
Pramana pada saat ini sedang melihat sella dapat tersenyum kembali ,, ia merasa bahwa sella telah ikhlas menerima takdir yang telah menimpa dirinya ,,,
sejenak Pramana menghela nafas dalam ,,,
" sell ,,, aku berharap agar kamu dapat melupakan kesedihanmu ,,,, sebab tidak lama lagi aku akan mendapatkan orang yang telah menyakiti dirimu " kata Pramana yang seperti berbicara kepada dirinya sendiri ,,,
pada saat ini sella masih menyuapi Arya buah-buahan yang sudah dikupas oleh Pramana ,,,
Pramana yang tadi duduk ditempatnya akhirnya mendekati sella dan Arya yang saat ini sedang mengajak Trina berbicara ,,,
" Auh ,,, auhh ,,, akhh ,, heekk ,,, heee " suara Trina yang diajak bicara dan bercanda oleh Abangnya Arya ,,,
" Adik Abang cantik ,,, cilukkk ,,, baaaahhh " Arya sedang bercanda dengan adiknya ,,, terdengar lagi suara tawa Trina , kali ini tawanya lebih keras lagi ,,
" haaaa ,,, haaaa ,,, haaakkk " Trina tertawa lagi ,,, sella yang melihat kedua bocil ( bocah kecil ) itu hanya tersenyum dan terkadang ikut tertawa ,,,
" nah ,,, Abang Arya ini yang terakhir " kata sella yang sudah memasukkan satu potong buah apel yang sudah bersih ,,,
saat ini Pramana duduk berada di dekat sella dan memeluknya dari arah samping ,,,
sella sempat terkejut ,,, namun ia dapat menyembunyikan keterkejutannya ,,,
" sell ,,, menikahlah denganku " kata Pramana yang saat ini sedang berbisik tepat di telinganya ,,,,
Mardya yang tidak memperhatikan kedua insan itu terus mengajak Arya dan Trina bercanda ,,
" kak ,,, Pram,,,, aku ,,, tidak tahu harus bagaimana " kata sella kepada Arya ,,,
namun dari arah pintu luar datanglah tamu yang baru saja masuk dari arah luar ,,,
sella sempat terkejut melihat siapa orang yang telah datang ,,,
" papa ,,, mama ,,, " seketika sella memanggil nama kedua orangtuanya
" sella ,,, apa yang sudah terjadi ,, kenapa kamu seperti ini ,,, bukankah harusnya kamu kuliah " kata ibunya bertubi-tubi bertanya kepada sella ,,,
" pah ,,, mah ,,, maaf sella ,,, sella tidak bermaksud demikian " kata sella yang langsung menangis ,,, Mardya yang melihat situasi yang tidak baik segera membawah putra dan putrinya masuk kedalam ruang kamar tidurnya ,,,
Mardya segera membuat Arya dan Trina tertidur sambil meminum sebotol susu buatannya ,,,
setelah kedua bocah itu tidur ,,, Mardya keluar dari dalam ruang kamar tidur putrinya ,,,
" lantas kenapa perutmu itu sangat besar " kata mama sella ,,,
" ini semua bukan salah aku mah ,,, pah " kata sella yang ingin membela diri ,,, namun satu tamparan melayang di pipi sella ,,,
" plaaaakkkk ,,,,,, " suara tamparan yang cukup keras ,,, sella seketika semakin terisak kembali ,,,
Pramana yang tadi hanya terdiam ia pun akhirnya berbicara kepada kedua orangtua sella ,,,
" mah ,,, pah ,,, sella sendiri juga tidak tahu apa penyebab dirinya saat ini seperti ini ,,, namun saya berjanji akan menangkap orang tersebut ,, dan lagi saya akan menikahi sella " kata Pramana yang mencoba menghalangi aksi dari kedua orangtuanya ,,,
" oh ,,, itu bagus jangan -jangan kau yang telah berbuat demikian haks ,,,, " kata ayah sella kepada Pramana ,,,
__ADS_1
" pah ,,, mah ,,, apa maksudmu itu " sella mencoba bertanya kepada kedua orangtuanya ,,,
" sella ,,, jangan berbohong ,,, temanmu Rendy dan sannia sudah banyak bercerita kepada orangtuamu ini " kata papa sella kepada putrinya ,,,
" aa,, paa ,,, tidak mungkin ,,, bagaimana mereka bisa tahu " kata sella yang bingung sebab sella tidak begitu dekat dengan mereka berdua ,,
