Imperfect Wife

Imperfect Wife
BAB 24 TERKEJUT


__ADS_3

Aku berjalan di loby bersama kedua putraku, sebelum nya aku sudah menelpon mas Prasetyo dan mengatakan jika aku sudah diperusahaan.


"Aku sudah di loby mas.." kataku dalam sambungan seluler.


"Serius ?? Astaga kamu ini memang niat banget kasih kejutan untuk mas. Sebentar mas suruh orang buat ijinin kalian naik."


Mas Pras benar terkejut dan tidak menyangka aku akan berkunjung.


Sekarang aku hanya tinggal meminta kartu akses agar bisa keluar masuk dengan bebas di kantor mas Pras yang notabene adalah seorang CEO.


Usai mendapatkan kartu akses, aku dan dua putraku masuk ke dalam lift. Satu tanganku membawa kotak berisi makan siang kejutan.


Setibanya di lantai yang kami tuju, seorang pengawal tampak menyambut didepan pintu lift yang terbuka.


"Tuan Adam sudah menunggu anda nona, mari.." ucap seorang pria berpenampilan layaknya pengawal.


"Terima kasih ."aku berucap sopan sembari mengikuti langkah pria tersebut menuju ke sebuah ruangan khusus tempat mas Pras berada.


"Silakan masuk.." pria pengawal itu dengan sopan membukakan pintu mempersilahkan aku dan anak anakku masuk.


Setelah kami masuk dan pintu kembali tertutup, seketika mas Pras menyambut kami bertiga dengan pelukan hangat.


"Kalian meluangkan waktu kemari, benar benar kejutan~" ucap mas Pras sembari membawa kami duduk bersama di sofa .


Aku meletakkan kotak bekal di meja, "Aku sengaja siapin makan siang untuk kita mas, tiba tiba saja tadi aku ingin makan bareng kamu ."


Aku mengeluarkan satu persatu wadah berisi nasi dan lauk pauk. Mengambilkan untuk anak anakku dan juga mas Pras.

__ADS_1


Kami makan bersama dengan rasa Kekeluargaan yang hangat, terkesan sederhana tapi sangat berkesan bagiku.


Aku bisa melihat anak anakku tersenyum bahagia merasakan makan bersama sosok pria yang ingin mereka jadikan ayah.


Wajah mas Pras juga selalu tampak sumringah, ekspresi bahagia yang tidak dia tutupi, sungguh saat ini aku merasa menjadi wanita terbahagia di bumi.


Lima belas menit berlalu, makanan yang aku bawa juga sudah habis. Anak anak berkata jika mereka ingin main, "Kalian main sama pengawal om ya nak, dia akan ajak kalian berkeliling kantor dan ah iya, di kantin ada yang jual eskrim. Kalian mau es krim ?" ucap mas Pras yang membuat anak anak antusias.


Kemudian seorang pengawal tadi tampak membawa anak anakku pergi meninggalkan ruangan mas Pras.


"Sibuk banget ya mas ?" aku bertanya lembut kala melirik setumpuk berkas di meja .


"Sehari hari seperti ini sayang, maklum perusahaan sedang sukses suksesnya." ucap mas Pras yang bersandar manja dalam pelukanku.


Yaa kami menikmati waktu santai sesaat sambil menunggu rasa kenyang turun. Kami duduk di sofa menghadap jendela.


Aku mengusap usap kepalanya dengan pelan dan lembut. Mas Pras tampak seperti bayi besarku yang manja. Padahal saat kami masuk ke dalam ruangannya tadi auranya sangat berwibawa dan tegas.


"Masih ada waktu sebelum anak anak kembali sayang, mas kangen~" ucal manja mas Pras yang bangkit dari pembaringan dan langsung menyerang bibirku dengan ciuman lembut.


Mmpphh ahh mas~


Aku men de sah pelan saat merasakan mas prasetyo menyesap lidahku, terasa hangat dan begitu basah membuat aku melakukan hal yang sama padanya.


Tubuh mas Pras menjadi lebih dominan dengan menyandarkan aku pada sofa, setengah tubuhnya menindih tubuhku. Bukannya merasa berat tapi justru enak.


Kami masih berciuman ala french kiss dengan sesuatu yang menonjol di bawah sana menggesek milikku yang mulai basah.

__ADS_1


Lidah kami saling bertautan, pertukaran saliva yang sangat basah dan candu. Nafas kami saling memburu seakan setuju untuk melakukan sesuatu.


Tanpa harus meloloskan kain yang kami kenakan, mas Prasetyo menuntun tubuhku untuk melayaninya dengan kendali di atas.


Aku dan mas Pras sama sama menginginkan permainan cepat nan nikmat. Pinggulku bergoyang naik turun sesekali memutar dan menekan begitu dalam.


Suara erang kenikmatan terbungkam oleh ciuman yang membara.


"Sedikit lagi sayang, ughh enak~" ucap mas Pras di sela goyanganku.


"Ahh iya mas, kita cepetin aja ya nanti lanjut dirumah . Ahh mas~" aku memekik sesaat kala mas Pras menahan gerakan pinggulku .


Dia hampir sampai pada pelepasan hingga menghujam milikku begitu kuat dan cepat dari bawah.


Sesak rahimku kala menerima hujaman kuat mas Pras, miliknya yang begitu besar dan berurat dengan panjang sekitar 17 cm. Bagiku sudah begitu mengerikan, tapi suka~


Kami sama sama mencapai pelepasan setelah permainan dua puluh menit, singkat, padat dan nikmat.


Ughh ahh 💦💦💦💦


Kami terkulai lemas bersama dan membiarkan milik kami terdiam saling tertaut. Nafas kami memburu lemas , rasanya selalu nikmat .


Huhh.. Huhh.. Huh...


Belum sempat aku merapikan penampilan , begitu halnya mas Pras yang masih agak berantakan.


Tiba tiba saja pintu ruangan mas Pras terbuka dan ternyata,

__ADS_1


"Astaga, apa yang kalian lakukan !!!"


__ADS_2