
" huek ,,,huek ,,," tangisan sang bayi ,, mukjizat itu membuat hati Mardya begitu senang sekali ,,, melihat Putrinya terlahir di atas bumi ini ,,,
namun dokter menjadi panik ,,, melihat kondisi khaterina yang drop dan butuh donor darah lagi dan harus membutuhkan bantuan khusus ,,,
sampai tombol denyut nadi berdetak lurus tanpa turun naik keatas lagi ,,, membuat dokter pun semakin panik dan ia harus segera mendapatkan pertolongan ,,,
beberapa kali dokter meletakkan alat untuk membuat khaterina terbangun ,,, namun nihil khaterina tak dapat tertolong lagi ,,,
kaki Mardya lemas seolah tidak memiliki tenaga ,, air matanya yang baru saja berhenti kini mengalir lebih deras lagi ,,, bahkan Aryapun menangis sangat kencang sekali ,,,
bocah itu seperti merasakan sesuatu yang telah terjadi pada ibundanya ,,,
🔸🔸🔸🔸🔸
hari ini ,,, diwaktu ini ,,,
kesedihan ku tak berarah lagi ,,,
air mata bagaikan hujan yang menaungi ,,,
betapapun tidak dunia ini terlalu kelam untuk kujalani ,,,
maafkan cinta yang terlambat datang untukku ,,
🔸🔸🔸🔸
sudah beberapa hari penguburan seluruh anggota keluarga mardya ,, restoran yang diurus bibi tetap berjalan ,,,
rumah yang saat ini ditinggal oleh Mardya ,,,
sudah Mardya sewakan kepada orang lain ,,, ia tidak ingin menjual rumah tersebut dikarenakan kenangan dirinya bersama khaterina istrinya ,,, Mardya hanya lari dari kesedihan hidupnya ,,
terlebih lagi pada saat ini ia akan mengurus kedua anaknya ,,
saat ini Arya putranya juga sudah memiliki seorang adik perempuan ,,, Arya yang masih kecil setiap hari ia merengek ingin melihat sang ibu ,,, Mardya yang selalu bingung harus menjawab apa ,,, seorang bibi sering membantu Mardya menenangkan putranya itu ,,,
__ADS_1
beruntung sekali Mardya memiliki seorang bibi pembantu yang dulunya selalu membantu almarhum bibi Anna ,,
jadi Mardya tidak perlu repot-repot mencari asisten rumah tangga lagi ,,
nama putrinya Mardya adalah Trina dya raya putra ,,
bayi mungil itu mirip sekali seperti khaterina dan Mardya ,,, sangat cantik sekali ,,,
arya sering bermain dengan dya ,,, adik kecilnya ,, terkadang Arya sangat lucu sekali
ia sering mengajak dya yang masih bayi itu bernyanyi ,,,
terkadang Arya akan bercerita dogeng tentang kancil ,,,
dya yang masih kecil hanya menjawab ,,
" Auh ,,,Auh " membuat Arya akan gemes dan mencium pipi adik kecilnya ,,,
saat ini dya berumur satu tahun , sedangkan Arya berumur 3 th mereka sering bermain bersama-sama ,,,
sedangkan mardya selalu sibuk mengurus pekerjaannya saat ini ,,,
⏭️⏩
pada saat ini Pramana akan kembali ke negaranya ,,,
hari ini Pramana sedang berada di Indonesia ,, setelah mendengar berita tentang khaterina yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu ,,,
Pramana tidak sempat melihatnya keadaan Mardya dan keluarganya ,,
pada saat ini ia sedang berada di perjalanan menuju rumah Mardya ,,,
namun ternyata rumah tersebut sudah disewakan oleh Mardya pada orang lain,,,
akhirnya Pramana pun menuju lokasi kantor Mardya ,,,
disana ia melihat Mardya sedang sibuk dengan pekerjaannya ,,
Pramana tersenyum melihat Mardya yang bekerja cukup keras ,,,
perkembangan perusahaan yang ditangani oleh Mardya sangat saat ini sangat pesat kemajuannya ,
Pramana sangat salut atas kertas keras Mardya ,,,
" mard ,,, maaf aku tidak hadir disaat kamu sedang ada masalah ,,, sebab aku mengurus perceraianku dengan istriku itu " kata Pramana menjelaskan ,,,
" Hem ,,, kenapa dengan istri pilihan ibumu itu " kata Mardya ,,,
" ia ,,, selingkuh ,,, membuat ibu dan ayahku syok dan akhirnya mereka pergi untuk selamanya ,,, dan saat ini aku singgel ,,, tidak memiliki siapapun sama sepertimu ,,, ayo Mard kita mulai dari awal pertemanan kita ,,, jangan begini ,,, bagaimana kita akan membesarkan anak-anak yang sudah dilahirkan oleh khaterina untuk kita " kata Pramana yang begitu tulus kepada Mardya ,,,
" haa,,,haa,, lucu ,,, kenapa hidup kita mengalami hal yang sama ,,, sama-sama tidak memiliki seseorang yang mencintai kita " kata Mardya miris dan sedih ,,
" sudahlah lupakan kesedihan kita ,,, aku juga saat ini sudah berubah ,, dan tidak ada hasrat untuk memiliki wanita lain ,,, aku ingin melihat anakku tumbuh besar dan mewarisi apa yang aku miliki saat ini " kata Pramana yang begitu tulus dalam kata-katanya ,,,
" yah ,,, sudah aku memaafkanmu ,, Pram ,,, kita akan memulai dari awal Dimana kita menjadi teman dan sebagai atasan ,,, namun saat ini kita sudah menjadi keluarga besar dengan adanya anak yang sudah dilahirkan oleh khaterina ,,, kau memiliki seorang putra dan aku memiliki seorang putri ,,, Mereka berdua kakak dan adik " kata Mardya yang akhirnya harus mengalah akan keadaannya ,,, mereka berdua akhirnya berdamai dan berjanji menjadi sebuah keluarga ,,,
__ADS_1