Pramana yang melihat ekspresi wajah sella jadi curiga sebab tidak biasanya sella begitu ,, heran jika teman-temannya dapat mengetahui prihal tersebut ,,,
" sella ,, aku ingin kamu besok secepatnya menikah " kata papa sella ,, pada saat ini Mardya yang sedari tadi mendengar percakapan kedua orangtua sella dan Pramana sedikit faham ,,,
bahwa sella telah dijebak oleh seseorang dan orang itu sengaja tidak bertanggung jawab dan membuat malu sella ,,
" jadi ,, ini semua ,,, perbuatan ,,, " perkataan Mardya terputus seketika ia mendekati sella dan memeluknya ,,,
" sell ,,, jangan pernah takut hal apapun ,,, kami akan selalu bersamamu ,,, kita keluarga sell ,,, jika kamu ingin menikahi Pram ,,, aku juga tidak mempermasalahkan hal itu " kata Mardya kepada sella yang saat ini masih menangis disebabkan oleh tamparan ayahnya ,,,
namun sang ayah seketika lebih marah lagi ,,,
" siapa dia ,,, " teriakan keras dari papa sella ,,
" di,,,aa ,,, a ,,,da ,,, lah ma ,,,ji ,,,kan sella papa " sella menjawabnya sambil terisak-isak ,,,
" hooh ,,, jadi majikanmu ,,, majikan yang satu rumah denganmu " kata papanya yang sudah sangat kesal dengan kebohongan putrinya ,,,
" Mardya adalah saudaraku satu-satunya ,,, tentu dia akan tinggal satu rumah denganku ,,, sebab hanya dia saja yang aku miliki didunia ini " kata Pramana tegas dan penuh penekanan ,,,
" oh ,,, begitu ,,, yah sudah ,, kalau begitu tidak masalah " kata papa sella yang mendengar penjelasan dari Pramana yang pada saat ini mukanya ingin sekali marah , namun ia tahan ,,,
" oh ,, iya ,,, papa dan Mama sella mari kita makan ,,, bibi sudah menyiapkan semuanya ,,, aku rasa kalian juga lapar ,,, masalah pernikahan sella dan Pramana akan segera dilangsungkan dan di perbincangkan lagi setelah kita semua selesai makan " kata Mardya yang saat ini sudah menjadi penengah ,,,
kelima orang tersebut segera menuju ruang meja makan ,,, disana sudah ada bibi yang sangat sibuk ingin menyiapkan hidangan yang akan disantap oleh majikannya ,,,
setelah hidangan sudah siap tersaji mereka segera duduk di kursi masing-masing ,,,
⏭️⏭️
di tempat lain anak buah Pramana sudah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan Pramana ,,, namun mereka masih terus mencari sumber informasi ,,,
" bagaimana ,,, " tanya bos pimpinan mereka ,,
" ada sedikit informasi ,,, " jawab anak buahnya yang saat ini sedang berada di hadapannya ,,,
" yah sudah ,,, kalian kembali ketempat kalian lagi " kata pimpinan itu kepada anak buahnya ,,
segera anak buah itu pergi meninggalkan tempat tersebut ,,,
🔹
pada saat ini pramana dan keluarga sella sudah berada di dalam ruang tamu ,,,
mereka akan merencanakan pernikahan sella dan Pramana ,,, pada saat ini Mardya menggandeng tangan sella yang sedikit takut , mereka mengambil tempat duduk disamping Pramana ,,,
semua peristiwa dan kejadian yang tanpa ia duga dan tanpa ia sadari bertubi-tubi menerpa hidupnya ,,
__ADS_1
ia begitu sakit ,,, sangat tersakiti , sakit karena cinta yang tidak secepat ini ada ,,,,
" yah sudah ,,, besok saya akan kirimkan mahar yang anda inginkan ,,, dan setelah pernikahan sella akan tinggal bersama dengan saya dan putra saya ,,, Sebab selama ini putra saya begitu menyayangi sella seperti ibunya sendiri " kata Pramana kepada kedua orangtua sella ,,,
" jadi kamu sudah memiliki anak ,,, " kata papa sella yang terkejut ,,, begitu juga dengan mama sella ,,,
