
" tidak mard ,,, aku tidak marah justru aku senang jika kamu bisa menjadi Ayah dari anak dalam kandunganku ,,, aku saja yang bodoh karena mencintai dia mard ,,, hik ,,,hik ,,, aku yang bodoh telah percaya akan janji palsunya , hik ,,,,hikk " tangis khaterina membuat Mardya bangun dari tempat duduknya dan menghampiri khaterina ,,
mardya meletakkan kepala khaterina didadanya ,, ia membiarkan khaterina meluapkan semua perasaan yang sudah begitu banyak ia rasakan ,,,
mereka berdua hanyut di dalam hati dan perasaan yang tidak pernah mereka pahami ,,,
pagi ini Pramana sedang mencari Mardya yang sudah dua hari tidak masuk kerja ,,
ia yang saat ini sedang tidak merasa senang akhirnya menelpon Mardya ,,,
" tutttt,,,, tuttttt,,,,,," suara nada sambung terdengar dari arah sebrang jalan ,,
" hallo ,,, " suara Mardya yang baru bangun dari tidur ,,,
" mard ,,, kamu gimana sih dua hari tidak bekerja tanpa memberitahukan aku " kata Pramana yang hampir emosi ,,
mardya yang mendengar suara Pramana yang hampir marah dengan santainya berkata ,,,
" ibu bos suru cuti satu Minggu " kata Mardya yang langsung pada penjelasannya ,, sebab saat ini dia juga sangat kesal dengan sikapnya Pramana , selama pernikahan yang dipaksakan oleh ibunya pramana ,, dan sampai sepersekian ini dia tidak ada waktu untuk bertanya ataupun menelpon keadaan khaterina ,,, membuat Mardya semakin dongkol dan jengkel dengan sikap Pramana yang tidak bertanggung jawab itu ,,,
" a,,apa ibu bos ,, khaterina maksudmu " Pramana balik bertanya kepada Mardya ,,
" bukan ,,, ibu dari bos Pramana " kata Mardya semakin jengkel ,,,
" hakss ,,, apa ,,, kenapa " kata Pramana yang bingung sekaligus tidak mengerti ,,,
" emang Bu bos gak menelpon kamu ya bos " Mardya bertanya kepada soal ibunya berkali-kali menelpon tapi tidak diangkat olehnya ,,,
" tunggu ,,,, oh ,,, aku tidak mengangkatnya " kata Pramana sambil mengecek notifikasi dari handphonenya ,,
" a,,,apa ini ,,, " Pramana terkejut dengan isi SMS dari sang ibu ,,,
" mard ,,, kamu menikahi khaterina " Pramana hampir membentak Mardya ,, dengan Santai Mardya malah menguap dan berkata ,,,
" sudah terlambat bos " kata Mardya yang langsung menutup sambungan teleponnya ,, dan bergegas keluar dari ruang tempat tidurnya ,,, ia segera mandi dan membersihkan diri ,, setelah itu ia memakai baju kantor dan langsung menuju ruang meja makan ,,,
disana sudah ada khaterina yang sudah sibuk menyiapkan hidangan sarapan pagi ,,,
khaterina seperti seorang istri yang bertanggung jawab sekali ,,, ia selalu melakukan perkerjaan rumah tangga sendiri ,,,
__ADS_1
sepertinya ia sudah terbiasa dengan keadaannya ,,,
andai waktu itu ia bukan pacar Pramana mungkin Mardya mau menjadi kekasih hatinya ,,, tapi saat ini semua itu sudah tidak ada artinya lagi ,,, hanya menunggu waktu saja ,,,
nasib apa yang akan menentukan jalan takdir hidupnya ,,
mardya duduk diatas kursi meja makan ,,, dengan telatennya khaterina menyendokan nasi dan lauk sesuai selera Mardya ,,,
mardya sangat senang sekali ,,, setiap mendapatkan perlakuan khusus dari khaterina segala macam perasaan dan khayalan berandai-andai di alam pikirannya ,,,
sebab khaterina seperti seorang istri yang berbakti kepada suaminya ,,,
" Tina setelah aku berangkat kerja tutup pintunya ,,, hari ini mungkin aku agak terlambat pulang ke rumah ,,,, kamu jangan kemana-mana yah ,,, aku gak ingin terjadi sesuatu hal kepadamu " kata Mardya yang seperti seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istri dan keluarganya ,,,
dalam hati Mardya sebenarnya ingin tertawa geli melihat aksi dari kehidupan keseharian mereka berdua ,, mereka seperti sepasang suami istri yang saling mencintai ,,,
setelah Mardya berpesan demikian khaterina hanya mengangguk kepalanya saja , dan kemudian mencium punggung tangan Mardya ,, Mardya yang hampir mencium kening khaterina malahan ia urungkan niatnya ,,, segeralah ia Menuju mobil kantor yang sering dipakainya ,,,
mobil pun segera melaju menuju arah kantor tempat Mardya bekerja ,,,
🔸
sesampainya di kantor Mardya bertemu dengan Pramana yang sudah sibuk dengan berkas dan catatan di meja kerjanya ,,