" Iyah ,, seperti yang anda ketahui bahwa sella bekerja dengan saya sebagai baby sister putra dan putri saya ,,, saya yang akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada sella sebab putra saya sangat menyayangi sella ,, begitu juga saya akan sangat menyayangi sella " kata Pramana jelas kepada kedua orangtuanya sella ,,,
dan akhirnya papa sella dapat paham bahwa bukan Pramana yang sudah menghamili sella ,,, tapi orang lain ,,,
itulah yang ada didalam hati kedua orangtua sella ,,,
namun papa sella tidak ingin berpikir yang membuatnya semakin sulit jadi ia menyimpan keterkejutannya ,,
" oh ,,, begitu ,,, jadi kamu adalah majikan sella putriku " kata mama sella yang menyahuti perkataan dari Pramana ,,
" benar ,,, dan saya yang sudah membiayai sella kuliah " kata Pramana menjelaskan kepada kedua orangtua sella ,,,
" tapi kamu masih ingin menikahi putri saya bukan ,,, " papa sella bertanya lagi sebab ia sangat ragu apakah Pramana masih berniat ingin menikahi putrinya ,,,
" tentu ,,, tentu ,,, maka dari itu aku ingin langsung berbincang-bincang dengan anda ,,, mahar apa yang ingin anda minta " Pramana yang ingin menanyakan tentang mahar yang di inginkan oleh kedua orangtua sella , bahkan Pramana juga sudah meyakinkan kedua orangtua sella ,,,
" jika kamu ingin bertanya mahar apa yang kami inginkan ,,, maka saya tidak akan segan lagi " kata papa sella kepada Pramana ,,,
" pah ,,, jangan seperti itu " kata sella yang merasa malu akan sikap papanya ,,,
sella sangat segan terhadap Pramana akan sikap papanya ,,,
" tidak mengapa sella ,, kau akan jadi istriku ,,, tentu kamu memiliki hak istimewa dariku " kata Pramana yang menenangkan sella ,,,
" ah ,,, itu bagus ,,, aku hanya ingin kehidupan putriku itu harus jauh lebih baik lagi ,,, tentu semua orang ingin yang terbaik buat putrinya " kata papa sella yang menerangkan kepada Pramana akan maksud yang diinginkannya sendiri ,,
" Iyah ,,, katakan saja ,, jika saya sanggup akan saya penuhi " kata Pramana seserius mungkin ,,,
" aku ingin sella mendapatkan rumah apartemen ,, mobil ,, fasilitas yang lainnya seperti kebutuhan hidup 500 JT perbulan " kata papa sella kepada Pramana ,,,
Mardya sangat terkejut dengan permintaan dari papa sella ,,, namun ia lebih memilih berdiam diri ,,,
" pah ,,, itu berlebihan ,,, aku sudah hamil bukan anaknya tapi mengapa kamu meminta mahar semahal itu ,,, kak Pram yang mau bertanggung jawab saja sella sudah cukup senang " kata sella yang langsung menangis mendengar permintaan dari papanya yang menurut sella sangat berlebihan ,,,
" ini juga demi kebaikanmu ,,, sebab papa ingin kamu bahagia ,,, bagaimana kalau Pram ini bosan dan tidak menginginkanmu lagi dia akan melemparkanmu dijalanan " kata papa sella yang sudah memarahi putrinya yang terlalu bodoh dan tidak mengerti maksud kedua orangtuanya ,,,
" tapi ,,, pah ,,, kak Pram itu adalah orang yang baik ,,, hik ,,,hiks,,, " kata sella sambil menangis ,,,
papa sella yang mendengar perkataan dari putrinya itu ingin sekali marah ,,, namun sang ibu menghentikan tindakannya ,,
namun suara pramana juga menghentikan tindakannya ,,
" baik ,,, aku setuju dengan persyaratan itu ,,, aku akan memberikan sella rumah apartemen , satu buah mobil dan fasilitas berupa uang tunai 500jt perbulan " kata Pramana kepada kedua orangtua sella ,,,
sella sangat terkejut mendengar Pramana menyanggupi permintaan kedua orangtuanya sella ,,,
lain halnya dengan Mardya yang mengenal kekayaan Pramana ,, baginya hal itu tidak ada artinya sama sekali
__ADS_1