" ah ,,, aku sendiri bingung mau ngomong apa ,, aku juga gak tahu harus bagaimana " kata Pramana yang masih sibuk dengan berkas tersebut ,,,
" Pram kemana kamu waktu itu " kata Mardya yang bertanya kepada Pramana ,,
" aku terlalu sibuk dengan Yanti ,,, aku sendiri gak tahu kenapa handphoneku notifikasinya tidak aku ketahui " kata Pramana yang memang ia terlalu sibuk dengan gadis-gadis yang di kencaninya ,
" Pram apa kamu tidak kasihan padanya ,,, ia sudah tidak memiliki siapapun kecuali kamu Pram " kata Mardya yang menekankan ucapannya ,,,
" mard ,,, aku tahu aku salah ,,, tapi aku belum siap untuk menikahinya mard " kata Pramana sedih sekaligus Gunda ,,,
" kamu laki-laki brengsek Pram ,,, kamu mau mengambil madunya , tapi setelah madu itu terisi kamu pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab " kata Mardya yang sudah hampir emosi dan ingin memukul Pramana ,,,
" mard sekali ini aku minta tolong ,,, jaga dia untukku ,,, besok ibuku mengirimku keluar negri ,,, dan kamu tahu aku tidak ingin membantah apalagi melawan ibuku ,,, " kata Pramana sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa ,,
" kenapa harus keluar negeri " tanya Mardya kepada Pramana ,,
" ibu sudah memilih Calon istri buatku ,,, beberapa hari lagi akan ada pertunangan " kata Pramana lemas dan hampir menangis ,,, Mardya tersenyum kecut ,,,
__ADS_1
" jadi kamu lebih memilih di tunangkan ,,, oh ,,, baiklah aku akan membahagiakan khaterina ,,, dia akan menjadi istri Shahku dan anak yang didalam kandungannya adalah darah dagingku ,,, kamu jangan pernah mengakui anak itu menjadi anakmu Pram ,,, cam kan itu " kata Mardya yang sudah emosi dan pergi meninggalkan ruang kantor Pramana ,,,
saat ini tujuannya adalah rumah bibinya ,,, dengan kecepatan tinggi ia mengendarai mobilnya ,,, sesampai di depan caffei milik bibinya ,, Mardya langsung masuk kedalam dan terus menuju ruang kamar tidurnya ,,,
disana ia terpekur ,,,
mardya terdiam ,,, sejenak ia berdiri kembali keluar dari ruang kamar tidurnya ,,, bibi Anna yang melihat keanehan keponakannya hanya menggelengkan kepalanya saja ,,
rupanya Mardya menuju kamar kost tempat Arya dulu pernah gantung diri ,,, disana sudah ada orang yang menempati ,,, sejenak ia terdiam dan mengurungkan niatnya untuk pergi kekamar kost tersebut ,,,
ia berputar arah menuju kamp Yang disebut markas oleh Arya dan Bandi ,,
mardya segera menuju tempat tersebut ,,
rupanya disana sudah ramai teman-teman Arya berkumpul ,,,
" hai semua ,,, sudah lama gak ngumpul " kata Mardya yang Langsung menyapa semua teman-temannya ,,
" wow Abang ganteng Mardya datang coi ,,, " kata Alex yang masih memegang gitar senarnya , sedangkan Adam dan alkan tersenyum kearah Mardya yang baru saja datang ,,
" mard ,,, gimana kabar nih ,,, sudah lama kita gak ngumpul " kata Adam ,, yang diangguki oleh alkan ,,
" sudah ,,, lama ,,, rindu ini ,, " alkan malah bernyanyi dan Mardya Langsung memeluk alkan serta menjabat tangan adam dan Alex juga yang lainnya ,, Mereka semua mulai berbincang-bincang dan bercerita kisah masing-masing ,,
sampai akhirnya Bandi datang sepulangnya dari tempat ia berkerja ,,
" widiiihhh Abang ganteng yang kedua " kata Adam yang melihat Bandi yang sudah berada di dekat Mardya ,,, Mardya yang ingin memeluk Bandi langsung disongsong oleh Bandi mereka berduapun akhirnya berpelukan dan tersenyum gembira ,,,
" sudah lama kita tidak bertemu bro ,,, gimana istrimu " tanya Mardya kepada Bandi ,, namun yang menjawab adalah Adam ,,
" Bandi sudah menjadi Ayah " kata adam yang setengah berteriak ,,,
" wauw ,,, kita sama bro " Mardya yang langsung menjawab perkataan Adam ,,
" serius Lo ,,, mard " semua orang tercengang dan kaget ,,,
" Iyah ,,, aku sudah menikah dengan gadis yang sangat cantik dan baik " kata Mardya lagi ,,
" kenapa gak ngundang kami ,,, kita bisa ngeband gratis loh " kata alkan pada Mardya ,,,
" sorry frend ,,, pernikahanku mendadak sekali ,,, " Mardya menjawab perkataan alkan ,,,
__ADS_1
dan mereka bertukar cerita dan pertanyaan ,,, sampai akhir Mardya pamit pulang kerumahnya ,,,